Showing posts with label #MDRCCT. Show all posts
Showing posts with label #MDRCCT. Show all posts

Sunday, August 28, 2016

Kegagalan Propaganda dan Agitasi Pemimpin Organisasi : Ciptakan Gerakan / organisasi Kekimcil-kimcilan

Menurut kamus Oxford, mengagitasi adalah “membangkitkan perhatian (to excite) atau mendorong (stir it up)”, sedangkan propaganda adalah sebuah “rencana sistematis atau gerakan bersama untuk penyebarluasan suatu keyakinan atau doktrin.

Membangun organisasi di perlukan agitasi dan propaganda agar isu organisasi ataupun visi dan misi organisasi dapat tercapai.

Agitasi dan propaganda adalah“cara” berkomunikasi yang ditujukan untuk mengubah sikap, pendapat, dan perilaku orang lain seperti yang diharapkan oleh komunikator (pengirim
pesan).
Agitasi memfokuskan diri pada sebuah isu aktual, berupaya ‘mendorong’ suatu tindakan terhadap isu tersebut. Propaganda berurusan dengan penjelasan gagasan-gagasan secara terinci dan lebih sistematis.

“Seorang propagandis menyajikan banyak gagasan ke satu atau sedikit orang; seorang agitator menyajikan hanya satu atau sedikit gagasan, tetapi menyajikannya ke sejumlah besar orang"

Namun sangat jarang, organisastoris saat ini paham tentang apa itu Propagan dan agitasi, dalam benaknya adalah pembenaran dan ingin menang tanpa pernah melihat proses menang sudah sesuai dengan tujuan organisasi. Hingga pada akhir gerakan organisasi bisa di tebak kedepannya.

Intropeksi Kegagalan 

Dia yang Benar, yang Lain Sesat

Dalam hal mengambil pilihan strategi perjuangan, membangun bentuk organisasi, orang atau lembaga yang kena penyakit ‘kekimcil-kimcilan’ biasanya merasa paling benar sendiri. Padahal pilihan isu, strategi, dan bentuk organisasi selain berdasarkan atas analisis situasi, juga berdasarkan atas kapasitas, letak, dan domain lembaga tersebut.

Di era seperti ini, di zaman kapitalisme mutakhir, tidak bisa lagi Seseorang atau sebuah lembaga memaksa atau menyalahkan isu yang diambil oleh orang atau lembaga lain.

Demikian juga dalam berbagai strategi advokasi. Ada beragam cara. Semua sesuai dengan konteks, level, dan proses yang telah dijalani. Ada kiat-kiat bernegosiasi dengan situasi. Tidak perlu disalah-salahkan. Yang paling tahu strategi yang tengah dijalani sebuah lembaga adalah lembaga itu sendiri. Tidak usah sok tahu. Sebab risiko dan apapun yang bakal terjadi, dialah yang akan menanggungnya.

Main Fitnah, Suka Desas-Desus, Hobi Ngerumpi

sering sekali saat ini mendengar fitnah, atau hasutan, yang menyalah-nyalahkan seseraong atau sebuah lembaga, bahkan lembaga negarapun kerap jadi sasaran fitnah.

Hal ini karena punya pemahaman bahwa lembaga lain atau pemimpin itu adalah salah dan lembaganya yang paling benar, maka metode propaganda yang dilakukan biasanya lewat fitnah, desas-desus, dan rumpian kosong. Hobi sekali ngomongin kejelekan lembaga lain. Konsisten sekali memfitnah teman sendiri. Adol jare kulak jare. Mendengar dari orang, tidak diverifikasi, diolah sendiri, digoreng, diedarkan ke mana-mana sebagai sajian gosip.

Padahal di dalam strategi besar sebuah perang, ada adagium: perkecil musuhmu, perbanyak kawanmu. Lembaga yang berpotensi untuk diajak berkolaborasi mestinya diapresiasi. Bersinergi. Kalau ada masalah: didatangi. Tabayun. Kalau ada waktu senggang: bersilaturahmi. Bukannya malah dijelek-jelekkan dan difitnah. Kalau seperti itu yang terjadi, maka yang terjadi justru: memperkecil kawan, memperbanyak lawan. Bodoh pakai kuadrat.

Selalu Meninggalkan Sampah Persoalan


Dengan tabiat politik seperti itu, maka wajar jika di mana-mana orang atau lembaga yang punya watak ‘kekimcil-kimcilan’, akan selalu menyisakan persoalan. Pohon yang kuat tumbuh di atas tanah yang subur. Lembaga yang baik dibangun dengan pondasi moral yang kokoh. Maka sebetulnya mudah melihat, menerka, memindai, lembaga atau orang yang punya sifat seperti itu. Bagaimana rekaman jejaknya di masa lalu. Siapa saja yang jadi korban. Pernah menipu siapa saja. Sampah apa saja yang ditinggalkan. Dan lain-lain. Truk sampah akan mudah meninggalkan jejak. Mudah mengenalinya. Gampang mencium baunya.

Tidak akan Besar


Lha ya bagaimana bisa berkembang besar kalau perilakunya seperti itu. Sehingga apa yang mereka lakukan seperti percobaan membangun rumah pasir. Dibangun, ambruk. Dibangun lagi, ambruk lagi. Ya pasti ambruk. Letak dan caranya sudah keliru sejak awal. Mereka merekrut orang-orang baru karena orang-orang lama sudah ditendanginya. Orang-orang baru itu pun kelak akan ditendangnya. Satu-satunya cara agar bisa besar adalah masuk ke sarang lebah dan kalajengking.

Besar Suara daripada Daya

Karena dayanya lemah, salah satu hal yang paling mudah untuk memompa eksistensinya adalah bersuara besar. Pokoknya teriak. Lantang. Sampai serak. Lalu lemas. Besok kalau suara sudah pulih, teriak lagi, bersuara lagi, lantang. Lemas. Begitu seterusnya.

Lalu orang-orang yang sering mendengar teriakan itu, akan saling berbisik dan melantunkan doa. Supaya cepat insyaf. Kalau tidak insyaf juga ya cukup ditertawakan. Atau ditoleh sesekali untuk hiburan. Dijadikan ‘hiburan’ di kala senggang.

KIMCIL

Mungkin diantara para pembaca semua sudah ada yang tahu akan makna kata “kimcil” tersebut. Namun bagi anda yang belum tahu maka disini saya akan sedikit mencoba menerangkan tentang sebenarnya arti kata dari kimcil.

