Showing posts with label Analys. Show all posts
Showing posts with label Analys. Show all posts

Saturday, June 3, 2017

JOKOWI DIANTARA ‘MANUSIA BATU’

Jokowi yang hadir di tengah-tengah arus kekuasaan tertinggi di Indonesia sempat menjadi tranding topik dunia, bahkan program poros maritim dan revolusi mentalnya menjadi fenomena besar di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang hidup lama dalam pola pandang daratan. Apakah ini perkerjaan berat sang presiden, atau keberatan kita menerima sang presiden?


Kemunculan sosok pemimpin baru merupakan kemunculan akan suatu pembaharuan, bahkan pada level yang lebih ekstrim maka pengharapan akan perubahan dan revolusi tidak akan terelakkan lagi. Catatan sejarah Indonesia telah menerangkan bahwa perubahan pemimpin juga berarti perubahan orde, rezim dan totalitas arah kebijakan nasional. Munculnya ‘reformasi’ pada akhir kepemimpinan sang jendral ‘petrus’ mengantarkan pada pola kekuasaan per lima tahun hingga sampai pada lahirnya sosok seorang pemimpin ‘idaman’ bagi sebagian besar masyarakat. Bagaimana sepak terjang sang pemimpin pada era edan ini dengan suatu strategi ‘revolusi mental’ dan ‘poros maritim’-nya, berikut ulasannya.
Perubahan pola kepemimpinan yang secara cepat, memaksa setiap aktor dan manusia Indonesia untuk melakukan perombakan besar-besaran, baik dari cara berpikir berupa impian dan idaman ataupun tindakan berupa pola kerja dan interaksi antar masyarakat lainnya. Namun demikian dengan begitu luasnya wilayah Indonesia terutama laut, maka perombakan tersebut tidak dapat menyentuh secara luas setiap pundi-pundi kehidupan di Indonesia.
Jika dianalisa dengan teori perubahan sosial oleh Tan Malaka (1964)[1] yang menitik beratkan pada pola pandang berupa idaman dan impian masyarakat berpautan secara dua arah dengan empat faktor yang bergerak secara dialektika dari kelas berpolitik, keadaan ekonomi, perkembangan teknologi, dan keadaan geografis, maka setidaknya terdapat empat kelas masyarakat. Mulai dari masyarakat berpola pandang kolonial sebagai sisa-sisa masyarakat tua, masyarakat revolusi yang haus akan perubahan, masyarakat borjuis dengan pola pandang kapitalisme, serta masyarakat informasi yang dinamis. Setiap orang dengan pola pandang tersebut berinteraksi satu sama lain dan memiliki pengaruh dan otoritas tersendiri dalam tatanan masyarakat ‘kekinian’ Indonesia.

Masyarakat Internasional
Sementara itu di lingkungan setragis dunia telah mengalami berbagai perubahan mendasar yang juga menuntut setiap orang berlaku sama dalam suatu internasionalisasi. Analisa Fukuyama[2] menjelaskan bahwa perubahan masyarakat pasca perang dingin adalah terhentinya semua ideologi dan berkembangnya ideologi demokrasi-liberal ala Amerika, Sehingga setiap negara berupaya mencapai titik pemikiran politik ala demokrasi-liberal dengan berbagai penyesuaian budaya yang mengatur masyarakat untuk menjadi objek sekaligus subjek negara. Hal tersebut berlanjut kepada munculnya kekuatan individu dan kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat untuk menjalani keinginan politisnya hingga menciptakan ketidak-jelasan akan suatu perkembangan politik di negara tersebut.

