Showing posts with label Pikiran Liar. Show all posts
Showing posts with label Pikiran Liar. Show all posts

Thursday, November 26, 2015

Paradigma Agribisnis Yang Keliru dipahami │ farming is business or farming is livelihood

Setahun lalu, dan saya masih percaya bahwa #MembangunDesa adalah kunci kemajuan pertanian yang akan terdorong menjadi sebuah bisnis pertanian, jika para sarjana pertanian kembali ke desa, membangun ekonomi kreatif, membangun koperasi, meningkatkan nilai produk pertanian, dan negara melakukan intervensi pasar terhadap produk produk pertanian. Dan ini Hanya sarjana yang memiliki kompetensi dan tidak bermental wawancara dengan menenteng ijazah.

Dalam paradigma agribisnis bahwa semua tujuan aktivitas pertanian adalah profit oriented sangat menyesatkan. Nyatanya masih sangat banyak petani kita yang hidup secara subsistem, dengan mengkonsumsi komoditi pertanian hasil produksi mereka sendiri.

Mereka adalah petani-petani yang luas tanah dan sawahnya sangat kecil, atau buruh tani yang mendapat upah berupa pangan, Mencari keuntungan adalah wajar dalam usaha pertanian, namun hal itu tidak dapat dijadikan orientasi dalam setiap kegiatan usaha para petani kita pada umumnya yang lebih mengedepankan orientasi sosial-kemasyarakatan, yang diwujudkan dengan tradisi gotong royong (sambatan/kerigan) dalam kegiatan mereka. Bertani bukan saja aktivitas ekonomi, melainkan sudah menjadi budaya hidup yang sarat dengan nilai-nilai sosial-budaya masyarakat lokal. Sehingga perencanaan terhadap perubahan kegiatan pertanian harus pula mempertimbangkan konsep dan dampak perubahan sosial-budaya yang akan terjadi.

Tidak semua kegiatan pertanian dalam skala petani kecil dapat dibisniskan, seperti yang dilakukan oleh petani-petani (perusahaan) besar di luar negeri, yang memiliki tanah luas dan sistem nilai/budaya berbeda yang lain sekali dengan petani kita Jika kesejahteraan petani menjadi sasaran pembaruan kebijakan pembangunan pertanian, mengapa kata pertanian kini tidak banyak disebut-sebut? Mengapa KEMENTRIAN Pertanian rupanya kini lebih banyak mengurus agribusiness dan tidak lagi mengurus agriculture. Padahal seperti juga di Amerika departemennya masih tetap bernama Department of Agriculture bukan Department of Agribusiness? Doktor-doktor Ekonomi Pertanian lulusan Ameri¬ka tanpa ragu-ragu sering mengatakan bahwa farming is business.

Benarkah farming (bertani) adalah bisnis? Jawab atas pertanyaan ini dapat ya (di Amerika) tetapi di Indonesia bisa tidak. Di Indonesia farming, merupakan kehidupan (livelihood) atau mata pencaharian yang di Indonesia menghidupi puluhan juta petani tanpa menjadi bisnis.

Mengingat matakuliah Pengantar Ilmu Pertanian yg pernah disampaikan oleh DR.H Hermen Malik, 16 tahun lalu dan pengantar agribisnis. ( Foto : 2007 dok skripsi Desa Sumber Urib Selupu rejang Bengkulu)


Lets sing ðŸŽµðŸŽµðŸŽ¤ðŸŽµðŸŽ¶ðŸŽ¼ðŸŽ»ðŸŽ¹
Desa harus jadi kekuatan ekonomi
Agar warganya tak hijrah ke kota
Sepinya desa adalah modal utama
Untuk bekerja dan mengembangkan diri

Walau lahan sudah menjadi milik kota
Bukan berarti desa lemah tak berdaya
Desa adalah kekuatan sejati
Negara harus berpihak pada para petani

Entah bagaimana caranya
Desalah masa depan kita
Keyakinan ini datang begitu saja
Karena aku tak mau celaka

Desa adalah kenyataan
Kota adalah pertumbuhan
Desa dan kota tak terpisahkan
Tapi desa harus diutamakan

Di lumbung kita menabung
Datang paceklik kita tak bingung
Masa panen masa berpesta
Itulah harapan kita semua

Tapi tengkulak tengkulak bergentayangan
Tapi lintah darat pun bergentayangan
Untuk apa punya pemerintah
Kalau hidup terus terusan susah

Di lumbung kita menabung
Datang paceklik kita tak bingung
Masa panen masa berpesta
Itulah harapan kita semua

Desa harus jadi kekuatan ekonomi
Agar warganya tak hijrah ke kota
Sepinya desa adalah modal utama
Untuk bekerja dan mengembangkan diri

Desa harus jadi kekuatan ekonomi

Sunday, November 8, 2015

Credit Union Harapan Berdayanya Petani

Credit union, sebuah lembaga keuangan yang seperti bank, seharusnya negara membangun hal seperti ini di sentra sentra pertanian, di sentra sentra produksi, dan lembaga pendidikan mendidik lulusan sarjananya untuk membuat CU sebagai mimpi membangun desa.
Ekspedisi Indonesia Biru added 6 new photos.
ANTI-BANK. Ini bukan rumah adat biasa atau lumbung padi. Ini adalah pusat gerakan keuangan alternatif masyarakat Dayak di pedalaman Ketapang, Kalimantan Barat.Inilah Credit Union Gemalaq Kemisiq, salah satu dari 21 Credit Union yang ada di Kalimantan Barat.
Apa yang membedakan dengan CU-CU lain yang bila digabung asetnya mencapai Rp8 triliun dan anggotanya tembus satu juta orang, atau seperlima dari penduduk Kalbar?
CU ini memberikan semua alasan mengapa anggotanya tidak perlu berurusan dengan sistem perbankan umum.
Pertama, untuk menjadi anggota atau penabung, Anda tidak perlu memiliki uang tunai dahulu. Masyarakat bisa meminjam uang di CU dan lalu memasukkannya sebagai tabungan. Bunga pinjamannya lebih kecil dari bunga tabungan.
"Orang miskin kalau diajak menabung tunai, mana pernah bisa," ujar Muliadi Bidau, yang sudah 16 tahun menjadi aktivis CU.
Jadi dengan sadar, CU ini memilih "negative spread" di saat prinsip bisnis bank justru mengambil untung dari selisih bunga pinjaman dan bunga tabungan.
Lalu dari mana CU menutup selisih bunga pinjaman yang lebih kecil dari bunga tabungan?
"Manajemen waktu dan solidaritas anggota. Karena itu, kami menanamkan nilai bahwa uang bukan tujuan dalam ber-CU."
Kalau bukan tujuan, lantas apa?
Kedua, tidak semua pinjaman dimintakan jaminan atau kolateral. Bila rekam jejak Anda sebagai anggota cukup baik, dan jumlah pinjaman tidak terlalu jauh selisihnya dengan tabungan, Anda bisa meminjam tanpa menjaminkan aset.
"Ada anggota yang karena pinjamannya besar (Rp 200 juta), terpaksa kami minta jaminan (rumah) untuk melindungi tabungan anggota yang lain. Lalu kreditnya macet karena usahanya menurun. Padahal selama ini ia dikenal bereputasi baik. Lalu terpaksa kami sita, tapi karena harga pasar rumahnya lebih tinggi dari pinjaman, kami kembalikan sisanya (Rp60 juta). Dengan itu, dia bisa membuka usaha baru, dan sekarang sudah meminjam lagi, dan kami beri," rinci Muliadi.
Bagi CU ini, sambung Muliadi lagi, "semata-mata menyita aset tanpa memberi kesempatan kedua, justru membunuh ekonomi anggota. Dan ini bertentangan dengan filosofi dan semangat CU. Bukankah kita hadir untuk menolong? Kalau kita sita rumah atau lahannya, lalu bagaimana mereka bangkit?"
Ketiga, meski butuh perputaran aset kredit, CU ini membuat daftar usaha yang tak layak dibantu (negative list), dan itu tertulis dalam AD/ART CU Gemalaq Kemisiq.
Jenis-jenis usaha yang masuk negative list adalah pertambangan, kelapa sawit, tempat hiburan, dan usaha-usaha lain yang melanggar hak asasi manusia.
"Usaha yang kita bantu adalah usaha yang mendukung pelestarian alam. Karet kami bantu karena tanaman ini bisa tumpang sari (tanaman lain bisa ikut tumbuh). Sawit tidak. Dia cenderung merusak. Begitu juga dengan tempat hiburan, karena dari sini lah, lewat minuman keras, masyarakat biasanya berubah gaya hidupnya, dan untuk mengongkosi itu, mereka sering melepas tanah ke perusahaan. Dan ini pemiskinan," tandas Muliadi yang asli Dayak.
Dengan prinsip ini, CU Gemalaq Kemisiq yang berdiri sejak 1999, justru memiliki 15.000 anggota dengan sembilan cabang (Tempat Pelayanan) dan 50 orang aktivis.
"Staf kami bukan pekerja sektor keuangan. Mereka adalah aktivis gerakan sosial," kata John Bamba, tokoh yang menginisiasi CU ini dengan filosofi kebutuhan dan siklus hidup petani.
Sistem dan manajemen keuangan dipadu dengan "indoktrinasi" nilai-nilai solidaritas sosial dan ketahanan ekonomi berbasis sumber daya alam terhadap anggota.
Bila ada anggota yang tidak aktif, CU mengundang dan memotivasi mereka. Hal yang tidak akan pernah dilakukan bank.
Dan di atas itu semua, hubungan CU dan anggotanya bukan hubungan teller dan nasabah, melainkan hubungan kepemilikan. Semua sisa hasil usaha, pada akhirnya akan dikembalikan kepada anggota, dan mereka lah pemegang kedaulatan tertinggi lewat forum Rapat Anggota Tahunan.
Inilah sistem keuangan alternatif yang hendak mengembalikan hakikat Credit Union di Kalimantan Barat, yang sebagian besar dianggap mulai terjebak menjadi bank-bank baru.
Dan gerakan ini dimulai dari pedalaman.

Tuesday, November 3, 2015

CAGUB Bengkulu Black Campaign │ Penyesatan Dan Desepsi

‪#‎BujangRajo‬ hai Rajo ehh ‪#‎Bujang‬ ‪#‎BlackCampaign‬ itu sama saja penyebar Fitnah, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan harus di usut dan ditangkap dalangnya.
Siapa lagi kalau bukan orang2 yang takut kalah dalam pemenangan PILGUB. Cara-cara banci hanya dilakukan pada orang2 pecundang, dan tidak layak untuk memimpin Bengkulu, siapapun itu !
Masih percaya dengan calon kayak begini, haduhhh bakalan mengalamin kemunduran dah bumi rafflesia.
Mari sanak saudare jika Adat sepanjang jala, cupak sepanjang betung, Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak. Saat hujan datang, Air di talang jatuh ke pelimbahan juga.
‪#‎artinya‬
Cara Menipu atau menutupi keadaan yang sebenarnya, kalau la rusak kurang mutunya, karena ading berading tak jauh beda tabiat.