Walaupun kemunculannya sudah lama namun kata/istilah ini masih sering digunakan di masyarakat umum terutama dikalangan para remaja. Menyedihkan memang karena semakin hari semakin banyak istilah-istilah yang aneh dan tentu saja jauh dari kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini sama saja dengan kemunculan istilah Cabe-Cabean


Apa sih KIMCIL ?

Sebagian yang mengatakan bahwa kimcil adalah nama lain dari "pe**x" tapi sebagian lagi ada yang mengatakan arti dari KIMCIL adalah singkatan dari "kita masih kecil"

kata-kata kimcil muncul ketika para cewek-cewek remaja mengikuti konser konser hardcore yang nota bene penontonnya sebagian besar cowok cowok.

Ada juga yang menyebut Kimcil adalah singkatan dari "Kimpet Kecil". Kimpet itu sendiri adalah anagram dari kata tempik (alat kelamin perempuan). Dalam artian lain lagi yang kita temukan Kimcil artinya gadis yang masih belia.

Daun muda perkotaan, biasanya berusia antara 15-23 tahun (SMA-Kuliah), bergaya trendi, suka begaol, cenderung sok imut, ceria-ceria bikin gemes, sasaran empuk cowok-cowok pinginan.

Epistemologi:

Singkatan dari kata “kimpetan cilik", artinya alat kelamin perempuan yang... masih 'kecil' (bisa dari usia atau ukuran :p). atau Anagram dari “tempik” maaf kemaluan perempuan

Ada yang bertanya gini, si Bro and Bray lagi ngomong:
A : Kimcil apaan sih bray?
B: Kimpetan cilik, bro!

He he he, tu dia kimcil-kimcilan bro and bray, ha ha ha #MDRCCT
 
Disadur dari :
gerakan-kiri-kekimcil-kimcilan
apa-itu-kimcil-kimcilan. 
Aku “Tiada” Aku Niscaya: Menyingkap Lapis Kabut Intelijen

Sunday, August 21, 2016

#PetuahBijak #TentangPERKAWANAN

Dalam suatu ruang kelas seorang pelatih berpesan bahwa kita ditakdirkan mengenal dunia haram jadah dan sajadah, namun ingat jangan sampai terjerumus menjadi penikmat haram jadah.

Bangun jaringanmu untuk mendapat informasi faktual, cermat, obyektif, lengkap, terkini, tepat waktu. Dengan kata lain, kehidupan di dunia ini adalah kegiatan mencari jawaban terbaik guna mendapatkan solusi terbaik. Untuk memperoleh jawaban terbaik itu maka perlu pengorganisasian, yaitu membangun jaringan, menjaga jaringan dan memutuskan jaringan.



Tanpa jaringan mustahil kita dapat hidup sebab kita mahluk sosial, yang terus menerus memperoleh informasi dari sebuah jaringan.



Jaringan ini adalah kawan, musuh, atau apapun yang bisa saling memberikan informasi. Namun ingat ada saatnya kita harus memutuskan JARINGAN. hingga tak ada konektivitas agar keputusan yang kita ambil tak subjektif. lepas dan tinggalkan jika perlu lenyapkan.



dan perlu di ingat Jangan pernah minum minuman keras dengan orang asing tanpa didampingi teman kita yang tidak minum! Atau tinggalkan sama sekali !



Seseorang yang memegang rahasia ibarat pemuda yang memiliki cerita untuk mempesona dan menarik perhatian setiap gadis cantik. Janganlah bercerita atau hindari gadis-gadis cantik tersebut!
dan jangan pernah bercerita pada temanmu yang bermulut manis menikam di belakang tinggalkan !

Jangan menjadi lemah hanya karena penghinaan dan cemoohan masyarakat tentang duniamu tetapi tingkatkanlah profesionalisme walaupun tidak ada penghargaan dan tidak ada yang melihatnya

 Dalam kelas ini kita siap berkorban dan siap dikorbankan namun, jangan menangisi nasib anda bila suatu hari menjadi korban.


Mereka yang dinyatakan sebagai korban seluruhnya pernah bekerja dan kemudian berkhianat atau berniat berkhianat? Oleh karena itu, jangan risau dengan tuduhan sepihak yang negatif terhadap dirimu, tetaplah profesional bekerja. #MDRCCT

Monday, February 15, 2016

Antara Jihad dan Jahat



Berikut ini adalah tulisan rekan Joko Lelono yang begitu cepat memberikan pencerahan dalam tentang makna Jihad yang sesungguhnya tidak dapat direduksi hanya ke dalam jihad secara militer. 

Semoga dapat menjadi amalan baik rekan Joko yang dapat kita sebarkan luaskan kepada umat Islam di sekeliling kita.

Silahkan membaca.....

Ketika Amrozi, Mukhlas dan Imam Samudera telah dieksekusi mati beberapa waktu lalu. Pro dan kontra mengiringi peluru yang menembus dada para aktor “Bom Bali” itu. Sebagian menganggapnya sebagai pencoreng citra Islam dan sebagian menyebutnya sebagai pahlawan Islam.. Di antara dua kelompok ini, tidak sedikit yang kebingungan mengambil sikap karena karena kerumitan seputar makna jihad dan mujahid. Terlalu banyak kata jihad yang diobral dan terlalu gampang orang digelari mujahid.


Baca Juga ( Krisis Ulama Jihat )

Terma jihad dan derivatnya digunakan sebanyak 35 kali dalam al-Qur’an. Jihad secara leksikal bermakna usaha dan memberdayakan serta mengerahkan kekuatan dan kemampuannya untuk mewujudkan satu tujuan; akan tetapi, karena derivasinya berasal dari mufa’alah, biasanya digunakan dalam hal-hal yang di dalamnya terdapat semacam korporasi, kerja sama, persyarikatan dan pertemanan.

Karena itu, dalam terma jihad biasanya pihak lainnya juga digunakan. Dan kedua belah pihak masing-masing berdiri pada barisannya dan berupaya untuk mengerahkan kemampuannya semaksimal mungkin sehingga dapat menaklukan salah satu pihak yang ada.

Tetapi, tentu saja, harus diperhatikan bahwa jihad tidak hanya berbentuk militer dan setiap jenis perlawanan dan pertempuran. Selain bercorak militer jihad juga bernuansa ekonomi atau budaya atau politik semuanya termasuk di dalam makna jihad ini.