Strategi Jokowi
Melihat perubahan dunia yang menuju arah ketidakjelasan dan ketidakpastian (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity World) sangatlah jelas bahwa dibutuhkan suatu pemimpin yang berpikir strategik untuk dapat membawa seluruh masyarakatnya ke arah pemikiran pasti.
Pola strategi Jokowi dengan program Trisakti dan Nawacita dalam visi “terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong,” memunculkan pertanyaan serius apa yang menjadi grand strategy berupa ‘victory’ Jokowi ke depan. Menyimak pemikiran diplomatis dunia saat ini dimana negara dengan kekuatan militer dapat memegang kendali akan kebijakan dan kepentingan nasionalnya kepada negara lain (sebagai contoh Amerika, Russia, dan Tiongkok), maka apakah akan sama targetan Jokowi untuk mencapai kedaulatan negara dengan kekuatan militer melalui tangga peningkatan ekonomi dan perbaikan politik?
Pemanfaatan domain maritim melalui program poros maritim memang merupakan prioritas pembangunan saat ini, namun strategi tersebut bukanlah hal baru di dunia. Negara-negara sekaliber Amerika, Inggris, Tiongkok, Jepang dll telah banyak melihat sektor ini sebagai kunci peningkatan ekonomi mereka. Melalui program-program seperti America ocean economy, blue economy, sea power, serta One belt one rote bisa menjadi acuan strategi poros maritim Jokowi.
Pemikir-pemikir bidang maritim seperti  Mahan[3] menjelaskan bahwa dibutuhkan karakter bangsa dan karakter pemerintah berorientasi pada domain maritim. Maka sangatlah wajar bila muncul istilah revolusi mental sebagai upaya membentuk karakter bangsa. Namun makna revolusi mental dalam poros maritim ini apakah benar dapat di tuangkan dalam strategy implementation-nya ditengah masyarakat?

Kritik Bangsa
Dalam hati terbuka, dan pikiran yang matang mari bersama-sama kita mengamati keadaan nyata saat ini, baik itu untuk tatanan pemerintah ataupun seluruh komponen masyarakat secara luas.
Pemerintah baik itu pemerintahan daerah merupakan perpanjangan tangan rakyat hendaknya sadar akan kehadirannya di negara tercintah ini, di tengah kisruh KKN yang tak kunjung usai jelas menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki mental kolonial (atasan harus dijilat bawahan harus diperas). Ditambah pemikiran borjuis dengan kekayaan sebagai kuncinya menjadikan pemerintahan sebagai lumbung uang. Dengan berkembangnya teknologi informasi maka sikut-sikutan untuk mencari kekuasaan akan semakin menjadi, jebak-menjebak atasan dan teman sejawat akan lazim digunakan. Jika memang Pemerintah bertindak untuk rakyat, ayo bergotong royong, berkerjasama dalam suatu integritas yang memang sangat dibutuhkan selama ini.
Lebih jauh program pemanfaatan domain maritim membutuhkan integrasi dan integritas dari semua lembaga pemerintahan. Domain maritim membutuhkan banyak informasi dari berbagai lembaga yang dapat disatukan dan dijadikan acuan bersama dalam menetapkan kebijakan. Bukan hendak memihak kepada lembaga Badan Geospasial Indonesia (BIG), namun lembaga ini haruslah menjadi juru kunci informasi dari berbagai lembaga lainnya. Analisa data dengan melibatkan berbagai lembaga harus dapat dikoordinasikan oleh lembaga intelijen Indonesia yang selanjutkan dieksekusi oleh berbagai lembaga terkait maritim dan perekonomian Indonesia. Namun walamualam pemerintahan saat ini belum memperlihatkan secara pasti kinerjanya bahkan lembaga legislatif sibuk memotong berbagai kebijakan penting, dan menetapkan secara sepihak kebijakan tanpa arah menunjukkan sikap ‘manusia batu’ dengan mental Kolonial, Borjuis kolot, Revolusiner bodong, dan Informatif bengal-nya sekaligus.
Seluruh masyarakat yang tergabung dalam persatuan baik LSM atau kelompok dengan kekuatan pengaruh lainnya hendaknya sadar apa yang telah dicapai oleh negara ini. Setidaknya HAM telah terjamin, dimana setiap orang berhak untuk melakukan apa saja selama tidak melanggar hukum baik itu untuk kepentingan pribadi, keluarga dan kelompoknya. Setiap orang bebas untuk bekerja sama dengan siapapun yang juga untuk memenuhi hasrat individualnya, bukan untuk negara, bukan untuk orang yang tidak dikenal di belahan Indonesia lainnya apa lagi untuk generasi yang akan datang. Selain itu pers dan media juga berhak melakukan apapun, informasi apapun dapat disebarkan asalkan menghasilkan uang, kenapa tidak dijalankan?
Namun ingatlah uang bukan segala-galanya, kekayaan tidak menjamin seutuhnya akan kebahagiaan. Tentang kebahagiaan saya rasa adalah dengan melihat generasi ke depan Indonesia hidup dalam kepastian dan kedamaian. Bila itu menjadi kuncinya maka jelas tugas kewajiban masyarakat adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Apakah kita telah menyelesaikan kewajiban kita?
Tentulah kritik ini di generalisir, dengan tidak adanya ancaman masyarakat internasional yang mengacaukan pola pandang nasional dan mengganggu Integritas bangsa, namun perbaikan mental bangsa jelas harus menjadi prioritas terlebih dahulu. Selain itu konsistensi dan pola pandang Jokowi dan think tank-nya juga harus mencapai kestabilan pada arah yang tepat jika tidak mau era ini kembali digulingkan oleh generasi muda!