CURUP, BE – Menjelang dilaksanakannya Pilkada Serentak di Provinsi Bengkulu pada 9 Desember mendatang, dugaan kampanye gelap mulai dilancarkan oleh…
BENGKULUEKSPRESS.COM



Jika beruk bujang berkendak, karena rimau tak ada di hutan, maka beruk bujangpun bisa menjadi raja.
Beruk bergelar raja karena Nak di sembah, apalah daya Nafsu nafsi raja di mata, sultan di hati. Raja adil di sembah, raja lalim di sanggah.pilihlah rimau di hutan, bukan beruk cak rimau

kalau tak ada orang yang pandai, maka orang bodohpun dianggap pandai. Karena orang bodoh mau disembah, maka maka bertindak sesuka dan sekehendak hati, jadilah raja yang adil dan bijaksana, rakyatpun segan dan menghormati, cari pemimpi yang cerdas dan bijaksana, jangan orang bodah yang licik di pilih jadi pemimpin.

Jelatang di hulu air. Memancing ikan di air keruh, panas terik Membasuh muka dengan air liur. Ikan tak dapat periuk mutung, rimau dirumahpun mberang
Orang yang suka memfitnah atau mencari kerusuhan dengan menggunakan kesempatan dalam kesempitan, maksud hati berusaha untuk memperbaiki kesalahannya tapi malah memperbesar dosanya, untung tak dapat petaka datang, istri dirumahpun ngamuk.


Berita 

Thursday, August 13, 2015

Serat Kalatido" Bab.7 Pelajaran Etika dan Laku Terhadap Kawan !

"Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi melu edan ora tahan yen tan melu anglakoni boya kaduman melik kaliren wekasanipun, Dillalah karsaning Allah Sakbeja-bejane wong kang lali luwih beja kang eling lan waspada."
Terjemahan bebas kedalam bahasa Indonesia :
"Mengalami jaman gila, serba repot dalam bertindak, ikut gila tidak tahan jika tidak ikut berbuat gila tidak memperoleh bagian hak milik, akhirnya menjadi ketaparan. Namun dari kehendak Allah, seuntung untungnya orang yang lupa diri, masih lebih bahagia orang yang ingat dan waspada."
Ini adalah catatan seorang pujangga R. Ng. Ronggowarsito (1800) dalam serat katilodo. Ternyata serat yang sudah di tulis ratusan tahun lalu itu, menjadi semacam ramalan yang ‪#‎lingkungansekitar‬ yang menjadikan kita gila untuk berbuat gila agar kita gila untuk hal hal yang gila.
mengajarkan etika dan laku, bahwa hidup dijaman yang edan alias jaman gila yang semua ikut terbawa menjadi gila untuk urusan apapun dan cara gila yang di gunakan, dan secara langsung atau tidak langsung kita menjadi gila untuk berbuat gila, bukan soal iman dan kepercayaan, tapi soal 
Lingkungan sekitar yang dimaksud adalah siapa teman kita, siapa bos kita siapa orang orang yang mempengaruhi kita, itulah yang membuat alam bahwa sadar kita untuk gila, karena diantaranya ada yang gila.
Jika lingkungan kita baik, pertemanan kita baik, bos kita baik, istri/suami kita baik maka kegilaan apapun kita tak akan terseret arus yang telah gila.
hal hal gila di masa gila bersama teman teman gila yang gila pada kegilaan duniawi, karena terpatok bahwa hidup itu menumpuk harta bukan lagi mencukupi.
Semua di buat standar atas kemapanan bahwa soal kemampuan mengumpulkan duniawi. Dan memandang orang dari sisi duniawi yang terpakai dan di milikinya.
‪#‎rekamandiskusimalam‬ ‪#‎kuliah6sks‬ ‪#‎karakterbuilding‬ #KuliahHermenMalik

Wednesday, April 8, 2015

PILKADA BENGKULU " Wejangan dari balik lembah-lembah berkabut di puncak gunung



Beberapa hari ini saya out off office dari dunia online untuk sebuah perjalanan bathin menerawang masa depan hidup, tentang kehidupan saya di bumi rafflesia, tentang nusantara melalui kontak rahasia beberapa tokoh yang salah satunya datuk penjaga di Bukit kaba,  tokoh-tokoh ini mengaku memiliki waskita atau yang dikenal masyarakat umum sebagai orang pintar, dukun, orang sakti, kyai sakti, pendeta sakti, empu, tuan guru, palukutan, paranormal, ahli klenik, pakar mistik, kahin, ahli metafisika, wali berkaromah, dan berbagai nama lainnya.

Hei kalian pasti akan nyinyir, abis itu bilang nih orang sudah gila, hahahahah bisa jadi bertanya untuk apa melakukan pertemuan dengan mereka yang menjadi "penasihat spiritual" dari tingkatan Presiden, gubernur, bupati mungkin sampai kepala desa dan juga bahkan wong cilik tersebut.

Jawaban saya singkat, yakni karena dunia perdukunan merupakan bagian dari kehidupan keseharian sebagian besar rakyat Indonesia yang masih mudah dipengaruhi karena lemahnya intelektual, percaya diri, lemahnya jiwa/bathiniah, dan mudah berputus-asa, sehingga tidak mengherankan apabila persoalan-persoalan yang sesungguhnya dapat diselesaikan sendiri menjadi bahan konsultasi kepada para dukun tersebut. hahahaha, selain itu pada dasarnya, karena melihat baliho para politikus yang menampilkan slogan-slogan sepanjang jalan, dengan menebarkan janji palsu, muak dan bosan dan ingin tahu penerawangan mereka, tentang janjinya itu busuk apa palsu ? atau itu cara berdagang mereka.... hahahaha

Konon ceritanya bahwa hampir seluruh orang pintar di nusantara yang dikuasai mantan Presiden Suharto menunjukkan bahwa fenomena pengaruh dunia perdukunan masih cukup kuat di negeri tercinta ini. Dan beberapa teman pernah juga mengajak saya bertemu paa tokoh yang konon kabarnya guru spiritual soeharto, Terlepas dari faktor kebenaran dan pembuktian peranan para dukun tersebut, saya melihat bahwa gerak bangsa Indonesia sedikit banyak juga terpengaruh oleh dunia perdukunan.

Saya tidak bermaksud menyinggung perasaan atau keyakinan siapapun, namun saya merasa perlu untuk berbagi dengan seluruh anak bangsa Indonesia tentang perlunya membangun seluruh potensi diri kita masing-masing sesuai dengan kemampuan kita sehingga dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara. Padahal sangat sedikit orang pintar yang mampu menyadari dan mengkaji masa depan Indonesia berdasarkan kemampuan intelgensianya,

Kepada yang suka menipu, hentikanlah karena dosa anda akan terus menumpuk bertambah sebanyak orang-orang yang anda tipu.

Nasihat Pertama, jangan sekali-kali menjadikan "penasihat spiritual" sebagai pegangan hidup satu-satunya yang mengarahkan gerak hidup dan keputusan anda.

Pesan untuk para kandidat Gubernur dan bupati di bumi rafflesia, Bila anda termasuk orang yang kurang percaya diri atau lemah jiwa sehingga telah terjebak dalam dunia perdukunan, maka jadikan nasihat para dukun tersebut hanya sebagai salah satu alternatif atau semacam second opinion untuk mengkonfirmasi alternatif yang telah ada.

Berdasarkan pengalaman saya, memang ada sedikit orang-orang yang memiliki ilmu waskita yang benar-benar dapat memberikan masukan yang "tepat". Sayangnya orang-orang tersebut sangatlah sedikit mungkin hanya 1% dan biasanya tidak mempopulerkan diri sebagai orang pintar, malahan cenderung tersembunyi (Seperti yang saya temui di malam berkabut di lembah bukit kaba ini), dan Sekitar 5% ilmunya kurang dalam dan dapat memberikan masukan yang kadang benar kadang tidak benar, sedangkan sisanya adalah mereka yang mencari keuntungan dari lemahnya jiwa rakyat Indonesia secara umum.

Dengan demikian, probabilitas anda bertemu dengan orang yang sungguh-sungguh memiliki waskita sangat-sangat kecil. Prosentase terbesar yang akan anda temui adalah penipu-penipu ulung yang hanya bersandar pada dugaan-dugaan yang lama-kelamaan menjadi terlatih karena banyaknya pasien lemah jiwa yang berkonsultasi. Sadar tidak sadar, bahkan para dukun tersebut kebanyakan juga pandai menipu dirinya sendiri karena sudah terjebak dalam keyakinan bahwa dirinya memiliki waskita.

Perhatikan betapa maraknya kasus penipuan demi penipuan yang terungkap dan untuk anda ketahui kasus yang tidak terungkap adalah sangat-sangat jauh lebih besar lagi.

Nasihat Kedua, mulailah kembali kepada upaya meluruskan hati dan niat anda dalam kehidupan ini dengan memohon kepada gusti allah dengan bahasa yang lemah lembut menghaturkan harapan dan do'a anda. Mulai dengan langkah kecil, sedikit demi sedikit namun berkelanjutan hingga akhir hayat anda. Niscaya pada saatnya anda akan memiliki kewaspadaan yang luar biasa dalam hidup dan senantiasa menjaga diri anda dari perbuatan-perbuatan yang membahayakan hati, pikiran, dan tubuh fisik anda. Andaipun anda mengalami suatu persoalan yang berat, anda akan menemukan jalan keluar atau mampu menerima keadaan dengan hati yang tenang. Bahkan dapat saya pastikan derajat anda akan jauh lebih tinggi daripada mereka yang melakukan praktek penipuan dengan memanfaatkan lemahnya jiwa masyarakat. Singkat kata, jadilah manusia seutuhnya dengan jiwa yang kuat dan keyakinan yang mantap serta tetap berserah diri pada ketentuan Yang Maha Kuasa.

Nasihat Ketiga, ketika anda menjadi semakin kuat karena ketekunan dalam meluruskan hati anda, sebarluaskanlah pengalaman hidup anda tersebut tanpa mencari keuntungan. Tolonglah orang-orang terdekat anda agar mampu berdiri sendiri bersandar pada kekuatan diri dengan tetap berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Janganlah sombong dengan kemampuan-kemampuan yang murni lahir dari diri anda. Dengan keseimbangan kekuatan fisik dan bathin anda, maka anda akan mampu berkarya secara maksimal di bidang anda masing-masing dengan sandaran yang kuat kepada Yang Maha Kuasa.