Demikian juga harus diketahui bahwa terma jihad tidak selamanya bermakna positif. Terkadang terma jihad digunakan dalam makna negatif. Contohnya ayat 8 surah Ankabut (29). Dalam ayat ini, Allah Swt setelah memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada orang tua mereka, berfirman: “…Dan jika keduanya memaksamu (jâhadâ-ka) untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah engkau mengikuti keduanya. Hanya kepadaKulah kembalimu, lalu Aku wartakan kepadamu apa yang telah engkau kerjakan.”

Pada ayat yang lain disebutkan bahwa Allah Swt berfirman “’ala an tusyrika bi” (untuk menjadikanmu sekutu dengan-Ku) sebagai ganti firman “litusyrika bi” (untuk mempersekutukan-Ku): “Dan jika keduanya memaksamu untuk menjadikanmu sekutu dengan-Ku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah engkau mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan baik…” (QS. Luqman [31]:15).

Pada ayat 15 Surah Luqman di atas, jelaslah kata jihad berkonotasi negatif. Karena di sana ada unsur memaksa si anak menjadi musyrik oleh usaha ibu bapaknya. Sebaliknya, pada ayat yang lain, terma jihad dan mujahadah yang digunakan memiliki makna positif yakni, usaha keras manusia untuk mewujudkan tujuan-tujuan sehat dan diridai oleh Allah Swt.

Usaha dan upaya positif semacam ini terkadang hanya memanfaatkan media-media finansial dan ekonomi, yang disebut sebagai jihad finansial; misalnya, menyumbang orang-orang sakit, membangun rumah sakit, sekolah bagi anak terlantar dan panti asuhan anak yatim.

Terkadang yang dimaksud dengan jihad adalah menentang nafs ammarah yang disebut sebagai “jihad melawan nafsu” atau “jihad akbar”. Sebagian besar ayat-ayat al-Quran memuat terma jihad dengan makna demikian. Di sini kita akan menyinggung ayat yang berkenaan dengan masalah ini.

Allah Swt berfirman: “Dan barangsiapa berjihad (jâhadah), maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. al-Ankabut [29]:6). Dan pada ayat lain Allah berfirman: “Dan orang-orang yang berjihad (jâhadû) untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-Ankabut [29]:69).

Bagaimanapun contoh jelas dan makna yang paling gamblang dari terma jihad adalah berperang di jalan Allah Swt dimana orang yang berjihad menempatkan diri mereka untuk mencapai syahid. Jihad semacam ini juga akan memiliki korelasi dengan jihad melawan hawa nafsu.

Pejuang sejati adalah orang yang mengorbankan diri dan ego serta kepentingannya, bukan malah mengorbankan nyawa orang lain dan masyarakat umum. Pejuang yang layak dianggap syahid adalah orang yang tidak menganggap remeh nayawa dan peluang hidup banyak orang.

Boleh jadi, dalam situasi perang melawan musuh, merakit dan meledakkan bom menjadi keharusan, tapi mengubah arena sipil menjadi medan pertempuran dengan musuh “yang bisa siapa saja” bukanlah tindakan yang harmonis dengan nilai dan filosofi jihad. Yang begini, bukan jihad, tapi jahat.

(Semoga dapat menjadi pencerahan, sebagaimana dalam propaganda anti teror : "...Sayangnya bahkan sampai sekarang belum banyak upaya dakwah dari para ustad, kyai, yang memisahkan secara ideologis makna Jihad dengan kepengecutan bom bunuh diri"). #MDRCCT  Baca Juga ( Krisis Ulama Jihat  dan Jalan Jihat Aktivis Lingkungan)

