Showing posts with label GIS. Show all posts
Showing posts with label GIS. Show all posts

Tuesday, October 4, 2016

Peta Topografi Gunung Api Bukit Kaba Bengkulu

Gunung Kaba atau lebih dikenal dengan Bukit Kaba. Gunung ini terletak di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupuh Rejang Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Provinsi Bengkulu. Kota terdekat gunung ini adalah Kota Curup.  Bukit Kaba mempunyai ketinggian sekitar 1.950 Mdpl.

Gunung Kaba, yang memiliki 8 kawah di puncak. Secara geografis terletak pada 3˚31’0” Lintang Selatan, dan 102˚37’0” Bujur Timur,

Gunung ini bertipe strato dengan ketinggian 1952 m dpl. Pos pengamatan gunung api ini terletak di Gunung Kaba, Desa Sumber Urip, Kec. Sambirejo, Kab.Rejanglebong, Bengkulu, pada koordinat 3˚28’41,70” LS dan 102˚38’41,90”BT dengan ketinggian 1182 m dpl.


Dibawah ini ada beberapa Peta 3d beberapa gunung di indonesia sudah ada di dalamnya waypoint dan track log nya, barang kali bisa dijadikan bekal adventure mountainers semua,

click Source cetak Print A3
Peta Topografi Gunung Api Bukit Kaba Bengkulu


Sunday, September 18, 2016

Tambal Sulam Perencanaan Tata Ruang dan Perencanaan Pembangunan, Bentuk Kebodohan Kepala daerah ?

Alur perencanaan pembangunan dan perencanaan tata ruang sebenarnya berada dalam satu siklus yang sama. Tetapi dalam prakteknya tata ruang dan perencanaan pembangunan seringkali menjadi dua inisiatif yang berbeda. Meskipun aturan yang ada sudah menyebutkan keterkaitan antara dokumen RPJM dengan dokumen TATA RUANG tetapi dalam prakteknya bisa menjadi dua dokumen yang berbeda dan tidak terkait.
Ada beberapa alasan mengapa keterkaitan ini tidak terjadi dalam perencanaan pembangunan di Propinsi dan di Kabupaten yang ada di Indonesia.

Tata Ruang:  Pelaksanaan dan Kapasitas

Tata ruang yang ada di Indonesia bisa dikatakan merupakan konsep penataan ruang model ‘kuno’ yang pada dasarnya tidak mampu mengakomodir semua aspek yang ada dalam kondisi nyata.
Ada banyak aspek yang tidak dimasukkan dalam tata ruang kita:
  • Aspek perlindungan biodiversity dan kekayaan lain seperti ekosistem unik dan langka
  • Aspek kebencanaan
  • Aspek lingkungan lain seperti terkait dengan perubahan iklim
Aspek itu kemudian di ‘mainstreaming’ tetapi pertanyaannya adalah apakah mainstreaming itu bisa idilakukan dengan kapasitas yang ada pada perencana di tingkat Kabupaten atau propinsi.

Minimnya Kapasitas Perencana

Ini menjadi PR besar bagi penyelengara perencanaan di daerah, beberapa pendampingfakta di temukan:
  1. Posisi Kepala Bappeda pada banyak Kabupaten di Indonesia diisi oleh jabatan politis, pada banyak kasus ini diisi oleh ‘ orang kepercayaan’ bupati yang kebanyakan bukan berlatar belakang ahli tata ruang atau bekerja di bidang perencanaan sebelumnya. ada juga bahkan pernah di temukan malah isinya orang bappeda berbasis sarjana Guru. 
  2. Minimnya tenaga planner di Bappeda; ada beberapa kabupaten yang hanya memiliki 1 atau 2 orang dengan latar belakang ilmu perencanaan. Mungkin ada kabupaten pemekaran di wilayah yang jauh dari pusat propinsi atau nasional yang tidak memiliki perencana
  3. Minimnya tenaga teknis  teknis pendukung perencanaan seperti tenaga GIS, tenaga ahli ekonomi pembangunan, tenaga ahli sipil.
  4. Posisi staf pada bappeda banyak  di isi pamong yang bukan berbasis keilmuan, padahal pamong itu bekerja secara adminsitrasi dalam kepemrintahan.
Selama ini kapasitas itu diisi oleh tenaga pihak ketiga melalui kontrak, masalahnya adalah ketika kita tidak mengerti perencanaan, bagaimana kita bisa mempercayakan perencanaan ke oranglain. Pada banyak kasus pihak ketiga ini TIDAK memiliki kemampuan pemahaman KONTEKS LOKAL. Output nya adalah dokumen perencanaan COPY PASTE.