Nasihat Keempat, dunia adalah tempatnya masalah sehingga kita pasti akan selalu menemui masalah dimanapun kita berada. Hadapilah masalah tersebut, jangan lari atau berlindung kepada hal-hal yang tidak masuk akal. Bersabar dan berserah dirilah manakala masalah tersebut anda rasakan sangat-sangat berat dan bertahanlah karena sungguh setelah kesulitan akan datang kemudahan.

Nasihat kelima, ingat ujung atau akhir perjalanan anda di dunia adalah kematian yang merupakan peralihan dari alam dunia ke alam berikutnya. Oleh karena itu, janganlah menghabiskan waktu untuk berbuat kejahatan atau hal-hal yang akan anda sesali saat kematian menjemput anda. Berkaryalah untuk dunia anda yang terbaik yang dapat anda lakukan, dan bersiap-siaplah untuk mengakhiri perjalanan hidup anda sewaktu-waktu dengan senantiasa berbuat baik dan berserah diri kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Nasihat tersebut diatas hakikatnya adalah juga nasihat untuk saya sendiri yang semoga dapat bermanfaat kepada seluruh calon-calon gubernur, bupati di bumi rafflesia, serta insani rakyat nusantara.

Bagaimana hasil pertemuan dengan para orang pintar?

Dapat disampaikan disini bahwa hampir tidak ada satupun orang pintar yang paham tentang dinamika global, regional, dan nasional dikaitkan dengan apa yang akan terjadi pada peta perpolitikan nantinya. Para ahli konsultan politik jauh lebih mampu meramalkan situasi politik di bumi rafflesia dikaitkan dengan kecenderungan massa dinamis dan massa statik yang mempunyai hak pilih. Ramalan-ramalan konsultan politik yang berkecimpung di dunia politik juga jauh lebih mendekati kenyataan dibandingkan dengan dugaan-dugaan kosong yang disampaikan oleh mereka yang mengaku orang pintar.

Hanya saja saya mendapatkan beberapa wejangan yang selalu di sampaikan kepada saya  berulang-ulang dari orang pintaWejangan dari balik lembah-lembah berkabut di puncak gunung

Beberapa hari ini saya out off office dari dunia online untuk sebuah perjalanan bathin menerawang masa depan hidup, tentang kehidupan saya di bumi rafflesia, tentang nusantara melalui kontak rahasia beberapa tokoh yang salah satunya datuk penjaga di Bukit kaba,  tokoh-tokoh ini mengaku memiliki waskita atau yang dikenal masyarakat umum sebagai orang pintar, dukun, orang sakti, kyai sakti, pendeta sakti, empu, tuan guru, palukutan, paranormal, ahli klenik, pakar mistik, kahin, ahli metafisika, wali berkaromah, dan berbagai nama lainnya.

Hei kalian pasti akan nyinyir, abis itu bilang nih orang sudah gila, hahahahah bisa jadi bertanya untuk apa melakukan pertemuan dengan mereka yang menjadi "penasihat spiritual" dari tingkatan Presiden, gubernur, bupati mungkin sampai kepala desa dan juga bahkan wong cilik tersebut.

Jawaban saya singkat, yakni karena dunia perdukunan merupakan bagian dari kehidupan keseharian sebagian besar rakyat Indonesia yang masih mudah dipengaruhi karena lemahnya intelektual, percaya diri, lemahnya jiwa/bathiniah, dan mudah berputus-asa, sehingga tidak mengherankan apabila persoalan-persoalan yang sesungguhnya dapat diselesaikan sendiri menjadi bahan konsultasi kepada para dukun tersebut. hahahaha, selain itu pada dasarnya, karena melihat baliho para politikus yang menampilkan slogan-slogan sepanjang jalan, dengan menebarkan janji palsu, muak dan bosan dan ingin tahu penerawangan mereka, tentang janjinya itu busuk apa palsu ? atau itu cara berdagang mereka.... hahahaha

Konon ceritanya bahwa hampir seluruh orang pintar di nusantara yang dikuasai mantan Presiden Suharto menunjukkan bahwa fenomena pengaruh dunia perdukunan masih cukup kuat di negeri tercinta ini. Dan beberapa teman pernah juga mengajak saya bertemu paa tokoh yang konon kabarnya guru spiritual soeharto, Terlepas dari faktor kebenaran dan pembuktian peranan para dukun tersebut, saya melihat bahwa gerak bangsa Indonesia sedikit banyak juga terpengaruh oleh dunia perdukunan.

Saya tidak bermaksud menyinggung perasaan atau keyakinan siapapun, namun saya merasa perlu untuk berbagi dengan seluruh anak bangsa Indonesia tentang perlunya membangun seluruh potensi diri kita masing-masing sesuai dengan kemampuan kita sehingga dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara. Padahal sangat sedikit orang pintar yang mampu menyadari dan mengkaji masa depan Indonesia berdasarkan kemampuan intelgensianya,

Kepada yang suka menipu, hentikanlah karena dosa anda akan terus menumpuk bertambah sebanyak orang-orang yang anda tipu.

Nasihat Pertama, jangan sekali-kali menjadikan "penasihat spiritual" sebagai pegangan hidup satu-satunya yang mengarahkan gerak hidup dan keputusan anda.

Pesan untuk para kandidat Gubernur dan bupati di bumi rafflesia, Bila anda termasuk orang yang kurang percaya diri atau lemah jiwa sehingga telah terjebak dalam dunia perdukunan, maka jadikan nasihat para dukun tersebut hanya sebagai salah satu alternatif atau semacam second opinion untuk mengkonfirmasi alternatif yang telah ada.

Berdasarkan pengalaman saya, memang ada sedikit orang-orang yang memiliki ilmu waskita yang benar-benar dapat memberikan masukan yang "tepat". Sayangnya orang-orang tersebut sangatlah sedikit mungkin hanya 1% dan biasanya tidak mempopulerkan diri sebagai orang pintar, malahan cenderung tersembunyi (Seperti yang saya temui di malam berkabut di lembah bukit kaba ini), dan Sekitar 5% ilmunya kurang dalam dan dapat memberikan masukan yang kadang benar kadang tidak benar, sedangkan sisanya adalah mereka yang mencari keuntungan dari lemahnya jiwa rakyat Indonesia secara umum.

Dengan demikian, probabilitas anda bertemu dengan orang yang sungguh-sungguh memiliki waskita sangat-sangat kecil. Prosentase terbesar yang akan anda temui adalah penipu-penipu ulung yang hanya bersandar pada dugaan-dugaan yang lama-kelamaan menjadi terlatih karena banyaknya pasien lemah jiwa yang berkonsultasi. Sadar tidak sadar, bahkan para dukun tersebut kebanyakan juga pandai menipu dirinya sendiri karena sudah terjebak dalam keyakinan bahwa dirinya memiliki waskita.

Perhatikan betapa maraknya kasus penipuan demi penipuan yang terungkap dan untuk anda ketahui kasus yang tidak terungkap adalah sangat-sangat jauh lebih besar lagi.

Nasihat Kedua, mulailah kembali kepada upaya meluruskan hati dan niat anda dalam kehidupan ini dengan memohon kepada gusti allah dengan bahasa yang lemah lembut menghaturkan harapan dan do'a anda. Mulai dengan langkah kecil, sedikit demi sedikit namun berkelanjutan hingga akhir hayat anda. Niscaya pada saatnya anda akan memiliki kewaspadaan yang luar biasa dalam hidup dan senantiasa menjaga diri anda dari perbuatan-perbuatan yang membahayakan hati, pikiran, dan tubuh fisik anda. Andaipun anda mengalami suatu persoalan yang berat, anda akan menemukan jalan keluar atau mampu menerima keadaan dengan hati yang tenang. Bahkan dapat saya pastikan derajat anda akan jauh lebih tinggi daripada mereka yang melakukan praktek penipuan dengan memanfaatkan lemahnya jiwa masyarakat. Singkat kata, jadilah manusia seutuhnya dengan jiwa yang kuat dan keyakinan yang mantap serta tetap berserah diri pada ketentuan Yang Maha Kuasa.

Nasihat Ketiga, ketika anda menjadi semakin kuat karena ketekunan dalam meluruskan hati anda, sebarluaskanlah pengalaman hidup anda tersebut tanpa mencari keuntungan. Tolonglah orang-orang terdekat anda agar mampu berdiri sendiri bersandar pada kekuatan diri dengan tetap berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Janganlah sombong dengan kemampuan-kemampuan yang murni lahir dari diri anda. Dengan keseimbangan kekuatan fisik dan bathin anda, maka anda akan mampu berkarya secara maksimal di bidang anda masing-masing dengan sandaran yang kuat kepada Yang Maha Kuasa.

Nasihat Keempat, dunia adalah tempatnya masalah sehingga kita pasti akan selalu menemui masalah dimanapun kita berada. Hadapilah masalah tersebut, jangan lari atau berlindung kepada hal-hal yang tidak masuk akal. Bersabar dan berserah dirilah manakala masalah tersebut anda rasakan sangat-sangat berat dan bertahanlah karena sungguh setelah kesulitan akan datang kemudahan.

Nasihat kelima, ingat ujung atau akhir perjalanan anda di dunia adalah kematian yang merupakan peralihan dari alam dunia ke alam berikutnya. Oleh karena itu, janganlah menghabiskan waktu untuk berbuat kejahatan atau hal-hal yang akan anda sesali saat kematian menjemput anda. Berkaryalah untuk dunia anda yang terbaik yang dapat anda lakukan, dan bersiap-siaplah untuk mengakhiri perjalanan hidup anda sewaktu-waktu dengan senantiasa berbuat baik dan berserah diri kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Nasihat tersebut diatas hakikatnya adalah juga nasihat untuk saya sendiri yang semoga dapat bermanfaat kepada seluruh calon-calon gubernur, bupati di bumi rafflesia, serta insani rakyat nusantara.

Bagaimana hasil pertemuan dengan para orang pintar?

Dapat disampaikan disini bahwa hampir tidak ada satupun orang pintar yang paham tentang dinamika global, regional, dan nasional dikaitkan dengan apa yang akan terjadi pada peta perpolitikan nantinya. Para ahli konsultan politik jauh lebih mampu meramalkan situasi politik di bumi rafflesia dikaitkan dengan kecenderungan massa dinamis dan massa statik yang mempunyai hak pilih. Ramalan-ramalan konsultan politik yang berkecimpung di dunia politik juga jauh lebih mendekati kenyataan dibandingkan dengan dugaan-dugaan kosong yang disampaikan oleh mereka yang mengaku orang pintar.