Wednesday, November 25, 2015

Money Game Cara Kaya Cepat Memperpajang Inflansi



Money Game dan inflasi pastinya memperpanjang moneter dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Ini hanya sebuah kajian secara ekonomi makro, bahwa ketika putaran uang atau uang yang beredar lebih banyak di banding stok barang maka akan terjadi ‪#‎inflansi‬, sebelum membahas lebih detail lagi saya mencoba membuka buku-buku kuliah semester 3 tentang ekonomi makro, Inflansi penyebab utamanya karena tidak ada barang atau produk yang bisa ditawarkan ke masyarakat, sedangkan permintaan semakin banyak (uang beredar banyak / orang kaya mendadak banyak). Namun di sisi lain terkadang uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibanding uang yang tersimpan sehingga nilai dari uang semakin kecil.
Sedangkan penyebab dari deflasi karena barang yang ada di masyarakat berlimpah, sedangkan kebutuhan lebih dari cukup. Akibatnya barang-barang tersebut tidak ada nilainya dan semakin turun harganya. Tapi bukan hanya itu, terkadang deflasi juga disebabkan karena pasokan uang ke masyarakat dikurangi, akibatnya uang lebih susah didapatkan yang menyebabkan naiknya nilai mata uang.
Saya cukupkan dahulu tentang teori inflasi dan defiasi, nah saya lanjutkan tentang money game, saya mencoba melakukan desk investigasi mengenai money game, bahwa money games pertama kali ada di negeri ini sejak jaman orba, yang pertama kali di buat oleh ‪#‎ongkowijaya‬ dengan kegiatan arisan berantai yang dikeluarkan oleh Yayasan Adil makmur (YKAM), coba di telusuri sepak terjang Ongkowijoyo ini di awal tahun 1988, kemudian ada arisan berantai Danasonic tahun 1995, Promail, Probest dan banyak lagi, dari yayasan amaliah sampai arisan di bidang agrobisnis muncul PT. QSAR. Bisnis yang berkedok MLM ini terbukti telah menjeremuskan ratusan nasabahnya dengan menyerap dana milyaran bahkan sampe trilyunan rupiah. Bahkan PT.QSAR telah banyak menjerat para pejabat pemerintahan dan tidak saja person pribadi tapi beberapa instansi tersangkut.
Di tahun 2013-2014 ada lagi yang namanya MMM juga modelnya sama seperti arisan, dengan setoran tertentu dan hitungan waktu mendapatkan uang bonus secara berjangka, nah 2015 ini mulai lagi ada yang namanya D4f, polanya sama dengan setoran paket tertentu, setiap jangka waktu tertentu mendapatkan uang dengan plus bonus selama 7 bulan.
Jika dilihat dari sudut pandang Bank, sebenernya kayak deposito, tapi nilai bunganya ini bisa 2x lipat dari uang yang disimpan di bank. Bank mana yang bisa memberikan bunga 100% dari uang yang di setor, misalnya setoran 5juta, maka setiap bulannya bisa menari 1,5 juta selama 7 bulan, jika 1,5x7 maka nila uang yang akan kembali sekitar 10juta 500 rb, bener bener menarikkan, sedangkan bank konvensional hanya mampu memberikan bunga deposito sekitar10-15%.
Nah, fenomena money game ini secara tidak langsung akan meningkatkan putaran uang dimana jumlah uang yang beredar akan tinggi, dan pastinya akan berpengaruh pada kemampuan tingkat daya beli, sehingga menjadi konsumen aktif, kenapa saya bilang konsumen aktif karena para pemain money game ini selain mencukupi kebutuhan primer pasti akan memenuhi kebutuhan sekunder dan pastinya kebutuhan tersier, dari ganti mobil, hingga beli mobil baru, dari biasa makan nasi bungkus hingga makan serba fastfood. Dari isi bensin sehari 2 liter naik motor sehari bisa 20 liter bawa mobil pajero
Secara tidak lansung dan pasti terjadi maka inflansi akan terjadi, jika para pemain money game ini tidak menginvestasikan pada setor produksi, atau uang yang di hasilkan barang dapat memproduksi sebuah produk barang atau yang dapat menjadikan nilai tambah produk, jika tidak maka nilai rupiah akan terus melemah terhadap dolar.
Mengapa terjadi, ini pasti terjadi karena sebagian besar prilaku konsumen adalah mencari barang yang mewah dan sudah pasti import, ya dari beras sampai buah2 aja import, apalagi dari kolor sampai HP atau mobil semua import karena gaya dan fashion pengennya yang bermerek.
money game secara tidak langsung ada beberapa hal yang bisa membantu si miskin, dengan konsep maju bersama kaya bersama, namun ini juga tergantung pada prilaku para pemain money game itu sendiri, jika orangnya gemar sedekah otomatis pasti akan membantu si miskin, tapi kebanyakan prilaku manusia itu yang konsumtif lupa pada sanak saudara, jika ada yang membantu karena ingin menjadi bagian kaki dari jaringan money game.
Nah jika anda ingin berniat menjadi orang kaya mendadak, berpikirlah ulang, bahwa nilai kekayaan tidak akan ada artinya jika semua harus di beli, emang rekening anda banyak tapi barang yang anda beli itu import sama aja membawa keterpurukan negeri ini, jika anda menjadi kaya tapi anda melakukan usaha produktif, dan membeli hasil produksi dalam negeri itu sangat bermanfaat, secara ekonomi jumlah uang yang beredar seimbang dengan jumlah barang yang di produksi.
Secara hukum berdasarkan OJK money game kayaknya belum diatur, tapi silahkan di cari celah hukumnnya, namun pasti jika ini dan suatu saat pasti berpengaruh pada keuangan secara makro pasti negara akan melakukan  intervensi, bisa jadi nilai tukar uang diturunkan 100rb menjadi 10rb, untuk menyeimbangkan stok barang yang tersedia.
Ini hanya sebuah kajian secara makro tentang efek money game dengan ekonomi makro, saran saya jika anda berniat berinvestasi pada money game segeralah uang yang di dapat digunakan sebagai modal investasi atau modal kerja pada sektor produksi, baik pertanian, peternakan, atau sektor-sektor jasa lainnya yang dapat diproduksi menjadi barang kebutuhan, dan jika memang ingin membeli mobil dari hasil pendapatan money game, di pikir ulang biaya BBMnya, beli mobil mewah masih beli BBM subsidi haduh jadi warga gak tau diri banget.
Dari beberapa kasus tentang money game ternyata ini hanya ada di negara ke 3, seperti Indonesia, sementara negara2 maju gak ada namanya money game, jika ada biasanya bernama lotere seperti di amerika.
Nah jika terjadi sesuatu hal yang tidak dinginkan money game memang tidak bisa menjamin para pemainnya untuk dapat mengembalikan uangnya, jika terjadi masalah, seperti pada MMM atau jenis jenis lainnya, money game ini ada umurnya, pastinya jika ingin aman, segeralah uang yang cair untuk di bangun usaha produktif.
Gak ada judulnya tuhan ngasih rezeky tiba2, kalau gak pake doa dan usaha, tapi bro si itu bisa punya rumah, punya mobil, padahal dulunya blangsat,, nah dia itu kerja keras membangun jaringan wajarlah dia di kasih rezeky sama tuhan, karena usahanya, dan mau belajar dari kegagalannya saat bisnis MLM, sebagian hasil daei money game dibjadikan investasi produktif dan aset produktif alihkan, nah elo mau kaya mendadak, gak ada rumusnya kalau gak usaha sama berdoa. Udah usaha sama berdoa aja kadang juga masih blangsat.(LenteraMerah/2015) #MDRCCT

Saturday, May 18, 2013

Semua Orang Pernah Salah ! "Maaf jika anda kecewa"


Semua orang memang pernah salah, karena memang tidak ada manusia yang sempurna baiknya. Namun, juga tidak ada seseorang yang sempurna buruknya.

Semua orang diciptakan seimbang oleh Allah. Memiliki kelebihan juga kelemahan. Memiliki sisi baik juga sisi buruk. Manusia terkadang memilih sebuah jalan abu-abu. kadang tanpa sadar  memilih jalan hitam sampai akhirnya disadarkan  dengan sebuah teguran sehingga kembali ke jalan putih. mungkin saya salah satu orang yang berjalang di jalan kegelapan menuju jalan yg putih

yah... itulah manusia, tempat salah dan dosa. Tapi, kesalahan pulalah yang membuat manusia belajar . Kesalahan jugalah yang membuat manusia naik level dalam kebijaksanaan dan dalam menilai serta memandang hidup ini. "kata orang pintar agama"

Iya, jangan pernah remehkan kesalahan hanya sebagai "barang" kotor yang menjijikkan dan tak termaafkan. Tapi cobalah melihat sesuatu dari cara pandang kebijaksanaan. Yang dapat melihat bahwa kesalahaan adalah pelajaran paling mudah diingat dan diserap oleh manusia.

"Jadi, janganlah berbuat salah, bukan jangan pernah takut berbuat salah.
Jangan juga menganggap remeh sebuah kesalahan.
Jangan juga terpuruk dan menyesali sebuah kesalahan.
jadilah pribadi yang tangguh.

