Showing posts with label Pendaki Gunung. Show all posts
Showing posts with label Pendaki Gunung. Show all posts

Thursday, September 22, 2016

Mantra-Mantra Dari Balik lembah Belantara Rimba, Sebuah Kekuatan Bagi Para Pendaki.

Mantra-Mantra dari lembah-lembah, Sebuah Kekuatan Bagi Para Pendaki.

Aku masih ingat, saat masih sekolah dulu, tepatnya saat masih duduk di bangku SMP, Seorang Kyai bertanya padaku, "apakah kesukaanmu (Hobby) Mendaki gunung nak ?" "Enggih Mas yai", jawabku singkat. Seorang ustad muda yang baru saja lulus dari gontor tersebut tetap saja aku harus memanggilnya kyai, walaupun muda, namanya anak kyai tetap harus di panggil kyai, dan untuk beberapa tahun lama beliau menjadi guru ngaji keluarga kami.

Itulah awal perkenalan kami, dan saya memulai berguru dengan beliau, banyak hal yang beliau ajarkan, tentang mengenal Gusti allah sejatinya, bahkan dalam mengaji beliau tak mengajurkan untuk mengqatamkan alquran, " kamu pahami arti dan makna dari kitab itu, satu-persatu kau baca arabnya dan bacalah tafsir terjemahannya, agar kau paham isinya bukan sekedar membaca huruf arab" itulah pesan beliau .

sebuah rapalan matra beliau berikan untuk di amalkan disaat kau mulai perjalanan, pendakianmu, atau pengelanaamu, agar kau di lindungi gusti allah, bacalah di mulai dengan al-fatihah dan bacalah  ini 


أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A'udzu Bikalimaatillaahit Taammaati min Syarri Maa Khalaq  (HR. Muslim)
(HR. Muslim)

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.

Siapa yang membaca doa ini dengan benar, maka ia akan terlindungi dari berbagai gangguan, keburukan, dan kejahatan (seperti sakit atau pengaruh buruk) yang ditimbulkan oleh makhluk yang memiliki keburukan dan potensi jahat, seperti jin, manusia, dan selainnya, baik yang nampak atau tersembunyi sehingga ia meninggalkan termpat tersebut. Seperti sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Maka tak ada sesuatupun yang membahayakannya sehingga ia beranjak dari tempatnya tersebut."


Buat saya doa itu adalah penuntun dalam perjalanan, pernah kami tersesat, atau pernah saya merasakan dinginnya badai yang menerpa tubuh kami di antara onak duri yang entah saat itu kami berada dimana,

Seorang senior menegurku, "boy ngapain komat kamit kelak ke sapo", aku tetap membaca doa-doa tersebut dalam hati sambil cengegesan. hehhehehe. Alhamdulillah hujan berhenti dan kami bisa menemukan camp.

Pernah juga di saat kaki kami sudah luka-luka, bahan logistik tinggal 1x makan, dan perjalanan balik masih 4  karvak lagi, yang di logikan gak masuk akal, dalam 3 jam bisa menembus hingga menemukan pondok-pondok perambah. Semuanya terlindungi atas doa-doa yang di mohonkan untuk perlindungan kami, Alhamdulillah semua di IJABAH.

Jika seseorang melakukan sebab syar'i (doa ini) yang diajarkan Nabi, lalu tidak didapatkan manfaatnya, maka itu bukan karena doanya yang ada cacat, salah atau tidak benar. Tetapi karena adanya mawani' (penghalang) dari dikabulkannya doa tersebut. - BUKAN karena doanya tidak mujarab, Maka hendaknya  introspeksi diri dan mencari tahu apa yang menghalangi dari terkabulnya doa perlindungan yang dibacanya tersebut. Mungkin, karena makanan yang tidak halal, banyaknya kemaksiatan yang dikerjakan, atau mungkin masih ada durhaka kepada orang tua. Wallahu Ta'ala A'lam

Lalu bagaimana jika saya pendosa ? gusti allah mboten sare dan maha tahu, asal bersungguh-sungguh dalam pemohonan pertolongan kepadaNYa.

"Tuhan, selama ini aku jarang berdoa padamu, tapi aku janji kalau Kamu menolongku, aku akan rajin menyembahmu" dan segeralah mengambil wudhu lakukan pertobatan.