Hanya saja saya mendapatkan beberapa wejangan yang selalu di sampaikan kepada saya  berulang-ulang dari orang pintar tersembunyi yang senantiasa mengingatkan kita sebagai bangsa Indonesia untuk ingat jati diri dan jujur dalam menjalani kehidupan. Kesederhanaan hidup dan penerimaan diri terhadap dinamika kehidupan merupakan langkah ampuh untuk survive di dunia semakin dikuasai liberalisme dan ketimpangan sosial yang semakin tajam. Pesan singkat untuk para pimpinan di daerah ataupun pimpinan dipusat baik di eksekutif maupun legislatif adalah hentikan berbagai bentuk pencitraan yang lahir dari jiwa demokrasi yang kita impor dengan kesungguhan untuk mengabdikan diri untuk bangsa dan negara.

Jangan menipu rakyat bicara bombastis dengan janji-janji muluk yang tidak akan dapat anda penuhi karena akan melahirkan kekecewaan yang mendalam dan bahkan kebencian karena tidak mampu menerima kegagalan atau kemandegan. Lebih jauh lagi hentikan penggunaan asesoris kesederhaan dalam bentuk pakaian dan lain-lain untuk membungkus kebijakan yang tidak pro-rakyat. Atau dengan slogan-slogan dalam spanduk baliho anda,

Bumi rafflesia akan menjadi lebih baik apabila semakin banyak orang di tanah ini menjalankan nasihat yang saya sebutkan diatas. Bumi rafflesia akan menjadi lebih baik apabila pimpinan daerah kita menjalani kehidupan yang jujur dan sungguh-sungguh dalam mengabdi kepada bangsa dan negara sesuai dengan keahlian profesi di bidang masing-masing. Pencitraan adalah racun yang mematikan dalam demokrasi karena sangat-sangat menarik untuk membunuh cita-cita mulia kita menjadi bangsa yang bermartabat, adil dan makmur.

Catatan dari lembah-lembah sunyi di bukit kaba ini adalah hembusan kabut sekaligus menjadi bilah pisau .......r tersembunyi yang senantiasa mengingatkan kita sebagai bangsa Indonesia untuk ingat jati diri dan jujur dalam menjalani kehidupan. Kesederhanaan hidup dan penerimaan diri terhadap dinamika kehidupan merupakan langkah ampuh untuk survive di dunia semakin dikuasai liberalisme dan ketimpangan sosial yang semakin tajam. Pesan singkat untuk para pimpinan di daerah ataupun pimpinan dipusat baik di eksekutif maupun legislatif adalah hentikan berbagai bentuk pencitraan yang lahir dari jiwa demokrasi yang kita impor dengan kesungguhan untuk mengabdikan diri untuk bangsa dan negara.

Jangan menipu rakyat bicara bombastis dengan janji-janji muluk yang tidak akan dapat anda penuhi karena akan melahirkan kekecewaan yang mendalam dan bahkan kebencian karena tidak mampu menerima kegagalan atau kemandegan. Lebih jauh lagi hentikan penggunaan asesoris kesederhaan dalam bentuk pakaian dan lain-lain untuk membungkus kebijakan yang tidak pro-rakyat. Atau dengan slogan-slogan dalam spanduk baliho anda,

Bumi rafflesia akan menjadi lebih baik apabila semakin banyak orang di tanah ini menjalankan nasihat yang saya sebutkan diatas. Bumi rafflesia akan menjadi lebih baik apabila pimpinan daerah kita menjalani kehidupan yang jujur dan sungguh-sungguh dalam mengabdi kepada bangsa dan negara sesuai dengan keahlian profesi di bidang masing-masing. Pencitraan adalah racun yang mematikan dalam demokrasi karena sangat-sangat menarik untuk membunuh cita-cita mulia kita menjadi bangsa yang bermartabat, adil dan makmur.

Catatan dari lembah-lembah sunyi di bukit kaba ini adalah hembusan kabut sekaligus menjadi bilah pisau .......

Wednesday, July 31, 2013

Sebuah CURCOL dari waktu ke waktu : SENDIRI MENANTI, Takut Malu Bertemu, "Nanti Kalau Sudah Waktunya", Sederhana Saja..........

SENDIRI MENANTI 

Akankah kesendirian menemani saya seumur hidup?Ataukah sebaliknya.
Well.. buat yang merasa 'sendiri', saya punya cerita menarik. Ayo... move on !! Ini penting dilakukan, untuk menjaga jantung tetap sehat #apasih.

Maksudnya melupakan segala permasalahannya jika tak bisa kelahin hati, buang jauh-jauhluka dan amarahmu, ini move on versi gw” mungkin versi kamu, kalian, dia beda.

Ini adalah kisah hidup ditahun 2007 saat detik-detik droup out dari kampus tiba, dalam 1 semester dapat 3 surat cinta dari DEKAN.Tiba-tiba di kantin waktu saya sedang minum kopi hitam, seorang adik Tingkatduduk di sebelah. Membicarakan peringatan DO. Membicarakan seminar hasil.Mungkin dia salah bertanya pada saya.

Senior:“Aduh (do it), kerjain skripsi and sering-sering ketemu dosen pembimbing nih kuncinya cuy, ambo la sering nian dapat peringatan DO lagi, lagi pula kau ni baru semester 14,”
Tiba-tiba Saya tergelitik melihat ponselnya, ia banyak menyimpan foto wanita,macam tentara atau polisi lagaknya menyimpan biodata,

Senior“waduh kau nih menyimpan foto wanita banyak kali, sepertinya mereka adalahtarget operasi intelejen,u” ujarku dalam sendau gurau
Saya tahu dia seperti apa. Hidupnya tidak bisa 'sendiri' harus didampingi. Bahkan begandeng dengan 2 wanita itu biasa baginya, kalau 1 wanita barulah bertanya ..si anumana, yang itu gak bareng....
Senior : -Astaga... perempuan semua cuy

Adik Tingkat: Iya lah bang... itu kriteria ambo galo.

Senior “Cariinbuat abang dong cuy...buat menemani abang wisuda, masa 9 tahun kuliah tak ada pendamping....ntar
Adik Tingkat -*menelan ludah* “Hahaha... mana ada ambo punya kenalan selera abang kan tinggi, tenggoklah mantan abang lalu, tinggi besak, poteh, primadona fakultas tu bang, “
Senior : Sialan lu! Tau aja...
Senior : -Hahaha...cari tuh yang berkarakter, yang pintar and pekerja keras, kalau cantik ituhanya fisik saja biasa, tapi kalau kriteria itu ada semua namanya rezeky *tertawa*
Adik tingkat: “bang Mereka ini pintar dan pekerja keras. Buktinya, mereka bisa lulus UMPTN and masuk di kampus negeri, UNIVERSITAS NEGERI RAFRESIA
.Senior : -Iya deh... terserah elu.Hening....sambil meneguk kopi
Adik Tingkat : bang... lu gak minat pacaran lagi?
Senior  -Ha? Kuanpret....Ulangi? *serius ini gw budek*
Adik Tingkat: Pacaran? Bang....masih gak denger.....

Suasa didalam kampus pada melihat kami yang duduk di pojokan
Senior : -Oooh...*minum kopi dan lanjut menghisap rokok* ....Senior  : -Emang harus ya pacaran? Gw dahpernah rasanya gitu-gitu aja, berantem, kost-kost, r#nj$ng...bantui ngerjaintugas, nganter kesana, kemari, nemenin di lab.
adik tingkat : aje gile lo bang....Haruslah... kalau lu gak pacaran lagi entarnikah gimana?
Senior  -Hahaha.... gue akan nikah tapitidak saat ini. Serius. I Have dream

Senior  haduh Cuy *ditoyor habis-habisan pedes amatni omongan* kalau bukan kawan akrab dah gw sikat loe

Adik Tingkat:Ntar.. kalau lu gak nikah. Gak ada yang ngurus loh pas tua..
Senior  -Panti Jompo banyak coy... gakusah kuatir
Adik tingkat: Idih...
Senior  : -Dengerin ya.. planning masa depangue... gue akan kerja keras. Menabung. Gue akan membuat asuransi buat diri gue.Gue kuliah lagi, punya usaha sendiri, Kalau ada 'apa-apa' gue diurus asuransi.Gimana? ide yang bagus kan?
adik tingkat : PARAH LO bang!!! S1 aja 9 tahun apalagi S2,....kwkwkkw..

Senior  Sialan loe,,,,,namanya juga mimpi cuy...

Adik Tingkat: Bang Lu harusnya tau... move on lah bang, janur kuning sudah melengkung.Kalau masa tua lu sendirian gimana?
Senior : -Ah...berisik...
Adik tingkat: aduh bang muka lo serius amat. Becanda gue.
Eh.. tapitadi abang bilang apa? Asuransi? Ide yang bagus. =p


Senior : Sory cuy gw tinggal dosen-dosenpembimbing lah sudah pada datang.....iye lupa, gw boking satu tuh ya buatpendamping wisuda.....aje....gak buat macem2...oke.

Takut Malu Bertemu 

Sebenarnya yang paling menakutkan menyukai seseorang adalah bertemu denganorang itu sendiri. Takut keliatan jelek, takut salah ngomong, dan takut takutyang lainnya.apalagi saat ini takut dan malu bahwa saya pernah punya salah,Itulah mengapa aku sering menghindar sejauh-jauhnya. Karena ya itu tadi, takut.

Lebih baik tidak bertemu dan menyimpan perasaan dengan sungguh-sunggu.Daripada bertemu, kalau dia tahu. Malulah aku.

Pengalaman aku cukup rumit soal temu bertemu ini. Jika terpaksa harusbertemu dengan terpaksa, kalau bisa jangan sok lucu. Tapi ya mau gimana lagiaku kan emang lucu *skip*

Terus, kalau misalnya ketemu, kalau bisa jangan lama-lama. Tau dongrasanya. Deg deg juaaar... ngomong jadi belepotan gak jelas. Kaki seribupunberaksi. Melangkah dengan pasti. Meninggalkannya pergi. Sejauh mungkin.

Iya payah. Terserah deh terserah. Perasaan elo dulu play boy deh,kagak tau malu, malah sering kali ke GR-an

Namun sepengalamanku (lagi), saat ketemu tuh harus yah... minimal bersolekdikit lah... namun sesudah ketemu, taukah kamu, bahwa hasil bersolek sudahbubar semua. Apalagi saat foto bersama misalnya. Itu pasti jadinya jelek tiadaterkira.

Tapi gak papa... yang pasti suatu saat aku harus temui? Seharusnya malu dantakut bisa menjadi nomer sekian.

Tapi gak bisa. Itu sudah sulit sekali untuk diminimalisir.

Sekian post ngawur  malam ini. Pelukcium untuk seseorang disana yang masih tersimpan di hati, aku takut dan malu,namun ingin bertemu.

"Nanti Kalau SudahWaktunya" 

Gue senang mendengar teman-teman bercerita tentang perjalanan cinta mereka.Walau jenuh dan bergulat di cerita yang masih sama. Namun gue senangmendengarnya. Kisah mereka unik, mengulik dan membuat inspirasi.