Pribadi yang cepat belajar dari kesalahan. Berjiwa ksatria untuk mengakui, meminta maaf, dan memaafkan diri sendiri.
Lalu segera instrospeksi, observasi dan evaluasi.
Lalu segera cari solusi ketimbang berpeluk dalam keterpurukan.
Carilah solusi yang mungkin, solusi yang baik.
Segera bangkit dan hadapi segala konsekuensinya.

kata-kata diatas merupakan kata2 bijak mario teguh, Namun pada kenyataan #MDRCCT

HIDUP TAK SEMUDAH COCOTE MARIO TEGUH , walaupun bagi saya ada hal2 positif yang bisa me-charge isi kepala dari kata2 MARIO TEGUH



Seseorang boleh jatuh. Seseorang boleh gagal dan terpuruk.
Tapi pastikan untuk cepat-cepat bangkit berdiri dan meloncat lebih tinggi. " ini kata2 teman, tetep semangat Jack" namun ada beberapa yang dulunya sahabat, teman satu-persatu meninggalkan' mencemooh,.....walaupun saat terpuruk dan menyesali sebuah kesalahan, saya lebih baik diam, membanthin.


ini adalah kesalahan pertama dan terakhir, paling tidak, besok2 ketika berbuat salah itu bukan kesalahan yang sama. dan dari proses ini saya mengerti tidak semuanya sahabat, teman tongkrongan, teman sekantor, dapat menjadi orang 2 dekat di percaya untuk berbagi !

Menjadi pribadi yang lebih baik, karena tidak pernah berhenti.
Karena kegagalan dan kesalahan terbesar dan tak termaafkan adalah saat kita jatuh tapi malas untuk kembali berdiri. Ada sebuah pertanyaan dalam hati yang hingga saat ini belum terjawab" awalnya saat mendengar kembali dai gaul ke sang khalik'

Dalam tausyiahnya mengatakan bawah takdir itu ada 2 takdir baik dan takdir buruk, manusia lebih siap menerima takdir baik ketimbang takdir buruk, contohnya ketika istri yang dulunya langsing cantik berubah menjadi gendut bawel maka sang suami berselingkuh, meninggalkan sang istri, itulah manusia yang tak siap menerima takdir buruk.


Hal di atas adalah contoh yg saya serap dr ceramahnya sang ustad, pada intinya saya menyimpukan bahwa Mengimani takdir baik dan takdir buruk, merupakan salah satu rukun iman dan prinsip ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Tidak akan sempurna keimanan seseorang sehingga dia beriman kepada takdir, yaitu dia mengikrarkan dan meyakini dengan keyakinan yang dalam bahwa segala sesuatu berlaku atas ketentuan (qadha’) dan takdir (qadar) Allah. artinya baik dan buruk yang di gariskan gusti allah siap tidak siap ya harus menghadapi "dalam bahasa jawanya"  Nrimo ing pandum"   "Dalam hidup ini tidak selalu kenyataan yang kita terima, sama dengan yang kita harapkan. Selalu ada hal-hal yang tidak kita sukai, yang tidak kita inginkan, yang nantinya ternyata adalah bagian dari pembelajaran dan pembekalan tentang kehidupan."
"

 "Apa yang ada, bahkan yang paling bertolak belakang dengan kondisi ideal yang kita inginkan adalah bagian dari
kehendak Sang Maha Hidup, Allah SWT". Allah menghendaki dunia ini sebagai tempat
bertemunya dua hal yang yang sering kita maknai menyenangkan dan tidak menyenangkan (takdir baik dan takdir buruk)


ketika masalah atas kesalahan yang saya perbuat, ada setumpuk masalah yang datang silih berganti, dari kehilangan cinta dan mimpi, jatuh bagun usaha,  dan berbagai macam....sempat saya bertanya dalam doa, gusti allah jika ini cobaanmu berikanlah kemudahanmu dalam menyelesaikan segala masalah ini, dan jika hamba tak dapat menyelesaikan semuanya hamba kembalikan padamu,......dengan tawakal ihktiar hamba akan jalani' berjalannya waktu tetep aja satu persatu masalah datang dari musibah tabrakan, ditipu orang, kebanjiran "duh gusti ini cobaan apa kutukan"

Memang berat, tetapi….. tidakkah dengan hati iiklas dan  pasrah ternyata justru  menjadi lebih tegar saat menghadapi segala kesulitan ?.

Dan saya percaya ternyata ini semua adalah cobaanmu (Takdir yang engkau buat) sesungguhnya menyadarkan
bahwa apabila ada satu kesusahan, kesulitan atau masalah berhasil kita lalui, adalah ini bagian dari hidup yang
memang harus kita rasakan demi mendewasakan dan memperkaya khasanah batin kita, hingga membuahkan rasa syukur yang tulus…. Thanks to all my friends...

Wednesday, September 28, 2011

Kutukan Tuhan tentang kemiskinan di nusantara dalam Paradigma negara membangunan Pertanian




Di bawah ini adalah catatan kaki dari berbagai sumber, setidaknya menjadi bahan pemikiran bahwa kegagalan pembangunan RI di sektor pertanian sungguhlah terpuruk. berbagai macam tulisan saya rangkum bahkan  saya teringat saat menyusun PKL tahun 2006 yang membahas karakteristik petani miskin di salah satu desa di sekitar kawasan konservasi.

Hampir2x tanaman jangung saya membangun sebuah usaha dalam bidang pertanian, ternyata dilema-dilema yang pernah terbahas di bangku kuliah, baik mata kuliah pembangunan pertanian, ekonomi pertanian, pembiayaan perusahaan pertanian dll, ilmu-ilmu tentang pertanian, semua hanyalah text book, aplikasinya tergantung pada person masing-masing. dan wajar saja sekitar 20% sarjana pertanian mau kembali bekerja di bidang pertanian sisanya menjadi karyawan atau pegawain gajian. Karena Lembaga pendidikan tidak mampu menciptakan Sarjana yang mencetak lapangan pekerjaan. Dan wajar saja jika nasib petani tetap di ambang ke sejahteraan... bicara mampu menyekolahkan anak saja itu sudah alhamdulilah apalagi bicara kesejahteraan. ya itulah yg di hadapi bangsa ini.

Benarkah Sistem ekonomi INDONESIA mengacu pada Pancasila yaitu Sistem ekonomi pasar yang memihak pada upaya-upaya pewujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ?

Kemiskinan terus menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah Indonesia sebagai nation state, yakni :
sejarah sebuah negara yang salah memandang dan mengurus kemiskinan.

sejarah sebuah negara yang salah memandang dan mengurus kemiskinan.
KEMISKINAN
membuat jutaan anak-anak :
1.tidak bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas,
2.kesulitan membiayai kesehatan,
3.tidak memiliki tabungan,
4.tidak mampu berinvestasi,
5.kurangnya akses pelayanan public,
6.kurangnya lapangan pekerjaan,
7.kurangnya jaminan social,
8.kurangnya perlindungan keluarga,
9.menguatnya arus urbanisasi

dan yang lebih parah, kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat, gagal memenuhi kebutuhan :
pangan, sandang dan papan secara baik.