Doa-doa yang dipanjatkan adalah mantera kekuatan dan perlindungan bagi para kita para pendaki," gunung adalah tempat suci, di mana gusti allah Menampakan Diri kepada Nabi Musa, dalam sebuah ayat di sebutkan "Gunung menjadi tempat Allah SWT memperlihatkan kebesarannya dan menyadarkan Nabi Musa AS untuk bertaubat. Ini dijelaskan dalam surat (QS: Al-A'raf Ayat: 143)

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". (QS: Al-A'raf Ayat: 143)

Allah SWT begitu mengingatkan begitu pentingnya gunung bagi kehidupan umat manusia. Bahkan Allah menyebutkan gunung dalam Al-Qur’an. Semua ciptaan itu ada tujuannya agar manusia sujud pada penyembahan yang sebenarnya.  Semoga informasi ini menginspirasi dan terimakash sudah membaca.

DOA SEORANG PENDAKI, by sahabat pendaki #Emilwe


Tuhan,
kali ini aku mendaki gunung yang sedemikian tinggi.
aku tahu,
aku membawa beban yang berat.

aku tahu,
aku membawa tanya yang sedemikian sarat.

tapi dengan namaMu,
setapak demi setapak ikhlas aku jalankan.

tapi dengan rahmatMu,
kasar dan jalang, ikhlas aku tempakan.

aku tahu mungkin menemui angin dingin,
ganas badai -jurang -atau juga jalan yang licin.

beri aku ketabahan -beri aku kekuatan -beri aku jalan,

hingga suatu ketika :
ijinkan aku menjejakkan kaki disana,
di puncak tertinggi.

melihat cahaya merah matahari terbit,
duduk ta’zim dalam genggaman -diriMu
yang menganugerahkan kepuasan dan ketakjuban,
sampai sedemikian dalam.

Amin.

Monday, January 11, 2016

Pengalaman Seru Bertemu Mahluk Halus Di Dalam Hutan.



M : Broo bangun bro suara apaan tuh,... 

P: aiidah ganggu aja loe, 

M : Denger tu, denger suara apaan, merinding gw...neh,

P: ya elah itu suara gamelan orang nyanyi sindenan, biasa aja kali, dah gw tidur lagi....

M: oiii bangun, secara itu suara kedengaran jelas gitu cuy... sereeemm oii.

P : krasak krusuk... bongkar reselting sleping bag, haduh loe nakutin aja gw juga kepikiran neh, tu suara makin santer aje... secara dusun di bawah kagak ada orang jawanya, tu kampung di bawah orang pasmah sama serawai semua,

M : iyee juga cuy, haduhh mana ni bekabut lagi cuy gw pindah tengah tidur cuy,

P : kagak ah enak aje... bangunin tuh bang jack.... nyenyak amat tidur.

M: bang.. bang, oii bang jack bangun.... denger tu suara gak...

Bangjack: hmmm apaan euui masih jam 2 dah oada bangun, ntar jam 5 baru naik, ganggu aja nih,...

P : oii jack bangun tu suara makin santer, suara gamelan orang nyinden,

Bangjack : masa sih... huaaaa(Nguap Mode On) haduhhh mana korek jadi mau ngudut neh, suara apaan lagi loe pada ketakutan gitu.

M : nih korek bang, itu suara gamelan sama sinden...tughh dengerkan bang.

Bang jack : krekkk membakar rokok kretek, menarik nafas .... hmmm mantab, cuyy kompor mana, buat kopi cuy, tu oisang hutan di goreng aja, ehh iya tu suara musik kenceng banget.... hiii seremmm

P : aduh pake acara masak masak segala lu jack,

Bang jack : trus mau apa, mau nungging, narik sleeping bag, mau kabur turun kebawah, jauh lagi jalannya, yaa anggap aja tu musik gamelan penghibur, tuh dengerkan lagunya yo ing tawang enten lintah.. cah ayu... tuh sindennya pasti waljinah.

M: aissdah abang nih,
P: serius tuh suara makin deket aja.... eh kenapa nih bivak kebuka .....cuy makin kenceng suaranya cuy....gw deket lu dah, kalau ada yang nonggol gw siram pake nih minyak goreng panas

Bangjack : iya cuy.... angkat dong pisang gorengnya gosong tuh,....

M : BANG ... ADUH loe mentang2 senior jangan gitu dong.... gw juga takut nehh. Mana suara gamelan tuh makin nyaring lagi

Bangjack : iye broo suaranya kenceng nih HP gw loadspeker MP3nya, denger neh waljinah nyanyi....

M dan P, kampret loe yeeee ngerjain orang aje..... makan tuh pisang batu goreng, mana alot lagi. Dasar jawir.