[1] Tan Malaka (1964) Materialisme-dialektika-logika MADILOG. Narasi. Jogjakarta
[2] Dikembangkan berdasarkan sudut pandang Francis Fukuyama dalam buku the End of History.
[3] Dalam Marsetio (2014). Sea power Indonesia. Universitas Pertahanan. Sentul

Saturday, November 5, 2016

KALIAN PNS, JANGAN IKUT PROTES !!!!

Banyak orang gagal paham, apalagi mereka yang pernah di sumpah atas nama negara, untuk mempunyai kesetiaan dan ketaatan terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara dan pemerintah !

Coba rekan-rekan yang pernah di sumpah atas nama Janji PNS , di ingat-ingat lagi ucapannya saat masih jadi CPNS, yang di amanatkan undang-undang no 8 tahun 1974 pasal 26 disebutkan :

Demi Allah, saya bersumpah/berjanji :

Bahwa saya, untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah. Bahwa saya, akan mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran dan tanggung jawab.

Bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah, dan Martabat Pegawai Negeri, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan Negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan.
Bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan.
Bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan Negara.

Tuesday, October 4, 2016

Peta Topografi Gunung Api Bukit Kaba Bengkulu

Gunung Kaba atau lebih dikenal dengan Bukit Kaba. Gunung ini terletak di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupuh Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Provinsi Bengkulu. Kota terdekat gunung ini adalah Kota Curup.  Bukit Kaba mempunyai ketinggian sekitar 1.950 Mdpl.

Gunung Kaba, yang memiliki 8 kawah di puncak. Secara geografis terletak pada 3˚31’0” Lintang Selatan, dan 102˚37’0” Bujur Timur,

Gunung ini bertipe strato dengan ketinggian 1952 m dpl. Pos pengamatan gunung api ini terletak di Gunung Kaba, Desa Sumber Urip, Kec. Sambirejo, Kab.Rejanglebong, Bengkulu, pada koordinat 3˚28’41,70” LS dan 102˚38’41,90”BT dengan ketinggian 1182 m dpl.


Dibawah ini ada beberapa Peta 3d beberapa gunung di indonesia sudah ada di dalamnya waypoint dan track log nya, barang kali bisa dijadikan bekal adventure mountainers semua,

click Source cetak Print A3
Peta Topografi Gunung Api Bukit Kaba Bengkulu


Sunday, September 18, 2016

Tambal Sulam Perencanaan Tata Ruang dan Perencanaan Pembangunan, Bentuk Kebodohan Kepala daerah ?