Kemiskinan menyebabkan masyarakat desa rela mengorbankan apa saja demi keselamatan hidup
(safety life), yakni :

Mempertaruhkan tenaga fisik untuk memproduksi keuntungan bagi tengkulak lokal dan menerima upah yang tak sepadan dengan biaya tenaga yang dikeluarkan  (James C. Scott, 1981).

Pendek kata, kemiskinan di Indonesia, merupakan persoalan yang maha kompleks dan kronis.
Cara penanggulangan kemiskinan :
  • membutuhkan analisa yang tepat,
  • melibatkan semua komponen,
  • perlu strategi penanganan yang tepat dan berkelanjutan  (comprehensive, simultaneous and sustainable).

Sejak awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan.

Pada umumnya, partai-partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) juga mencantumkan program pengentasan kemiskinan sebagai program utama dalam platform mereka. Pada masa Orde Baru, walaupun mengalami pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, yaitu rata-rata sebesar 7,5 persen selama tahun 1970-1996, penduduk miskin di Indonesia tetap tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia tahun 1996 masih sangat tinggi, yaitu sebesar 17,5 persen atau 34,5 juta orang. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan banyak ekonom yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya mengurangi penduduk miskin.

Perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan pada pemerintahan reformasi terlihat lebih besar lagi setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Meskipun demikian, berdasarkan penghitungan BPS, persentase penduduk miskin di Indonesia sampai tahun 2003 masih tetap tinggi, sebesar 17,4 persen, dengan jumlah penduduk yang lebih besar, yaitu 37,4 juta orang.

Kemiskinan adalah fakta sosial yang nyaris absolut di Indonesia. Sejak zaman kolonial Belanda sampai sekarang, negara ini dikenal sebagai negara miskin. Data tentang kemiskinan sekarang, terlepas dari perdebatan tentang indikator, tidaklah membanggakan. Jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 17% dari penduduk saat ini yang 220 juta. Jumlah penganggur 10 juta orang.

Kemiskinan di Indonesia harus dilihat sebagai malapetaka kemanusiaan yang amat tragis. Bila di negara maju kemiskinan itu bisa relatif karena mereka memperoleh tunjangan sosial walaupun tidak memperoleh pekerjaan. Di Indonesia orang-orang miskin betul-betul kehilangan segala-galanya, termasuk harapan. Karena tidak ada jaring pengaman apa pun oleh negara yang mampu menolongnya.

Karena itu, dalam memerangi kemiskinan, haruslah dilakukan dalam dua persepektif. Pertama, negara harus menempatkan perang terhadap kemiskinan sebagai perintah konstitusi. Karena itu ketidakmampuan mengurangi jumlah orang miskin tidak bisa dianggap sebagai kegagalan biasa, tetapi kejahatan. Kedua, kegagalan pemerintah memerangi korupsi harus pula dianggap sebagai kejahatan. Hanya dengan begini negara dan pemerintah memiliki kewajiban yang imperatif. Tidak sekadar mengakui kegagalan.

“Poverty is not created by poor people. It is produced by our failure to create institutions to support human capabilities,” Prof.Muhammad Yunus, Pendiri Grameen Bank, Bangladesh. (Penerima Nobel Perdamaian 2006.) Dari pernyataan itu tersirat bahwa kemiskinan itu akibat kesalahan pembuat kebijakan dan keputusan dalam pembangunan negara yang tidak menyentuh kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan manusia. Kemiskinan merupakan buah dari salah urus dalam pengelolaan negara, dan tidak ada persoalan yang lebih besar selain kemiskinan.


NASIB PETANI MISKIN

Tanah subur, jaringan irigasi teknis, dan subsidi pemerintah nyatanya tak cukup untuk mengangkat hidup Entung (65). Puluhan tahun membanting tulang di sawah, ia akhirnya takluk oleh tuntutan kebutuhan hidup. Senasib dengannya, para petani gurem lain di Karawang, Jawa Barat, juga kian gamang menghadapi perkembangan zaman.

(sumber : BPS -Sensus Pertanian 1993 & 2003 dan proyeksi 2008) Keterangan : Pertumbuhan RTP [1993 – 2003] : 2,2% Pertumbuhan Petani Gurem [1993 – 2003] : 2,6% (sumber : BPS -Sensus Pertanian 1993 & 2003 dan proyeksi 2008) Keterangan : Pertumbuhan RTP [1993 – 2003] : 2,2% Pertumbuhan Petani Gurem [1993 – 2003] : 2,6%

Hingga tahun 2000-an, Entung adalah aktivis petani di wilayahnya. Ia menjabat Ketua Kelompok Tani Sri Rahayu di Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok; pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan Rengasdengklok; juga aktif di organisasi petani lain. Dengan beberapa ”kendaraan” itu, Entung aktif membela petani, seperti saat menentang kebijakan impor beras, kenaikan harga pupuk, atau soal harga gabah yang terpuruk.
Akan tetapi, kebutuhan keluarga mengubur aktivitas itu. Lahan seluas 2,5 hektar (ha) warisan orangtua, termasuk milik Tati (62), istrinya, dijual seharga Rp 65 juta-Rp 70 juta per ha. Tahun 2004, ia tak punya sawah lagi. Entung pun memilih mundur dari beberapa organisasi dan sejak itu mengandalkan hidup dari anak-anaknya.
Sumber: Kompas, 16 September 2010


(sumber : Kompas 6 September 2010) Catatan : Australia sangat yakin, bahwa penghentian import sapi bakalan akan diikuti import daging sapi beku,
NASIB PETANI MISKIN

Pasangan Iwir (60)-Endeng (50) memiliki kisah yang nyaris sama. Ketiadaan uang untuk membayar biaya sekolah anak, berobat, dan kebutuhan dapur memaksa Iwir menggadaikan 1 ha sawahnya di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, seharga Rp 15 juta tahun 1995. Hingga lima tahun kemudian, Iwir belum juga mampu menebusnya. Dan, keduanya harus bekerja serabutan sebagai buruh tandur (tanam), tukang ngarambet (pembersih rumput liar), atau buruh panen, sekadar untuk bertahan hidup.