Gue sebagai teman yang rese pun sering berkomentar. Membuat ulah dansaran-sarang yang gak masuk akal. Sekadar ikut nimburung, ikut tertawa, danikut men"cie-cie"kan.
Selebihnya gue diam.

Gue kadang-kadang berceletuk "yaelah... gitu doang" atau"ayo dong pastikan",
"mau sampai kapan sih?" atau "siapa lagi sekarang?"

Namun teman-teman gue baik semua. Mereka jarang beceletuk "Jomblosih", namun mereka lebih sering menggunakan kiasan yang lebih apik,misalnya "jack  sih dah gak adaperasaan"
Hem... separah itukah aku? Ini sudah kepala 3 belum juga berubah.

Selalu berkeluh kesah dalam kerindu, menaruh hati kepada si abstrak yang telahkutinggalkan dan meninggalkan dan entah apakah dia masih dapat ku lukiskanbayang wajahnya.

Selalu komentar sok bijak. Padahal komentarku cacat permanen.
Sebenarnya, gue sendiri sadar. Akan keberadaan si dia, sia dia, dia, diayang cuman ada di hayalan --"

Tapi gue gak berani berkespetasi tinggi. Gue gak berani berharap lebih.Karena sakit hati, sembuhnya gak cukup sekali atau gak cukup minum obat sehari3x.

Inspirasi cerita gue kadang-kadang dari masa lalu, yang sebenarnya nggakpernah menjadi awal. Sampai pada akhirnya, gue kadang-kadang memosisikan dirigue di antara mereka.

Bagaimana mereka tersenyum karena rindu, menangis karena sudah terlalupilu, dan tertawa karena dia lucu.

Gue mencoba memahami itu.
Namun.... pada akhirnya seorang teman berkata "nanti kalau sudahwaktunya, kamu akan merasakan seperti kita ky. Sekarang dengarkan kami sajadulu"

Lalu aku diam, berdoa, dan mengaminkan. Entah kapan waktu "itu":)

Aku merindukanmu.........

Sederhana Saja 

Malam ini, aku merasa sedang berbicara dengan seseorang di atas sana.
Aku baru saja memandang bulan lama sekali. Sambil menunggu angkutan umumdatang menjemput. (Dah hampir 5bulan tak kebut-kebutan dijalan menunggani si kebo atau si badak semuanya lagirawat inap alias turun mesin.)

Lama juga aku terpana dengan lampu-lampu jalanan, suara bising kendaraanberoda dua, harum asap sate yang mengebul dari pendagang kaki lima,hemmmkriuk-kriuk deru cacing dalam perut menggelora(suara perut yang kelaparan berharap masakan dirumah selalu menyapaku)dansuara hatiku sendiri.

Sudah pukul delapan malam lebih rupanya aku berada di sini. Aku senangmemerhatikan. Memerhatikan mereka yang bercengkrama sambil menunggu angkotdatang. Tidak lupa aku berdoa dalam hati. Semogajakarta kota kelahiranku, tempat aku mengadu tetap aman dan selalu baik hati, semogakamu dalam lindungan tuhan dalam perjalananmu pulang atau pergi, hati-hatihujan dan jalan lincin dimalam hari.

Aku merasa sedang berbicara dengan dia yang sudah pergi. Sudah pergimeninggalkan asaku yang tersisa. Aku rasa jika ada teori bumi itu bulat, perluditinjau lagi kebenarannya. Malam ini aku merasa bulan mengikuti. Bulan itu kansatelitnya bumi. Aku merasa satelit itu mengirim sinyal-sinyal kepadaku. Entahapa. Pesan itu belum kutangkap maknanya.

Bulan malam ini tidak bulat. Tidak juga sabit. Ia hanya putih. Namun putihyang tidak bersih.(mungkin efek hujan,panas,dan cuaca yang pancaroba ini, yang seharusnya saat ini sudah musim panas, namunhujan masih saja tiba tak di duga)Aku rasa itu sebuah lambang bagaimanahidup manusia. Abu-abu warna bulan itu, persis seperti warna yang tidak hitamdan tidak putih. Refleksi hidup manusia yang sedang dilanda kebimbangan.Bingung memilih.

Dalam lamunanku di pinggir jalan, sebenarnya aku ingin bertegur sapa dengansesorang di atas sana. Di samping sana, di depan sana. Di manapun. Sebenarnya.

Namun kala itu angkutan umum sudah datang. Aku naik. Mencari tempat dudukyang masih kosong. Duduk dekat pintu. Angin juga tidak kalah mengejar. Adapesan yang belum ia curahkan. Aku rasa begitu.

Ku simpan rapat-rapat, pesan angin yang berhembus lebih kencang. Sambilmenarik reselting jaket kusamku, Aku menunduk merenung dalam alunan dangdungyang diputar sang supir.

Oh! Ini dia kudapat pesannya. Lebih sering rendah hati. Lebih seringbersabar. Lebih sering lapang dada. Maka 'angin' yang menerpamu lama kelamaanakan semakin  berkurang.

Hahahah ternyata putaran balada dangdut tak selamanya harus seronok, harusbergoyang, cukup menggerakan ujung jempol kaki terasa nikmat juga iramanya.

Aku suka lambang-lambang semesta. Karena itu aku suka mendaki puncakgunung, membus rimba, sungai-sungai dalam lembah, arungi samudra dalam sampan,,telentang diatara butiran pasir, ya itulah aktivitasku dulu......aku rindusuasana-suasana itu suasana tempat pelarianku dan mencari pesan-pesan alam yangmemberiku inspirasi dalam Lamunan sesaat. Dan mungkin itu cara Tuhanmenunjukkan sebuah penerawangan dalam mewarnai hidupku. Sederhana saja. bukan

Saat ini Hanya satu yang bisa kuperjuangkanyaitu bahwa semua manusia sudah punya alur hidup masing-masing. Mungkin duluTuhan telah menyiapkan seseorang untukku, namun karna aku ngeyel dan memintasesuai kriteriaku maka Tuhan memberikan yang terbaik menurut Nya yang diberikanpadaku. Seperti itulah kira-kira alur ceritanya.
Dalam peraduan rasa sepi dan kesepian.

Dear Kamu 

Hai kamu. Sudah lama tak saling membalas. Tidak saling menyapa.Mengungkapkan asa.
Hai kamu. Jika kemudian kamu pergi dan aku berharap kembali, bolehkah akumenunggu dengan pasti. Jawaban tanpa sebuah bertanya. Perjuangan tanpa mengenallelah.
Bolehkah cara bertegur sapa yang terdahulu terulang kembali, tanpa ada rasacanggung dan malu.

Kesibukan kadang boleh menjadi alasan, mengapa setiap jengkal perpisahanharus segera dilakukan.

Sebuah penolakan kadang lebih menyakitkan ketimbang kembali berjuang.
Dan kadang... sebuah penyesalan tidak kalah mengerikan dibandingkanmengharapkan kembali.

Dear kamu yang sempat berjuang, bolehkah kutitipkan kembaliperkenalan yang sempat tertunda, terpendam cukup lama. Tidak pernah adawaktu yang tepat, ketika kamu menyampaikan perasaan. Tidak pernah ada titikyang berada di tengah secara nyata jika pada akhirnya kamu kembali pergi dan takkunjung kembali.

Dear kamu, padahal aku mengharapkan waktu dan titik ituhadir secara bersamaan.
Mungkin bukan sekarang, mungkin esok hari. Jika matahari mengerti kenapa iaharus bersinar cukup terik dan menyengat pada waktu yang tepat.

Bukan pada saat hujan di suatu gedung tua, dengan sebuah teka teki tanpatujuan dan jawaban.

Bukan pula pada saat ketidak siapan menunjukan rasanya.
Dear kamu berjuanglah, menyampaikan salam rindu padalangit ketujuh.

Semoga tidak “terlambat” lagi…

JULI 2013
…………….^$%^#^%^&%*&%^$%#$Jika aku pernah terlambat, aku ingin belajar untuk tidak kehilangannya lagi.
Jika aku selalu terlambat untuk meredam amarahmu, harusnya akubisa bicara mengutarkan masalahku dan mengajaknya untuk bicara terlebih dahulu dengan mengutarakan kata“mengapa”.

Jika aku memang terlambat untuk selalu menyampaikan bahwa akumengasihimu, aku tak ingin terlambat lagi menyadari itu. Aku takut jika sampaiterlambat menyampaikannya ketika rasa gengsi lebih besar dari egoku. Aku takutjika tidak menyampaikan hari ini.

Jika sekarang aku ada di dekatmu, semoga itu belum terlambatuntuk terjadi sekarang. Harusnya bukan masalah siapa yang pertama dan siapayang terakhir, tapi mungkin ketika tidak terlambat menyadarinya.
)*(&*^$%#@@#%^$&^%*&&^

Monday, June 10, 2013

Ceritaku Tentang Waktu : "Jika Waktu mulai bercerita "

Jika Waktu mulai bercerita 


Halo. Namaku Waktu. Aku bekerja selama dua puluh empat jam setiap hari. Aku diciptakan oleh manusia, yang lahirnya begitu saja, tanpa induk, tanpa ada proses pembuahan. Aku selalu bergerak detik demi detik, menit-demi menit, jam demi jam, hari-demi hari dan seterusnya dan aku tak pernah beristirahat. Sesekali penciptaku sering menyadari keberadaanku ketika melihat bajuku, yaitu sebuah jam, berangka satu sampai dua belas. Melihat celanaku, melalui kalender, yang mereka namakan bulan, jumlahnya juga dua belas. Aku heran, mengapa mereka suka sekali dengan angka dua belas. 

Aku mempunyai banyak sebutan di setiap negara. Di dunia aku sangat terkenal dengan nama panggilan time. Bahkan aku sering dijadikan bahan prinsip semua orang "time is money" kata mereka. Aku adalah uang. Wah... ternyata... manusia membutuhkan uang. Sedangkan secara tidak langsung, uang diciptakan olehku. Aku bangga. Penciptaku bahkan tidak mampu membuat uang, tanpa menghitungku terlebih dahulu. 

Manusia kadang membuatku menjadi tameng untuk melakukan tugasnya dan bahkan membenahi perasaannya."Biaralah waktu membunuh perasaanku" begitu kata manusia, atau kata seperti yang di ucapakan seseorang padaku" kesibukan akan membunuh waktu dan ber-irinngnya waktu berjalan akan membunuh perasaan sakitmu" dengan cara sok puitis. Sebenarnya aku tidak suka manusia membuat kata-kata seperti itu. Aku salah apa dengan mereka, sampai mereka menyuruhuku "membunuh". Aku tidak suka membunuh, aku lebih suka membuat damai dan membuat secangkir kopi hitam yang manis, supaya manusia mencicipi manisnya Waktu, dan bersyukur kepada Semesta telah bergandengan tangan denganku. Oh iya... mungkin saja manusia menyuruhku "membunuh", karena mereka memang lebih suka cara instan daripada “menikmati proses kesembuhan”. Aku kecewa dengan penciptaku. 