Alur perencanaan pembangunan dan perencanaan tata ruang sebenarnya berada dalam satu siklus yang sama. Tetapi dalam prakteknya tata ruang dan perencanaan pembangunan seringkali menjadi dua inisiatif yang berbeda. Meskipun aturan yang ada sudah menyebutkan keterkaitan antara dokumen RPJM dengan dokumen TATA RUANG tetapi dalam prakteknya bisa menjadi dua dokumen yang berbeda dan tidak terkait.
Ada beberapa alasan mengapa keterkaitan ini tidak terjadi dalam perencanaan pembangunan di Propinsi dan di Kabupaten yang ada di Indonesia.

Tata Ruang:  Pelaksanaan dan Kapasitas

Tata ruang yang ada di Indonesia bisa dikatakan merupakan konsep penataan ruang model ‘kuno’ yang pada dasarnya tidak mampu mengakomodir semua aspek yang ada dalam kondisi nyata.
Ada banyak aspek yang tidak dimasukkan dalam tata ruang kita:
  • Aspek perlindungan biodiversity dan kekayaan lain seperti ekosistem unik dan langka
  • Aspek kebencanaan
  • Aspek lingkungan lain seperti terkait dengan perubahan iklim
Aspek itu kemudian di ‘mainstreaming’ tetapi pertanyaannya adalah apakah mainstreaming itu bisa idilakukan dengan kapasitas yang ada pada perencana di tingkat Kabupaten atau propinsi.

Minimnya Kapasitas Perencana

Ini menjadi PR besar bagi penyelengara perencanaan di daerah, beberapa pendampingfakta di temukan:
  1. Posisi Kepala Bappeda pada banyak Kabupaten di Indonesia diisi oleh jabatan politis, pada banyak kasus ini diisi oleh ‘ orang kepercayaan’ bupati yang kebanyakan bukan berlatar belakang ahli tata ruang atau bekerja di bidang perencanaan sebelumnya. ada juga bahkan pernah di temukan malah isinya orang bappeda berbasis sarjana Guru. 
  2. Minimnya tenaga planner di Bappeda; ada beberapa kabupaten yang hanya memiliki 1 atau 2 orang dengan latar belakang ilmu perencanaan. Mungkin ada kabupaten pemekaran di wilayah yang jauh dari pusat propinsi atau nasional yang tidak memiliki perencana
  3. Minimnya tenaga teknis  teknis pendukung perencanaan seperti tenaga GIS, tenaga ahli ekonomi pembangunan, tenaga ahli sipil.
  4. Posisi staf pada bappeda banyak  di isi pamong yang bukan berbasis keilmuan, padahal pamong itu bekerja secara adminsitrasi dalam kepemrintahan.
Selama ini kapasitas itu diisi oleh tenaga pihak ketiga melalui kontrak, masalahnya adalah ketika kita tidak mengerti perencanaan, bagaimana kita bisa mempercayakan perencanaan ke oranglain. Pada banyak kasus pihak ketiga ini TIDAK memiliki kemampuan pemahaman KONTEKS LOKAL. Output nya adalah dokumen perencanaan COPY PASTE.