Petani gurem lain di Karawang kebanyakan memperoleh lahan dari warisan orangtua. Karena itu, kepemilikannya pun mengecil. Seperti Cholil (47), petani di Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, yang mewarisi 0,2 ha sawah. Dengan 0,2 ha, Cholil biasa memanen 1 ton gabah kering panen (GKP) per musim. Jika harga gabah Rp 3.000 per kg GKP, pendapatan kotornya Rp 3 juta. Dipotong ongkos produksi sekitar Rp 800.000, Cholil tinggal mengantongi Rp 2,2 juta untuk hidup hingga empat bulan. Artinya, pendapatan Cholil Rp 550.000 per bulan. Ini jauh di bawah kebutuhan hidup layak tahun ini (berdasarkan survei Dewan Pengupahan Kabupaten tahun 2009) sebesar Rp 1,262 juta per bulan atau upah minimum Kabupaten Karawang 2010 sebesar Rp 1,11 juta.
Sumber: Kompas, 16 September 2010

Kita di Indonesia nampaknya membuat kekeliruan yang sama dengan yang dibuat oleh banyak negara berkembang lainnya........ Meskipun perhatian kita terhadap pertanian pangan sudah amat besar sehingga tercapai swasembada pangan, namun dana yang dicurahkan bagi industrialisasi jauh melebihi kewajaran dengan sekaligus kurang memper-hatikan pengembangan ”agribisnis” dan ”agroindustri” yang seharusnya merupakan bagian tak terpisahkan dari proses industrialisasi berwawasan pengembangan sumberdaya pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan. Kini perekonomian perdesaan kita masih dalam keadaan lemah. Ada semacam dualisme yang tetap bertahan, lebih-lebih dengan ”serbuan” teknologi maju di segala bidang. Penduduk perdesaan dewasa ini bekerja dan berjuang keras semata-mata agar bisa bertahan menghadapi arus komersialisasi yang amat kuat menekan kehidupan mereka. Maka tidaklah menghe-rankan apabila kemiskinan perdesaan masih tetap cukup memprihatinkan..............

Demikianlah cuplikan tulisan Prof. Mubyarto di tahun 1995, 1) pada saat beliau mengingatkan kita semua dalam ”menempatkan” posisi para pemikir di bidang ekonomi pertanian. Ada keresahan, ada keprihatinan, dan ada gugatan di dalamnya.

Dalam banyak hal, ilmu ekonomi pertanian memang dianggap telah banyak berjasa dalam mengungkapkan dan menganalisis berbagai masalah ekonomi dalam sektor dan bidang pertanian, memberikan ”andil” pada pemahaman masalah-masalah produktivitas dan efisiensi produksi pertanian serta sikap pemihakan pada petani. Akan tetapi, sampai saat ini ilmu ekonomi pertanian tersebut masih belum cukup mampu memecahkan masalah-masalah kemiskinan dan keadilan sosial. Bahkan di lain sisi, pengangguran tersembunyi yang merupakan salah satu sebab kemiskinan perdesaan, sering masih membingungkan ahli-ahli ekonomi pertanian.

”Tidakkah sudah tiba saatnya ekonom Indonesia mulai mawas diri dan mempertanyakan relevansi teori ekonomi Neo-Klasik Orthodox sebagai ilmu yang mendasari berbagai kebijaksanaan dan strategi ekonomi?”. Bahkan dihipotesakannya bahwa teori ekonomi Neo-klasik yang terbentuk di dunia Barat satu abad lalu hanyalah relevan untuk menganalisa sebagian kecil perekonomian kita dan tidak relevan bagi sebagian besar yang lain. Mengapa? Karena teori ekonomi tersebut tidak mempunyai ”moral” pemihakan pada rakyat miskin. Teori ekonomi Neo-klasik dinilai telah tidak begitu berkembang sebagai ilmudi negara kita, tetapi lebih kelihatan berkembang sebagai seni.
Kerisauan ini menjadi sangat relevan diungkapkan kembali, ---pada saat perekonomian kita berada disimpang jalan antara pertumbuhan dan keadilan---, mengingat bahwa teori-teori ekonomi Neo-klasik yang banyak menggantungkan pada kekuatan pasar untuk melaksanakan alokasi sumberdaya dalam masyarakat, justru telah mendorong dan menumbuhkan golongan ekonomi kuat, akan tetapi kurang mampu meningkatkan peran golongan ekonomi lemah.

Ungkapan di atas pada dasarnya merupakan kerisauan para ekonom pertanian di Indonesia, yang selain bekerja dalam aspek-aspek produktivitas, efisiensi dan pertumbuhan, senantiasa memulai peker-jaannya dengan masalah-masalah mendasar seputar kemiskinan, pemerataan dan keadilan sosial, yang (seharusnya) merupakan tema sentral studi-studi ekonomi pertanian dan perdesaan.

DILEMA DAN STRATEGIS

Penanggulangan kemiskinan yang selama ini terjadi memperlihatkan beberapa kekeliruan paradigmatik, antara lain pertama, masih berorientasi pada aspek ekonomi daripada aspek multidimensional. Penanggulangan kemiskinan dengan fokus perhatian pada aspek ekonomi terbukti mengalami kegagalan, karena pengentasan kemiskinan yang direduksi dalam soal-soal ekonomi tidak akan mewakili persoalan kemiskinan yang sebenarnya. Dalam konteks budaya, orang miskin diindikasikan dengan terlembaganya nilai-nilai seperti apatis, apolitis, fatalistik, ketidakberdayaan, dsb. Sementara dalam konteks dimensi struktural atau politik, orang yang mengalami kemiskinan ekonomi pada hakekatnya karena mengalami kemiskinan struktural dan politis.

Kedua, lebih bernuansa karitatif (kemurahan hati) ketimbang produktivitas. Penanggulangan kemiskinan yang hanya didasarkan atas karitatif, tidak akan muncul dorongan dari masyarakat miskin sendiri untuk berupaya bagaimana mengatasi kemiskinannya. Mereka akan selalu menggantungkan diri pada bantuan yang diberikan pihak lain. Padahal program penanggulangan kemiskinan seharusnya diarahkan supaya mereka menjadi produktif.
Ketiga, memosisikan masyarakat miskin sebagai objek daripada subjek. Seharusnya, mereka dijadikan sebagai subjek, yaitu sebagai pelaku perubahan yang aktif terlibat dalam aktivitas program penanggulangan kemiskinan.
Keempat, pemerintah masih sebagai penguasa daripada fasilitator. Dalam penanganan kemiskinan, pemerintah masih bertindak sebagai penguasa yang kerapkali turut campur tangan terlalu luas dalam kehidupan orang-orang miskin. Sebaliknya, pemerintah semestinya bertindak sebagai fasilitator, yang tugasnya mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki. Paradigma baru menekankan apa yang dimiliki orang miskin ketimbang apa yang tidak dimiliki orang miskin. Potensi orang miskin tersebut bisa berbentuk aset personal dan sosial, serta berbagai strategi penanganan masalah (coping strategies) yang telah dijalankannya secara lokal.