"Biarlah waktu menyembuhkan perasaanku" hem.. ini lagi.. buatan manusia yang hebat. Aku disuruh "menyembuhkan" mereka. emangnya aku dokter ! atau aku mungkin disangka dukun. Aku punya ramuan apa? Aku juga tidak tahu di mana bisa menemukan obatnya. Tapi "menyembuhkan" masih lebih baik, ketimbang aku disuruh "membunuh". Namun setidaknya, penciptaku harus tahu, aku hanya dirancang untuk bergerak dan menentukan kapan mereka berhenti atau melanjutkan aktivitas. 

Aku terkadang disalahkan karena memutus sebuah pertemuan, dengan gampangnya mereka mengatakan "memang sudah waktunya kami berpisah". Hey... Aku tidak minta kalian bertemu dan berpisah. Kenapa kalian mengatakan, aku adalah sumber dari semua kekacauan ini? Ah... sudahlah... Aku juga mempunyai tanggung jawab untuk membuat indah. Baiklah aku harus terus berjalan, biarkan manusia membenahi sendiri keadaannya. 

"Segala seuatu indah pada waktunya" Aku suka sekali kata-kata ini. Tentu saja bukan manusia yang membuat kata-kata tersebut. Kata-kata itu adalah buatan Pencipta Semesta. Pencipta Semesta membuat aku mempunyai tugas untuk membuat indah, artinya aku merupakan tolak ukur manusia melakukan yang baik. Aku membuat perjanjian dengan Pencipta Semesta agar aku bisa membuat manusia “tidak berhenti berharap”. Aku dan Pencipta Semesta merupakan teman sekerja yang baik bukan? 

Saat musim liburan, beberapa manusia menggunakan aku dengan baik. Namun ada pula yang tetap bekerja, belajar, dan berusaha. Zaman sekarang, aku merasa sedih dan kasihan kepada penciptaku. Aku membuat mereka sulit tidur di malam hari dan selalu bangun di pagi hari, tanpa mengerti datangnya matahari. Itu semua karena pekerjaan mereka harus diselesaikan sesuai kesepakatanku dengannya. "Pekerjaan ini harus selesai pada pukul sekian.

 Tanggal sekian. Bulan sekian. Tahun sekian". Aku kemudian merasa jahat setelah mereka terbelenggu karena aturanku (sebenarnya itu aturan mereka. Namun karena mereka memakai baju dan celanaku. Aku jadi terbawa-bawa)."ah aku jadi ingat angka 10 di kalender setiap bulannya yang selalu di kejar deadline". Aku membuat mereka sibuk. Seakan-akan semua mengejar uang, gelar, jabatan, dan yang paling menyedihkan mereka mengejar kesenangan. Tanpa peduli kesehatan, keluarga, dan sesama mereka. Aku bahkan tidak bisa berhenti untuk menegor mereka. Aku bergerak, membuat irama. Manusia merasa aku semakin cepat berlari. Padahal aku merasa sudah berjalan sesuai dengan aturan manusia. 

Mereka pikir aku diciptkan oleh mereka, padahal aku diciptkan oleh Semesta. Ketika Semesta menyuruhku berhenti, mungkin aku akan benar-benar mati. Seperti manusia kelak pada saatnya. 

Kalau Saja . Waktu . 
Kalau saja aku bisa mengubah waktu menjadi begitu sangat mudah dipahami. 

Kalau saja... Aku bisa memilih waktu mana yang baik untuk dikenang dan waktu mana yang harus dibuang. Kalau saja... Aku bisa menjaga segala sesuatu dengan baik, agar kehilangan tidak terjadi secara cepat, namun perlahan. 

Kalau saja... semua hal bisa ditelusuri tanpa mengenal batas. 
Kalau saja... Kamu tidak berlari lebih cepat dan aku merespon lebih lambat. 
Kalau saja... sebuah pertemuan dengan sejuta angan benar-benar terjadi. Dan waktu memilih. 
Memilih untuk bergerak, memilih agar segalanya terserak. 

Kadang waktu membutakan segala sesuatu. Bukan mata fisik, namun mata hati yang bergulir menari. 
Lalu siapakah yang dapat menebas semuanya. Pikiranku tidak mampu. Hatiku tidak sanggup. Dan ini bukan pekerjaan waktu. Karena waktu hanya bertugas berjalan, berputar, dan kemudian berlari kencang. Kita bahkan tidak mampu mendahului atau kembali. Kita hanya mampu bermimpi, kemudian berdiri dan pergi lagi. 

Saturday, May 18, 2013

Semua Orang Pernah Salah ! "Maaf jika anda kecewa"


Semua orang memang pernah salah, karena memang tidak ada manusia yang sempurna baiknya. Namun, juga tidak ada seseorang yang sempurna buruknya.

Semua orang diciptakan seimbang oleh Allah. Memiliki kelebihan juga kelemahan. Memiliki sisi baik juga sisi buruk. Manusia terkadang memilih sebuah jalan abu-abu. kadang tanpa sadar  memilih jalan hitam sampai akhirnya disadarkan  dengan sebuah teguran sehingga kembali ke jalan putih. mungkin saya salah satu orang yang berjalang di jalan kegelapan menuju jalan yg putih

yah... itulah manusia, tempat salah dan dosa. Tapi, kesalahan pulalah yang membuat manusia belajar . Kesalahan jugalah yang membuat manusia naik level dalam kebijaksanaan dan dalam menilai serta memandang hidup ini. "kata orang pintar agama"

Iya, jangan pernah remehkan kesalahan hanya sebagai "barang" kotor yang menjijikkan dan tak termaafkan. Tapi cobalah melihat sesuatu dari cara pandang kebijaksanaan. Yang dapat melihat bahwa kesalahaan adalah pelajaran paling mudah diingat dan diserap oleh manusia.

"Jadi, janganlah berbuat salah, bukan jangan pernah takut berbuat salah.
Jangan juga menganggap remeh sebuah kesalahan.
Jangan juga terpuruk dan menyesali sebuah kesalahan.
jadilah pribadi yang tangguh.

Pribadi yang cepat belajar dari kesalahan. Berjiwa ksatria untuk mengakui, meminta maaf, dan memaafkan diri sendiri.
Lalu segera instrospeksi, observasi dan evaluasi.
Lalu segera cari solusi ketimbang berpeluk dalam keterpurukan.
Carilah solusi yang mungkin, solusi yang baik.
Segera bangkit dan hadapi segala konsekuensinya.

kata-kata diatas merupakan kata2 bijak mario teguh, Namun pada kenyataan #MDRCCT

HIDUP TAK SEMUDAH COCOTE MARIO TEGUH , walaupun bagi saya ada hal2 positif yang bisa me-charge isi kepala dari kata2 MARIO TEGUH



Seseorang boleh jatuh. Seseorang boleh gagal dan terpuruk.
Tapi pastikan untuk cepat-cepat bangkit berdiri dan meloncat lebih tinggi. " ini kata2 teman, tetep semangat Jack" namun ada beberapa yang dulunya sahabat, teman satu-persatu meninggalkan' mencemooh,.....walaupun saat terpuruk dan menyesali sebuah kesalahan, saya lebih baik diam, membanthin.


ini adalah kesalahan pertama dan terakhir, paling tidak, besok2 ketika berbuat salah itu bukan kesalahan yang sama. dan dari proses ini saya mengerti tidak semuanya sahabat, teman tongkrongan, teman sekantor, dapat menjadi orang 2 dekat di percaya untuk berbagi !

Menjadi pribadi yang lebih baik, karena tidak pernah berhenti.
Karena kegagalan dan kesalahan terbesar dan tak termaafkan adalah saat kita jatuh tapi malas untuk kembali berdiri. Ada sebuah pertanyaan dalam hati yang hingga saat ini belum terjawab" awalnya saat mendengar kembali dai gaul ke sang khalik'

Dalam tausyiahnya mengatakan bawah takdir itu ada 2 takdir baik dan takdir buruk, manusia lebih siap menerima takdir baik ketimbang takdir buruk, contohnya ketika istri yang dulunya langsing cantik berubah menjadi gendut bawel maka sang suami berselingkuh, meninggalkan sang istri, itulah manusia yang tak siap menerima takdir buruk.


Hal di atas adalah contoh yg saya serap dr ceramahnya sang ustad, pada intinya saya menyimpukan bahwa Mengimani takdir baik dan takdir buruk, merupakan salah satu rukun iman dan prinsip ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Tidak akan sempurna keimanan seseorang sehingga dia beriman kepada takdir, yaitu dia mengikrarkan dan meyakini dengan keyakinan yang dalam bahwa segala sesuatu berlaku atas ketentuan (qadha’) dan takdir (qadar) Allah. artinya baik dan buruk yang di gariskan gusti allah siap tidak siap ya harus menghadapi "dalam bahasa jawanya"  Nrimo ing pandum"   "Dalam hidup ini tidak selalu kenyataan yang kita terima, sama dengan yang kita harapkan. Selalu ada hal-hal yang tidak kita sukai, yang tidak kita inginkan, yang nantinya ternyata adalah bagian dari pembelajaran dan pembekalan tentang kehidupan."
"

 "Apa yang ada, bahkan yang paling bertolak belakang dengan kondisi ideal yang kita inginkan adalah bagian dari
kehendak Sang Maha Hidup, Allah SWT". Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat
bertemunya dua hal yang yang sering kita maknai menyenangkan dan tidak menyenangkan (takdir baik dan takdir buruk)


ketika masalah atas kesalahan yang saya perbuat, ada setumpuk masalah yang datang silih berganti, dari kehilangan cinta dan mimpi, jatuh bagun usaha,  dan berbagai macam....sempat saya bertanya dalam doa, gusti allah jika ini cobaanmu berikanlah kemudahanmu dalam menyelesaikan segala masalah ini, dan jika hamba tak dapat menyelesaikan semuanya hamba kembalikan padamu,......dengan tawakal ihktiar hamba akan jalani' berjalannya waktu tetep aja satu persatu masalah datang dari musibah tabrakan, ditipu orang, kebanjiran "duh gusti ini cobaan apa kutukan"

Memang berat, tetapi….. tidakkah dengan hati iiklas dan  pasrah ternyata justru  menjadi lebih tegar saat menghadapi segala kesulitan ?.

Dan saya percaya ternyata ini semua adalah cobaanmu (Takdir yang engkau buat) sesungguhnya menyadarkan
bahwa apabila ada satu kesusahan, kesulitan atau masalah berhasil kita lalui, adalah ini bagian dari hidup yang
memang harus kita rasakan demi mendewasakan dan memperkaya khasanah batin kita, hingga membuahkan rasa syukur yang tulus…. Thanks to all my friends...