RTRW dan RPJM: Jangan Terpisahkan

Minimnya kapasitas berdampak dengan dokumen RPJM dan RTRW dilakukan oleh 2 konsultan yang berbeda. Tanpa adanya diskusi dan penyatuan maka yang terjadi adalah menjadi 2 dokumen yang tidak memiliki kaitan sama sekali. Peran Bappeda seharusnya memastikan 2 dokumen ini menjadi dokumen yang tidak terpisahkan.
Meskipun regulasi menetapkan bahwa RTRW merupakan acuan bagi bagi penyusunan RPJM dan sebaliknya, tetapi dalam pelaksanaan ini tidak dilakukan dengan benar.
Konsep konsep WP alias wilayah pelayanan merupakan konsep-konsep mikro yang sudah usang dan boleh dikatakan tidak applicable pada perencanaan wilayah. Konsep-konsep ini seharusnya digantikan dengan konsep-konsep baru yang mampu menterjemahkan kebijakan, rencana dan program dalam konteks ruang.
Apa yang terjadi ketika RPJM menetapkan program “Peningkatan 20% ketahanan pangan dengan membangun pusat-pusat agriculture/food estate?” kenyataan di lapangan akhirnya lokasi tidak ditentukan dan kemudian dilakukan tanpa analisis dari tata ruang dan akhirnya program dilakukan di lokasi yang salah atau ternyata tidak dapat dilakukan karena tidak ada ruang tersedia.

RTRW dan Rencana Sektoral

Rencana sektoral harusnya merupakan wujud implementasi dari Tata Ruang dalam konteks spatial.Wilayah-wilayah dalam rencana sektoral harusnya bisa digali dan diambil dari dokumen tata ruang.
Misalnya rencana Sektor Pendidikan, seharusnya bisa digali dari dokumen tata ruang dan dokumen RPJM yang sudah menyebutkan mana kecamatan/kabupaten yang memiliki angka MELEK HURUF terendah. Wilayah ini yang kemudian menjadi target Perencanaan Sektor Pendidikan.
Secara lebih detail rencana sektoral seperti Perkebunan kemudian tidak dilakukan dengan melihat dokumen tata ruang yang baik. Akibatnya adalah (1) Lokasi yang dikembangkan merupakan lokasi yang salah, tengok saja dengan GOOGLE EARTH bagaimana perkebunan sawit di Indonesia ditanam di pingir sungai. Padahal dalam aturan Tata Ruang harus diberi buffer.
Ini bukti bahwa arahan Tata Ruang tidak pernah menjadi arahan dalam pelaksanaan pembangunan SEKTORAL. Jelas dalam dokumen Tata Ruang
Lokasi Sawit di Pinggir Sungai di Riau
Lokasi Sawit di Pinggir Sungai di Riau

Padahal menurut Permen no 15 tahun 2009 (permen15-2009) kawasan lindung terdiri atas:
a. kawasan hutan lindung;
b) kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya, meliputi: kawasan bergambut dan kawasan resapan air;
c) kawasan perlindungan setempat, meliputi: sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau atau waduk, kawasan sekitar mata air, serta kawasan lindung spiritual dan kearifan lokal;

Rekomendasi

  1. Perlu Kebijakan pengelolaan aparatur pemerintahan yang lebih dalam menyusun lembaga perencana di Kabupaten atau Provinsi dengan memastikan adalnya kapasita Perencana dalam struktur lembaga Perencanaan Pembangunan seperti Bappeda.
  2. Adanya kegiatan pengembangan kapasitas Perencana di Tingkat Kabupaten.
  3. Adanya monitoring yang ketat atas kualitas Dokumen Perencanaan.
  4. Adanya TRANSPARASI dan PENYERTAAN PERAN MASYARAKAT dalam Perencanaan Pembangunan. Pada banyak prakteknya MASYARAKAT/PUBLIK suatu wilayah akan jauh lebih expert menilai wilayahnya dibanding ahli dari mananpun.
Mari kita nikmati bencana ekologi, salah perencanaan, tambah sulam RTRW, taruhannya cuama tuhan yang bisa memberikan azab.

Sumber Jaringan program GIS

Monday, September 12, 2016

Peta TopoGrafi 3D untuk Pendaki Gunung | Edisi 1

Gunung Rinjani


























Bagi sebagian orang mendaki gunung merupakan sebuah hobi bahkan ada pula yang menjadi pekerjaan.Tapi sebagian besar orang menganggap mendaki merupakan suatu hal yang berat dan mungkin sia-sia. Padahal tidak selamanya bahwa mendaki gunung adalah hal yang tidak bermanfaat. Justru banyak hal yang bisa didapat ketika kita mendaki gunung.