Bangjack: kalau tuh lagu batak baru gw mikir cuy, kite agak ada bataknya yang ngikut, si ucok sinaga masih di perantauan.

mendaki gunung tinggal kembali pada ingsun (Niatnya), para leluhur dan roh halus akan murka jika kalian membuang sampah atau berak sembarangan, toh jika niat sudah baik masih ketemu itu berarti bonus, ajak ngopi2 sapa tau mau angetin badan juga,

Friday, November 13, 2015

Menu Sup Teri | Terjebak Dalam kabut Di Belantara Bukit Barisan

Menu sup teri | terjebak dalam kabut dan derasnya hujan di tengah belantara bukit barisan | MountPatah 2015, D-4
Ini sepenggal catatan perjalanan yang saya tulis dalam notes HP, sedikit ketawa ketika membaca dan mempostingnya.
Malam ini adalah malam ke sekian kalinya kami terpaksa membuat bivac darurat karena tiba-tiba di hantam hujan yang sungguh membuat beku urat urat nadi di ujung ruas jari.
Jam tangan masih menunjukan pukul 13.20, pergerakan gunung hutan masih tersisa kurang lebih 3,5 jam untuk mencapai target koordinat harian, tapi sepertinya bukit inilah yang menjadi lokasi camp bermalam dalam benakku, sedikit melongok keluar bivac tampak di bawah bukit ini jurang yang dalam dan aliran sungai di seberang dan sisi kiri bivac, deras berwarna coklat
kehitaman.
Vegetasi penutup masih sangat lebat, pohon pohon masih berdiameter 3 kali pelukan orang dewasa, menandakan bahwa perjalanan hari 4 ini tim masih berada di punggungan yang di apit sungai cawang kidau (kiri) dan cawang keruh, prediksiku jika sudah melintas sungai cawang kiri dan menaiki punggungan itu ketinggian mencapai 2000 mdpl dan masuk ke vegetasi hutan lumut.
Gps menunjukan bukit ini berketinggian 1850 mdpl inilah camp kami beristirahat sejenak setelah makan siang, dan menghirup kopi sambil menunggu hujan mereda.
Tak lama usai kami makan hujanpun reda dan segera mungkin membongkar bivac darurat, perjalanan diteruskan dengan menuruni jurang dan menyeberang sungai yang tampak dari atas bukit tadi, tak dalam hanya sepinggang tapi batuan batuan vulkanik ini sungguh licin.
Dalam peta koordinat menyebutkan ini adalah aliran sungai cawang keruh. Setelah menyerang sungai dan menaiki bukit kemudian menemukan anak sungai kembali yang warnanya hitam pekat.
Dagdigdug insting liarku memberikan tanda tempat ini sedikit misterius, saat kaki memulai langkah sambil menebaskan parang, ternyata areal ini adalah hutan rawa, kakiku terjebak lumpur setinggi lutut, penasaran kubuka peta kontur dan peta digital, karena seting areal jalur tak ada tanda tanda melewati jalur rawa.
Dalam peta tak menyebutkan areal ini merupakan rawa, pikiran positif ku mengatakan inilah hutan hujan basah dan memang benar benar basah, baru 20 menit kami bergerak menerabas ranting dan onak duri, guyuran hujan tiba tiba kembali membasahi tubuh kami.
Aku bakar rokok jarum merah terakhir yang mati, berlindung dengan ponco sambil diskusi dengan tim, " boy balik arah, ke camp bivak lagi," yang belakang ambil alih RPJ ujarku"
Bergegas kami menyeberang sungai, karena ternyata di hulu telah hujan lebat, sungai sepertinya meluap, webbing dari masing masing ransel keluar membuat simpul untuk penyeberangan basah, tak lagi sepinggang tapi se dada, dingin dan sangat dingin menggigil ketika berhasil menyeberangi sungai.
Danlog (komandan logistik) mengatur menu makan malam, padahal masih menunjukan pukul 15.30, tapi guyuran hujan dan rendaman air sungai tadi membuat perut kami lapar.
Terlelap kami masing masing selepas magrib, tersadar guyuran hujan semakin deras, terdengar samar samar suara deru pesawat di atas tenda kami keyakinanku menunjukan sekitar jam 8 malam, mulai satu persatu rangtang dan alat masak kembali berbunyi, menjadi kebiasaan sajian menu penghangat tubuh di malam hari, danlog akan selalu meracik ramuan penghangat jiwa, bawang merah, bawang putih, di campur ikan teri, lalu di tambah sayuran hutan, umbut rotan dan jantung pisang hutan, sedikit garam dan bumbu instan.
Sebuah kenikmatan dalam kehangatan dan dahaga di tengah rimba belantara yang berkabut. Di tengah deru rintik hujan yang deras, hirupan rasa kuah ini menjadi penutup malam malam kami selama 10 hari, dan tiap malam racikan ini selalu menjadi teman kami penghantar tidur malam.