Wednesday, September 28, 2011

Kutukan Tuhan tentang kemiskinan di nusantara dalam Paradigma negara membangunan Pertanian




Di bawah ini adalah catatan kaki dari berbagai sumber, setidaknya menjadi bahan pemikiran bahwa kegagalan pembangunan RI di sektor pertanian sungguhlah terpuruk. berbagai macam tulisan saya rangkum bahkan  saya teringat saat menyusun PKL tahun 2006 yang membahas karakteristik petani miskin di salah satu desa di sekitar kawasan konservasi.

Hampir2x tanaman jangung saya membangun sebuah usaha dalam bidang pertanian, ternyata dilema-dilema yang pernah terbahas di bangku kuliah, baik mata kuliah pembangunan pertanian, ekonomi pertanian, pembiayaan perusahaan pertanian dll, ilmu-ilmu tentang pertanian, semua hanyalah text book, aplikasinya tergantung pada person masing-masing. dan wajar saja sekitar 20% sarjana pertanian mau kembali bekerja di bidang pertanian sisanya menjadi karyawan atau pegawain gajian. Karena Lembaga pendidikan tidak mampu menciptakan Sarjana yang mencetak lapangan pekerjaan. Dan wajar saja jika nasib petani tetap di ambang ke sejahteraan... bicara mampu menyekolahkan anak saja itu sudah alhamdulilah apalagi bicara kesejahteraan. ya itulah yg di hadapi bangsa ini.

Benarkah Sistem ekonomi INDONESIA mengacu pada Pancasila yaitu Sistem ekonomi pasar yang memihak pada upaya-upaya pewujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ?

Kemiskinan terus menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah Indonesia sebagai nation state, yakni :
sejarah sebuah negara yang salah memandang dan mengurus kemiskinan.

sejarah sebuah negara yang salah memandang dan mengurus kemiskinan.
KEMISKINAN
membuat jutaan anak-anak :
1.tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas,
2.kesulitan membiayai kesehatan,
3.tidak memiliki tabungan,
4.tidak mampu berinvestasi,
5.kurangnya akses pelayanan public,
6.kurangnya lapangan pekerjaan,
7.kurangnya jaminan social,
8.kurangnya perlindungan keluarga,
9.menguatnya arus urbanisasi

dan yang lebih parah, kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat, gagal memenuhi kebutuhan :
pangan, sandang dan papan secara baik.

Kemiskinan menyebabkan masyarakat desa rela mengorbankan apa saja demi keselamatan hidup
(safety life), yakni :

Mempertaruhkan tenaga fisik untuk memproduksi keuntungan bagi tengkulak lokal dan menerima upah yang tak sepadan dengan biaya tenaga yang dikeluarkan  (James C. Scott, 1981).

Pendek kata, kemiskinan di Indonesia, merupakan persoalan yang maha kompleks dan kronis.
Cara penanggulangan kemiskinan :
  • membutuhkan analisa yang tepat,
  • melibatkan semua komponen,
  • perlu strategi penanganan yang tepat dan berkelanjutan  (comprehensive, simultaneous and sustainable).

Sejak awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan.

Pada umumnya, partai-partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) juga mencantumkan program pengentasan kemiskinan sebagai program utama dalam platform mereka. Pada masa Orde Baru, walaupun mengalami pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, yaitu rata-rata sebesar 7,5 persen selama tahun 1970-1996, penduduk miskin di Indonesia tetap tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia tahun 1996 masih sangat tinggi, yaitu sebesar 17,5 persen atau 34,5 juta orang. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan banyak ekonom yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya mengurangi penduduk miskin.

Perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan pada pemerintahan reformasi terlihat lebih besar lagi setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Meskipun demikian, berdasarkan penghitungan BPS, persentase penduduk miskin di Indonesia sampai tahun 2003 masih tetap tinggi, sebesar 17,4 persen, dengan jumlah penduduk yang lebih besar, yaitu 37,4 juta orang.

Kemiskinan adalah fakta sosial yang nyaris absolut di Indonesia. Sejak zaman kolonial Belanda sampai sekarang, negara ini dikenal sebagai negara miskin. Data tentang kemiskinan sekarang, terlepas dari perdebatan tentang indikator, tidaklah membanggakan. Jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 17% dari penduduk saat ini yang 220 juta. Jumlah penganggur 10 juta orang.

Kemiskinan di Indonesia harus dilihat sebagai malapetaka kemanusiaan yang amat tragis. Bila di negara maju kemiskinan itu bisa relatif karena mereka memperoleh tunjangan sosial walaupun tidak memperoleh pekerjaan. Di Indonesia orang-orang miskin betul-betul kehilangan segala-galanya, termasuk harapan. Karena tidak ada jaring pengaman apa pun oleh negara yang mampu menolongnya.

Karena itu, dalam memerangi kemiskinan, haruslah dilakukan dalam dua persepektif. Pertama, negara harus menempatkan perang terhadap kemiskinan sebagai perintah konstitusi. Karena itu ketidakmampuan mengurangi jumlah orang miskin tidak bisa dianggap sebagai kegagalan biasa, tetapi kejahatan. Kedua, kegagalan pemerintah memerangi korupsi harus pula dianggap sebagai kejahatan. Hanya dengan begini negara dan pemerintah memiliki kewajiban yang imperatif. Tidak sekadar mengakui kegagalan.

“Poverty is not created by poor people. It is produced by our failure to create institutions to support human capabilities,” Prof.Muhammad Yunus, Pendiri Grameen Bank, Bangladesh. (Penerima Nobel Perdamaian 2006.) Dari pernyataan itu tersirat bahwa kemiskinan itu akibat kesalahan pembuat kebijakan dan keputusan dalam pembangunan negara yang tidak menyentuh kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan manusia. Kemiskinan merupakan buah dari salah urus dalam pengelolaan negara, dan tidak ada persoalan yang lebih besar selain kemiskinan.


NASIB PETANI MISKIN

Tanah subur, jaringan irigasi teknis, dan subsidi pemerintah nyatanya tak cukup untuk mengangkat hidup Entung (65). Puluhan tahun membanting tulang di sawah, ia akhirnya takluk oleh tuntutan kebutuhan hidup. Senasib dengannya, para petani gurem lain di Karawang, Jawa Barat, juga kian gamang menghadapi perkembangan zaman.

(sumber : BPS -Sensus Pertanian 1993 & 2003 dan proyeksi 2008) Keterangan : Pertumbuhan RTP [1993 – 2003] : 2,2% Pertumbuhan Petani Gurem [1993 – 2003] : 2,6% (sumber : BPS -Sensus Pertanian 1993 & 2003 dan proyeksi 2008) Keterangan : Pertumbuhan RTP [1993 – 2003] : 2,2% Pertumbuhan Petani Gurem [1993 – 2003] : 2,6%

Hingga tahun 2000-an, Entung adalah aktivis petani di wilayahnya. Ia menjabat Ketua Kelompok Tani Sri Rahayu di Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok; pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan Rengasdengklok; juga aktif di organisasi petani lain. Dengan beberapa ”kendaraan” itu, Entung aktif membela petani, seperti saat menentang kebijakan impor beras, kenaikan harga pupuk, atau soal harga gabah yang terpuruk.
Akan tetapi, kebutuhan keluarga mengubur aktivitas itu. Lahan seluas 2,5 hektar (ha) warisan orangtua, termasuk milik Tati (62), istrinya, dijual seharga Rp 65 juta-Rp 70 juta per ha. Tahun 2004, ia tak punya sawah lagi. Entung pun memilih mundur dari beberapa organisasi dan sejak itu mengandalkan hidup dari anak-anaknya.
Sumber: Kompas, 16 September 2010


(sumber : Kompas 6 September 2010) Catatan : Australia sangat yakin, bahwa penghentian import sapi bakalan akan diikuti import daging sapi beku,
NASIB PETANI MISKIN

Pasangan Iwir (60)-Endeng (50) memiliki kisah yang nyaris sama. Ketiadaan uang untuk membayar biaya sekolah anak, berobat, dan kebutuhan dapur memaksa Iwir menggadaikan 1 ha sawahnya di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, seharga Rp 15 juta tahun 1995. Hingga lima tahun kemudian, Iwir belum juga mampu menebusnya. Dan, keduanya harus bekerja serabutan sebagai buruh tandur (tanam), tukang ngarambet (pembersih rumput liar), atau buruh panen, sekadar untuk bertahan hidup.

Petani gurem lain di Karawang kebanyakan memperoleh lahan dari warisan orangtua. Karena itu, kepemilikannya pun mengecil. Seperti Cholil (47), petani di Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, yang mewarisi 0,2 ha sawah. Dengan 0,2 ha, Cholil biasa memanen 1 ton gabah kering panen (GKP) per musim. Jika harga gabah Rp 3.000 per kg GKP, pendapatan kotornya Rp 3 juta. Dipotong ongkos produksi sekitar Rp 800.000, Cholil tinggal mengantongi Rp 2,2 juta untuk hidup hingga empat bulan. Artinya, pendapatan Cholil Rp 550.000 per bulan. Ini jauh di bawah kebutuhan hidup layak tahun ini (berdasarkan survei Dewan Pengupahan Kabupaten tahun 2009) sebesar Rp 1,262 juta per bulan atau upah minimum Kabupaten Karawang 2010 sebesar Rp 1,11 juta.
Sumber: Kompas, 16 September 2010

Kita di Indonesia nampaknya membuat kekeliruan yang sama dengan yang dibuat oleh banyak negara berkembang lainnya........ Meskipun perhatian kita terhadap pertanian pangan sudah amat besar sehingga tercapai swasembada pangan, namun dana yang dicurahkan bagi industrialisasi jauh melebihi kewajaran dengan sekaligus kurang memper-hatikan pengembangan ”agribisnis” dan ”agroindustri” yang seharusnya merupakan bagian tak terpisahkan dari proses industrialisasi berwawasan pengembangan sumberdaya pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan. Kini perekonomian perdesaan kita masih dalam keadaan lemah. Ada semacam dualisme yang tetap bertahan, lebih-lebih dengan ”serbuan” teknologi maju di segala bidang. Penduduk perdesaan dewasa ini bekerja dan berjuang keras semata-mata agar bisa bertahan menghadapi arus komersialisasi yang amat kuat menekan kehidupan mereka. Maka tidaklah menghe-rankan apabila kemiskinan perdesaan masih tetap cukup memprihatinkan..............

Demikianlah cuplikan tulisan Prof. Mubyarto di tahun 1995, 1) pada saat beliau mengingatkan kita semua dalam ”menempatkan” posisi para pemikir di bidang ekonomi pertanian. Ada keresahan, ada keprihatinan, dan ada gugatan di dalamnya.