Informasi penting diperlukan. Seluk beluk seperti lokasi, transportasi, basecamp, jarak pendakian, medan pendakian, kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan seperti badai, jalur yang rusak dan sebagainya mutlak harus diketahui. Hal ini berguna agar memudahkan kita di dalam menyiapkan diri dan bekal.Lebih bagus lagi jika kita punya peta pendakian sehingga kita punya perkiraan sekilas tentang medan. 

Sebagaimana sebuah aktifitas [baik yang biasa maupun tidak biasa] mendaki gunung butuh persiapan baik persiapan bekal maupun fisik. Nah sebagai seorang Pemula (Pendaki Gunung Mula lama), saya akan memaparkan Pentingnya Peta dalam perjalanan Pendakian, terutama bagi Newbie, kenapa harus bawa peta dan alat Navigasi.

Dibawah ini ada beberapa Peta 3d beberapa gunung di indonesia sudah ada di dalamnya waypoint dan track log nya, barang kali bisa dijadikan bekal adventure mountainers semua, tapi sebelumnya, kita bahas urusan garis kontur dulu, barang kali ada yang belom paham. Thanks atas sharingnyaIndomapimages 

Sifat-sifat garis kontur

  1. Garis kontur dengan ketinggian yang lebih rendah mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi, kecuali bila disebut secara khusus untuk hal-hal tertentu seperti kawah.
  2. Garis kontur tidak akan pernah berpotongan
  3. Beda ketinggian antara dua garis kontur adalah tetap, walaupun kerapatan dua garis kontur tersebut berubah-ubah.
  4. Daerah datar mempunyai kontur yang jarang-jarang, sedangkan daerah terjal atau curam mempunyai garis kontur yang rapat.
  5. Garis kontur tidak akan pernah bercabang.
  6. Punggung gunung atau bukit terlihat di peta sebagai rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf “U” yang ujung melengkungnya menjauhi puncak.
  7. Lembah terlihat di peta sebagai rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf “V” yang ujungnya tajam dan menjorok ke arah puncak.
  8. Garis kontur berbentuk kurva tertutup.
  9. Garis ketinggian pembantu, menyatakan ketinggian antara (tengah-tengah) antara dua garis yang berurutan

Nah, setelah mengetahui sifat-sifatnya, secara umum membaca garis kontur di peta adalah sebagai berikut :


  • Di peta yang ane bikin, garis kontur yang tebal menandakan kontur kelipatan 100. Jadi antara garis kontur yang tebal dengan garis kontur tebal lainnya memiliki beda ketinggian 100 meter. Contoh : Garis kontur tebal pertama menunjukkan ketinggian 1200 mdpl. garis kontur tebal setelahnya pasti 1100/1300 mdpl tergantung medan.
  • Garis kontur tipis yang ada di peta menunjukkan perbedaan ketinggian 20 meter. Jadi di antara 2 garis kontur tebal pasti ada 4 garis kontur tipis. Contoh : Di antara 2 garis kontur tebal yang masing-masing memiliki ketinggian 1100 mdpl dan 1200 mdpl pasti terselip 4 garis kontur tipis, dengan masing-masing ketinggian 1120, 1140, 1160, 1180 mdpl.
  • Makin rapat garis kontur, artinya makin terjal/curam medannya. sedangkan makin renggang garis kontur artinya makin landai medannya.
  • Perhatikan koordinat yang ada di sisi peta (atas bawah kiri kanan) di situ ada koordinat kan? di bagian atas dan kiri itu koordinat geografis, sedangkan koordinat di kanan dan bawah itu koordinat UTM. koordinat itu menunjukkan lokasi absolut dari suatu lokasi. 