Wednesday, November 11, 2015

Berhenti Berpetualang ? #Gantungransel euui


Ini adalah pertanyaan kepada temen2 yang dulunya gila naik gunung tiba-tiba berhenti begitu saja dunia dunia petualang yang hampir separuh waktu umurnya digandrungi.

Hai pendaki !!

Dah merasa tua loe ? Apa napas udah 123 alias ngos ngosan, eh tu tas pinggang semakin penuh aja isinya, kurang ke gunung ntuh .

Sory bro biasa nih bawaan gak gendong ransel lagi tapi gendong anak, sorry bang laki gue gak nyuruh, aduh bini gw bawel cuy, ransel gw di umpetin hmm ternyata itu ragam alasanya, ye. Hohooo.

Suatu saat gw kayak begitu juga nggak ye ?

Pesen seorang kawan, yang menjadi guyonan saat packing peralatan di sebuah camp.

Kerjaan kita nih 1 bulan (30 hari ) kerjanya 10 hari di hutan 10 hari dengan keluarga 10 hari masuk hutan lagi. Kalau telat masuk hutan demam jack, apalagi telat keluar dari hutan sehari aja, haduh ... pusing kepala, ujar seorang polhut yang tak mau di sebut namanya.
 — feeling goofy.

Sunday, November 8, 2015

Sebuah lagu tentang Pecinta alam

Bagi para pendaki gunung yang memulai karier mendaki di dekade tahun 80 - 90an pasti inget lagu ini, Kalau saya kenal lagu ini di kala SD, denger dari Prambors and koleksi para senior , tercipta dari ‪#‎LCLR‬ RADIO ‪#‎Prambors‬
EMANG JADUL, bahkan bisa jadi gak ada yang pernah denger lagu ini. dan kayaknya di jaman kekinian gak ada lagi cipta lagu yang bisa sampai populer seperti tembang tembang finalis LCLR...
"PECINTA ALAM" (Idaman Bhakti M) oleh : Dhenok Wahyudi
Angin berhembus di senja hari
Membelai bunga debu menepi
Sepanjang jalan engkau susuri
Bertekag do'a hati yang jernih
Sungai dan laut gunung yang tinggi
Hutan belukar lembah berganti
Tiada henti kau jelajahi
Panas membara dingin mencekam
Tapi tekadmu tak pernah padam

Thursday, October 29, 2015

Eksplorasi Danau - Danau Vulkanik Di Atas Bukit Barisan


Menarik untuk di explore, danau-danau di diatas #bukitbarisan yang membentang di Propinsi Bengkulu dari ujung Mukomuko sampai ujung kaur, membelah hutan tropis yang tersisa dengan rata-rata ketinggian danau 2000-2500 mdpl. #cerukan #bekas #gunungapi di #Tapalbatas

#NEXTPROJECT to #EXPLORE

Thursday, March 12, 2015

Hai Wanita, Apakah Kalian Pendaki Gunung ?

 

Apakah wanita mampu mendaki gunung?
Apakah kamu juga mampu mendaki gunung? Kenapa?
Apakah mendaki gunung hanya dapat dilakukan oleh saya kaum para pria saja?


Menurut catatan banyak kaum wanita di dunia, dan juga di Indonesia membuktikan  tangguh  dan  ulet  mendaki gunung seperti halnya kaum pria. Bahkan prestasi para wanita yang berusia antara 40-50 terbukti benar-benar tangguh dan ulet berprestasi.

Dengan demikian, mendaki gunung adalah kegiatan yang dapat dilakukan oleh semua pihak baik laki, wanita, tua ataupun muda. Semua itu tergantung pada kesiapan kita baik fisik mental maupun naluri. Semangat dan tekad merupakan hal utama bagi diri kita masing-masing, yang terus berusaha agar yakin bahwa kita akan mampu mel- akukan jauh lebih baik dalam pendakian selanjutnya.



Mendaki gunung merupakan kegiatan olahraga yang sangat menyenangkan, untuk kesehatan maupun untuk kepuasan  batin.  Hobi  pendakian  gunung,  sebagaima- na kegiatan di dalam alam bebas lainnya, selalu penuh petualangan yang menantang dan ekstrim. Pemahaman medan dan rute perjalanan merupakan hal yang sangat penting di perhatikan. Paling tidak dalam satu kelompok pendakian gunung perlu ada lebih dari satu orang yang benar-benar menguasai medan dan rute pendakian.