Dalam banyak hal, ilmu ekonomi pertanian memang dianggap telah banyak berjasa dalam mengungkapkan dan menganalisis berbagai masalah ekonomi dalam sektor dan bidang pertanian, memberikan ”andil” pada pemahaman masalah-masalah produktivitas dan efisiensi produksi pertanian serta sikap pemihakan pada petani. Akan tetapi, sampai saat ini ilmu ekonomi pertanian tersebut masih belum cukup mampu memecahkan masalah-masalah kemiskinan dan keadilan sosial. Bahkan di lain sisi, pengangguran tersembunyi yang merupakan salah satu sebab kemiskinan perdesaan, sering masih membingungkan ahli-ahli ekonomi pertanian.

”Tidakkah sudah tiba saatnya ekonom Indonesia mulai mawas diri dan mempertanyakan relevansi teori ekonomi Neo-Klasik Orthodox sebagai ilmu yang mendasari berbagai kebijaksanaan dan strategi ekonomi?”. Bahkan dihipotesakannya bahwa teori ekonomi Neo-klasik yang terbentuk di dunia Barat satu abad lalu hanyalah relevan untuk menganalisa sebagian kecil perekonomian kita dan tidak relevan bagi sebagian besar yang lain. Mengapa? Karena teori ekonomi tersebut tidak mempunyai ”moral” pemihakan pada rakyat miskin. Teori ekonomi Neo-klasik dinilai telah tidak begitu berkembang sebagai ilmudi negara kita, tetapi lebih kelihatan berkembang sebagai seni.
Kerisauan ini menjadi sangat relevan diungkapkan kembali, ---pada saat perekonomian kita berada disimpang jalan antara pertumbuhan dan keadilan---, mengingat bahwa teori-teori ekonomi Neo-klasik yang banyak menggantungkan pada kekuatan pasar untuk melaksanakan alokasi sumberdaya dalam masyarakat, justru telah mendorong dan menumbuhkan golongan ekonomi kuat, akan tetapi kurang mampu meningkatkan peran golongan ekonomi lemah.

Ungkapan di atas pada dasarnya merupakan kerisauan para ekonom pertanian di Indonesia, yang selain bekerja dalam aspek-aspek produktivitas, efisiensi dan pertumbuhan, senantiasa memulai peker-jaannya dengan masalah-masalah mendasar seputar kemiskinan, pemerataan dan keadilan sosial, yang (seharusnya) merupakan tema sentral studi-studi ekonomi pertanian dan perdesaan.

DILEMA DAN STRATEGIS

Penanggulangan kemiskinan yang selama ini terjadi memperlihatkan beberapa kekeliruan paradigmatik, antara lain pertama, masih berorientasi pada aspek ekonomi daripada aspek multidimensional. Penanggulangan kemiskinan dengan fokus perhatian pada aspek ekonomi terbukti mengalami kegagalan, karena pengentasan kemiskinan yang direduksi dalam soal-soal ekonomi tidak akan mewakili persoalan kemiskinan yang sebenarnya. Dalam konteks budaya, orang miskin diindikasikan dengan terlembaganya nilai-nilai seperti apatis, apolitis, fatalistik, ketidakberdayaan, dsb. Sementara dalam konteks dimensi struktural atau politik, orang yang mengalami kemiskinan ekonomi pada hakekatnya karena mengalami kemiskinan struktural dan politis.

Kedua, lebih bernuansa karitatif (kemurahan hati) ketimbang produktivitas. Penanggulangan kemiskinan yang hanya didasarkan atas karitatif, tidak akan muncul dorongan dari masyarakat miskin sendiri untuk berupaya bagaimana mengatasi kemiskinannya. Mereka akan selalu menggantungkan diri pada bantuan yang diberikan pihak lain. Padahal program penanggulangan kemiskinan seharusnya diarahkan supaya mereka menjadi produktif.
Ketiga, memosisikan masyarakat miskin sebagai objek daripada subjek. Seharusnya, mereka dijadikan sebagai subjek, yaitu sebagai pelaku perubahan yang aktif terlibat dalam aktivitas program penanggulangan kemiskinan.
Keempat, pemerintah masih sebagai penguasa daripada fasilitator. Dalam penanganan kemiskinan, pemerintah masih bertindak sebagai penguasa yang kerapkali turut campur tangan terlalu luas dalam kehidupan orang-orang miskin. Sebaliknya, pemerintah semestinya bertindak sebagai fasilitator, yang tugasnya mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki. Paradigma baru menekankan apa yang dimiliki orang miskin ketimbang apa yang tidak dimiliki orang miskin. Potensi orang miskin tersebut bisa berbentuk aset personal dan sosial, serta berbagai strategi penanganan masalah (coping strategies) yang telah dijalankannya secara lokal.

Strategi Penanggulangan Kemiskinan
Mencermati beberapa kekeliruan paradigmatik penanggulangan kemiskinan tadi, ada strategi yang harus dilakukan untuk mengatasi kemiskinan.

Pertama, karena kemiskinan bersifat multidimensional, maka program pengentasan kemiskinan seyogyanya juga tidak hanya memprioritaskan aspek ekonomi tapi memperhatikan dimensi lain. Dengan kata lain, pemenuhan kebutuhan pokok memang perlu mendapat prioritas, namun juga harus mengejar target mengatasi kemiskinan nonekonomik. Strategi pengentasan kemiskinan hen-daknya diarahkan untuk mengikis nilai-nilai budaya negatif seperti apatis, apolitis, fatalistik, ketidakberdayaan, dsb.

Apabila budaya ini tidak dihilangkan, kemiskinan ekonomi akan sulit untuk ditanggulangi. Selain itu, langkah pengentasan kemiskinan yang efektif harus pula mengatasi hambatan-hambatan yang sifatnya struktural dan politis.
Kedua, untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong produktivitas, strategi yang dipilih adalah peningkatan kemampuan dasar masyarakat miskin untuk meningkatkan pendapatan melalui langkah perbaikan kesehatan dan pendidikan, peningkatan keterampilan usaha, teknologi, perluasan jaringan kerja (networking), serta informasi pasar.


Ketiga, melibatkan masyarakat miskin dalam keseluruhan proses penanggulangan kemiskinan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi, bahkan pada proses pengambilan keputusan.
Keempat, strategi pemberdayaan. Kelompok agrarian populism yang dipelopori kelompok pakar dan aktivis LSM, menegaskan, masyarakat miskin adalah kelompok yang mampu membangun dirinya sendiri jika pemerintah mau memberi kebebasan bagi kelompok itu untuk mengatur dirinya.

Dalam kaitan ini, Ginandjar Kartasasmita menyatakan, upaya memberdayakan masyarakat setidak-tidaknya harus dilakukan melalui tiga cara, yaitu (1) menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang dengan titik tolak bahwa setiap manusia dan masyarakat memilki potensi (daya) yang dapat dikembangkan, (2) memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat, dan (3) memberdayakan pula mengandung arti melindungi. Untuk proyeksi ke masa depan sangat dibutuhkan upaya yang lebih efektif dalam mengatasi kemiskinan.

Pelajaran dari Pemenang Nobel Perdamaian 2006
Kemiskinan sungguh merupakan persoalan struktural yang kompleks. Pelbagai variabel senantiasa mengepungnya dari pelbagai penjuru. Birokrasi, misalnya, adalah salah satu variabel itu. Ini yang membuat ekonom seperti Prof Mubyarto meragukan penyaluran dana bagi kaum miskin melalui birokrasi. Beliau sebaliknya memuji program Inpres Desa Tertinggal yang memotong jalur birokrasi antara si miskin dan bank pedesaan (Kompas, 9/4/2005).
Saat dana dijemput dan dikelola sendiri oleh si miskin, risiko korupsi oleh birokrat desa mengecil. Persoalannya, siapa yang mengidentifikasi si miskin? Bukankah itu dilakukan aparat birokrasi? Kolusi antara birokrat desa dan bank penyalur dana amat mungkin terjadi.

Keprihatinan yang sama juga dirasakan ekonom asal Banglades, Muhammad Yunus. Menurut dia, kemiskinan diciptakan oleh institusi dan kebijakan yang mengitarinya. Reformasi institusional dan kebijakan karena itu menjadi kemestian dalam upaya pengentasan kemiskinan. Namun, reformasi birokrasi di negara dunia ketiga tidak bisa seketika dan menyimpan banyak kendala. Sebab itu, Yunus memperkenalkan sebuah institusi baru bernama Grameen Bank. Grameen Bank adalah bank alternatif yang bekerja di luar jalur birokrasi dan menyentuh langsung wajah si miskin. Bermula di Banglades, Grameen Bank kini sudah mendapat sekian banyak replika di pelbagai negara.
Filsafat manusia yang menopang Grameen Bank cukup menarik. Kemiskinan menurut filosofi itu bukan disebabkan absennya keterampilan (skill). Keterampilan tidak berbanding lurus dengan kualitas hidup seseorang. Dengan kata lain, keterampilan bukan ukuran posisi sosio-ekonomi seseorang. Filsuf Rawls menyebutnya sebagai hasil lotre alam. Keterampilan pun memerlukan dana untuk menatanya. Sementara orang miskin tidak memiliki cukup dana untuk itu. Kalaupun ada, dana itu berupa sumbangan yang tidak menuntut pertanggungjawaban, bahkan menciptakan ketergantungan. Padahal, menurut filosofi Grameen Bank, keluarnya seseorang dari kemiskinan menuntut inisiatif dan kreativitas.

Demi menunjang filosofi itu, Grameen Bank merancang kredit mikro berbasis kepercayaan bukan kontrak legal. Konkretnya, peminjam diminta membuat kelompok yang terdiri dari lima orang dengan satu pemimpin. Pinjaman diberikan secara berurutan dengan catatan orang kedua baru bisa meminjam setelah pinjaman orang pertama dikembalikan. Selain itu, kelompok peminjam dituntut membuat pelbagai agenda sosial yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Metodologi ini bukan sekadar berfokus kepada kemiskinan finansial, tetapi juga sosial. Ia dirancang guna mendorong rasa tanggung jawab dan solidaritas terhadap sesama peminjam dalam satu komunitas. Ini didaratkan pada tesis bahwa kemiskinan bukan semata disebabkan oleh kekurangan modal finansial, tetapi juga sosial.


MAMPUKAH PETANI INDONESIA BANGKIT DARI KETERPURUKANNYA....?
Jawabnya tanyakan pada sistem dan aktornya.....bila anda masih percaya pada instansi yang di bangun oleh negara.

Tunduk tertindas atau bangkit melawan untuk sebuah keadilan sosial #MDRCCT
Lentera Merah My web Lenteramerah https://pojoklenteramerah.blogspot.co.id/