Gunung Merapi
Gunung Semeru

Gunung Merbabu
File source Cetak A4

Saturday, September 3, 2016

PETA INDONESIA TERBARU 2015

Peta merupakan gambaran dari permukaan bumi yang diperkecil berdasarkan skala tertentu yang digambarkan dalam suatu bidang datar dengan menggunakan sistem proyeksi tertentu. Begitulah pengertian peta secara sederhana.

Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Terbitan terbaru , tepatnya diterbitkan bulan Mei 2015 oleh BIG (Badan Informasi Geospasial) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bakosurtanal. Peta ini dapat diunduh secar gratis di website resmi BIG yaitu di BAKOSURTANAL . Namun kalian juga dapat mengunduh nya pada link berikut ini :

- Peta NKRI Skala 1:2.500.000 ukuran 10MB. Unduh Peta.
- Peta NKRI Skala 1:5.000.000 ukuran 7MB. Unduh Peta.

Semoga dapat bermanfaat dan dapat membuat kita semakin mencintai negara kita Indonesia.
( Sumber : Http://Bakosurtanal.go.id )

PETA SHP (SHAPEFILE) SELURUH INDONESIA

Data berikut ini merupakan data yang menunjukan suatu objek di permukaan bumi seperti bentuk pulau, batas administrasi, sungai, jalan, dll. Dalam bahasan ini akan diberikan suatu data berformat SHP (ArcGIS) yang dapat di unduh dengan gratis. Untuk mengunduh data format SHP dapat mengunjungi link berikut
Dari link di atas merupakan link penyedia data format SHP yang mencakup wilayah global. Secara singkat pengertian dari data yang disediakan oleh situs di atas adalah sebagai berikut:

DIVA-GIS menyediakan 8 macam data yang bisa diunduh, diantaranya : Administrative areas, Inland water, Roads, Railroads, Elevation, Land cover, Population, and Gazetteer. Untuk menggunduh data dari DIVA-GIS cukup memasukan negara tujuan yang akan di unduh data Shp nya, kemudian pilih jenis data yang di inginkan.

GADM merupakan situs yang menyediakan data batas administrasi dalam format Shp, Esri Geodatabse, Kmz, dan lain sebagainya yang hampir mencakup seluruh negara.


GEOFABRIK berisikan data dari OpenStreetMaps (OSM), terdapat beberapa macam format data yang dapat dipilih. Data OSM sendiri merupakan data yang dihasilkan oleh masyarakat umum yang melakukan pengukuran atau survey dengan menggunakan alat-alat SIG seperti GPS, dan kemudian data tersebut di unggah di webgis OSM oleh orang-orang yang telah terdaftar sebagai anggota. Sehingga data dari OSM selalu diperbaharui setiap saat.

OSM Boundaries pada dasarnya sama dengan GEOFABRIK, karena masih merupakan produk dari OSM (Open Street Map), akan tetapi di dalam situs ini, kita dapat mengunduh data adminsitrasi dalam tingkatan yang berbeda. Kita dapat menentukan cakupan area yang akan di unduh berdasarkan pilihan daerah yang sudah tersedia, mulai dari administrasi negara, provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, bahkan cakupan wilayah per RT. Akan tetapi batas administrasi yang tersedia tidak seluruhnya ada. Tergantung ada tidaknya anggota OSM yang membuat datanya.

Kumpulan  Peta  RBI (Rupabumi Indonesia)dalam format shapefile keluaran BAKOSURTANAL dengan sistem proyeksi peta Geographic datum WGS 1984, maka dapat mengunjungi link berikut :

Selain itu terdapat Peta Dasar Indonesia, yang berisi berbagai layer penyusun dengan format Shp. Diantaranya sungai, jalan, perbatasan, kota, batimetri, dll
Berikut link unduhnya : Peta Dasar Indonesia.rar
Lentera Merah My web Lenteramerah https://pojoklenteramerah.blogspot.co.id/