Strategi Penanggulangan Kemiskinan
Mencermati beberapa kekeliruan paradigmatik penanggulangan kemiskinan tadi, ada strategi yang harus dilakukan untuk mengatasi kemiskinan.

Pertama, karena kemiskinan bersifat multidimensional, maka program pengentasan kemiskinan seyogyanya juga tidak hanya memprioritaskan aspek ekonomi tapi memperhatikan dimensi lain. Dengan kata lain, pemenuhan kebutuhan pokok memang perlu mendapat prioritas, namun juga harus mengejar target mengatasi kemiskinan nonekonomik. Strategi pengentasan kemiskinan hen-daknya diarahkan untuk mengikis nilai-nilai budaya negatif seperti apatis, apolitis, fatalistik, ketidakberdayaan, dsb.

Apabila budaya ini tidak dihilangkan, kemiskinan ekonomi akan sulit untuk ditanggulangi. Selain itu, langkah pengentasan kemiskinan yang efektif harus pula mengatasi hambatan-hambatan yang sifatnya struktural dan politis.
Kedua, untuk meningkatkan kemampuan dan mendorong produktivitas, strategi yang dipilih adalah peningkatan kemampuan dasar masyarakat miskin untuk meningkatkan pendapatan melalui langkah perbaikan kesehatan dan pendidikan, peningkatan keterampilan usaha, teknologi, perluasan jaringan kerja (networking), serta informasi pasar.


Ketiga, melibatkan masyarakat miskin dalam keseluruhan proses penanggulangan kemiskinan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi, bahkan pada proses pengambilan keputusan.
Keempat, strategi pemberdayaan. Kelompok agrarian populism yang dipelopori kelompok pakar dan aktivis LSM, menegaskan, masyarakat miskin adalah kelompok yang mampu membangun dirinya sendiri jika pemerintah mau memberi kebebasan bagi kelompok itu untuk mengatur dirinya.

Dalam kaitan ini, Ginandjar Kartasasmita menyatakan, upaya memberdayakan masyarakat setidak-tidaknya harus dilakukan melalui tiga cara, yaitu (1) menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang dengan titik tolak bahwa setiap manusia dan masyarakat memilki potensi (daya) yang dapat dikembangkan, (2) memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat, dan (3) memberdayakan pula mengandung arti melindungi. Untuk proyeksi ke masa depan sangat dibutuhkan upaya yang lebih efektif dalam mengatasi kemiskinan.

Pelajaran dari Pemenang Nobel Perdamaian 2006
Kemiskinan sungguh merupakan persoalan struktural yang kompleks. Pelbagai variabel senantiasa mengepungnya dari pelbagai penjuru. Birokrasi, misalnya, adalah salah satu variabel itu. Ini yang membuat ekonom seperti Prof Mubyarto meragukan penyaluran dana bagi kaum miskin melalui birokrasi. Beliau sebaliknya memuji program Inpres Desa Tertinggal yang memotong jalur birokrasi antara si miskin dan bank pedesaan (Kompas, 9/4/2005).
Saat dana dijemput dan dikelola sendiri oleh si miskin, risiko korupsi oleh birokrat desa mengecil. Persoalannya, siapa yang mengidentifikasi si miskin? Bukankah itu dilakukan aparat birokrasi? Kolusi antara birokrat desa dan bank penyalur dana amat mungkin terjadi.

Keprihatinan yang sama juga dirasakan ekonom asal Banglades, Muhammad Yunus. Menurut dia, kemiskinan diciptakan oleh institusi dan kebijakan yang mengitarinya. Reformasi institusional dan kebijakan karena itu menjadi kemestian dalam upaya pengentasan kemiskinan. Namun, reformasi birokrasi di negara dunia ketiga tidak bisa seketika dan menyimpan banyak kendala. Sebab itu, Yunus memperkenalkan sebuah institusi baru bernama Grameen Bank. Grameen Bank adalah bank alternatif yang bekerja di luar jalur birokrasi dan menyentuh langsung wajah si miskin. Bermula di Banglades, Grameen Bank kini sudah mendapat sekian banyak replika di pelbagai negara.
Filsafat manusia yang menopang Grameen Bank cukup menarik. Kemiskinan menurut filosofi itu bukan disebabkan absennya keterampilan (skill). Keterampilan tidak berbanding lurus dengan kualitas hidup seseorang. Dengan kata lain, keterampilan bukan ukuran posisi sosio-ekonomi seseorang. Filsuf Rawls menyebutnya sebagai hasil lotre alam. Keterampilan pun memerlukan dana untuk menatanya. Sementara orang miskin tidak memiliki cukup dana untuk itu. Kalaupun ada, dana itu berupa sumbangan yang tidak menuntut pertanggungjawaban, bahkan menciptakan ketergantungan. Padahal, menurut filosofi Grameen Bank, keluarnya seseorang dari kemiskinan menuntut inisiatif dan kreativitas.

Demi menunjang filosofi itu, Grameen Bank merancang kredit mikro berbasis kepercayaan bukan kontrak legal. Konkretnya, peminjam diminta membuat kelompok yang terdiri dari lima orang dengan satu pemimpin. Pinjaman diberikan secara berurutan dengan catatan orang kedua baru bisa meminjam setelah pinjaman orang pertama dikembalikan. Selain itu, kelompok peminjam dituntut membuat pelbagai agenda sosial yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Metodologi ini bukan sekadar berfokus kepada kemiskinan finansial, tetapi juga sosial. Ia dirancang guna mendorong rasa tanggung jawab dan solidaritas terhadap sesama peminjam dalam satu komunitas. Ini didaratkan pada tesis bahwa kemiskinan bukan semata disebabkan oleh kekurangan modal finansial, tetapi juga sosial.


MAMPUKAH PETANI INDONESIA BANGKIT DARI KETERPURUKANNYA....?
Jawabnya tanyakan pada sistem dan aktornya.....bila anda masih percaya pada instansi yang di bangun oleh negara.

Tunduk tertindas atau bangkit melawan untuk sebuah keadilan sosial #MDRCCT
Lentera Merah My web Lenteramerah https://pojoklenteramerah.blogspot.co.id/