Dengan demikian mendaki gunung bisa dilakukan oleh siapapun baik Pria, Wanita, Tua dan Muda. Semua itu tergantung dari kesiapan fisik mental maupun naluri. Semangat merupakan hal yang paling penting yang harus diterapkan agar kita bisa jauh lebih baik dari pendakian-pendakian sebelumnynya. Untuk melakukan kegiatan ini diperlukan persiapan yang matang, baik fisik maupun mental, perlu diperhatikan perbekalan yang di bawa oleh pendaki antara lain tas ransel ( carier ), slipingbag, jaket, jas hujan, senter, sepatu tracking pakain ganti dan yang paling penting adalah tenda untuk bermalam.

If you cannot understand that there is something in man which responds to the challenge of this mountain and goes out to meet it, that the struggle is the struggle of life itself upward and forever upward, then you won't see why we go. What we get from this adventure is just sheer joy. And joy is, after all, the end of life. We do not live to eat and make money. We eat and make money to be able to live. That is what life means and what life is for.” 

Jika Anda tidak dapat memahami bahwa ada sesuatu dalam diri manusia yang merespon tantangan gunung ini dan pergi keluar untuk memenuhi kebutuhan itu, bahwa perjuangan adalah perjuangan hidup itu sendiri ke atas dan selamanya atas, maka Anda tidak akan melihat mengapa kita pergi. Apa yang kita dapatkan dari petualangan ini hanya semata-mata sukacita. Dan sukacita adalah, setelah semua, akhir kehidupan. Kita tidak hidup untuk makan dan menghasilkan uang. Kami makan dan membuat uang untuk bisa hidup. Itulah yang berarti hidup dan untuk apa hidup ini .

― George Mallory, Climbing Everest: The Complete Writings of George Mallory

“The harder you fall, the heavier your heart; the heavier your heart, the stronger you climb; the higher your pedestal.” ― Criss Jami, Killosophy

"Semakin keras Anda jatuh, hatimu yang berat; jantung Anda lebih berat, semakin kuat Anda naik; semakin tinggi kaki anda menapak. "- Criss Jami, Killosophy

Climb every mountain, ford every stream, follow every rainbow, 'will you find your dream.

Dian Fossey
Ada sosok yang memberikan inspirasi saya, soal pendakian soal profesi dan soal keberanian, dia sosok wanita hebat. dialah wanita petualang yang menginspirasi saya, dia wanita biasa-biasa dia bukan pendaki tapi dedikasinyaluar biasa dalam pekerjaan dan profesinya sebagai peneliti Gorila, dialah Dian Fossey, seorang ahli zoologi terkenal karena penelitian gorila di hutan pegunungan Rwanda dari tahun 1960 hingga tahun 80-an, dan Dian Fossey pantas disebut pahlawan dalam perlindungan gorila di dunia  Hidup di pedalaman pegunungan Rwanda afrika yang saat itu dilanda konflik perang saudara, bersama gorila gunung hampir dua puluh tahun. Dia mendedikasikan separuh sisa hidupnya dan meninggal karena dibunuh karena usahanya untuk melindungi kelestarian GORILA. Diana melihat masa depan yang suram bagi populasi gorila di alam karena perburuan yang tidak terkendali, dan dia membuat misinya untuk membawa perhatian dunia terhadap penderitaan gorila gunung yang tersisa.



 Sengaja saya menulis ini, agar berpikir apa yang kamu senangi dengan hobby mendaki atau petulanganmu tak hanya pelampiasan bahwa kamu sebagai wanita bisa dan sanggup mencapai puncak, melawan segala ketakutan kebanyakan wanita-wanita mall, wanita-wanita yang biasa memanjangkan alis mata.

Bahwa kalian adalah wanita super dan wanita hebat dengan segala aktivitas petualanganmu, namun lebih hebat lagi jika di saat kamu berpetualang, disaat kamu mendaki ada karya yang kamu hasilkan, karya itu dapat tertuang bagaimana kalian dapat mengabdikan pada tempat kalian beraktivias, habitat dimana kalian temukan burung-burung, bunga-bunga dalam rimba belantara, ikan-ikan diantara terumbu karang itulah "karya yang harus kalian ciptakan, bukan soal pendakianya", dan hingga semua itu akan datang pada suatu massa, sumur dapur dan kasur yang akan kalian hadapi sehari-hari, kalian punya cerita pada anak-anakmu bahwa bunda adalah bukan pendaki gunung biasa.

for all my brother and sister 
Lentera Merah My web Lenteramerah https://pojoklenteramerah.blogspot.co.id/