RTRW dan RPJM: Jangan Terpisahkan

Minimnya kapasitas berdampak dengan dokumen RPJM dan RTRW dilakukan oleh 2 konsultan yang berbeda. Tanpa adanya diskusi dan penyatuan maka yang terjadi adalah menjadi 2 dokumen yang tidak memiliki kaitan sama sekali. Peran Bappeda seharusnya memastikan 2 dokumen ini menjadi dokumen yang tidak terpisahkan.
Meskipun regulasi menetapkan bahwa RTRW merupakan acuan bagi bagi penyusunan RPJM dan sebaliknya, tetapi dalam pelaksanaan ini tidak dilakukan dengan benar.
Konsep konsep WP alias wilayah pelayanan merupakan konsep-konsep mikro yang sudah usang dan boleh dikatakan tidak applicable pada perencanaan wilayah. Konsep-konsep ini seharusnya digantikan dengan konsep-konsep baru yang mampu menterjemahkan kebijakan, rencana dan program dalam konteks ruang.
Apa yang terjadi ketika RPJM menetapkan program “Peningkatan 20% ketahanan pangan dengan membangun pusat-pusat agriculture/food estate?” kenyataan di lapangan akhirnya lokasi tidak ditentukan dan kemudian dilakukan tanpa analisis dari tata ruang dan akhirnya program dilakukan di lokasi yang salah atau ternyata tidak dapat dilakukan karena tidak ada ruang tersedia.

RTRW dan Rencana Sektoral

Rencana sektoral harusnya merupakan wujud implementasi dari Tata Ruang dalam konteks spatial.Wilayah-wilayah dalam rencana sektoral harusnya bisa digali dan diambil dari dokumen tata ruang.
Misalnya rencana Sektor Pendidikan, seharusnya bisa digali dari dokumen tata ruang dan dokumen RPJM yang sudah menyebutkan mana kecamatan/kabupaten yang memiliki angka MELEK HURUF terendah. Wilayah ini yang kemudian menjadi target Perencanaan Sektor Pendidikan.
Secara lebih detail rencana sektoral seperti Perkebunan kemudian tidak dilakukan dengan melihat dokumen tata ruang yang baik. Akibatnya adalah (1) Lokasi yang dikembangkan merupakan lokasi yang salah, tengok saja dengan GOOGLE EARTH bagaimana perkebunan sawit di Indonesia ditanam di pingir sungai. Padahal dalam aturan Tata Ruang harus diberi buffer.
Ini bukti bahwa arahan Tata Ruang tidak pernah menjadi arahan dalam pelaksanaan pembangunan SEKTORAL. Jelas dalam dokumen Tata Ruang
Lokasi Sawit di Pinggir Sungai di Riau
Lokasi Sawit di Pinggir Sungai di Riau

Padahal menurut Permen no 15 tahun 2009 (permen15-2009) kawasan lindung terdiri atas:
a. kawasan hutan lindung;
b) kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya, meliputi: kawasan bergambut dan kawasan resapan air;
c) kawasan perlindungan setempat, meliputi: sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau atau waduk, kawasan sekitar mata air, serta kawasan lindung spiritual dan kearifan lokal;

Rekomendasi

  1. Perlu Kebijakan pengelolaan aparatur pemerintahan yang lebih dalam menyusun lembaga perencana di Kabupaten atau Provinsi dengan memastikan adalnya kapasita Perencana dalam struktur lembaga Perencanaan Pembangunan seperti Bappeda.
  2. Adanya kegiatan pengembangan kapasitas Perencana di Tingkat Kabupaten.
  3. Adanya monitoring yang ketat atas kualitas Dokumen Perencanaan.
  4. Adanya TRANSPARASI dan PENYERTAAN PERAN MASYARAKAT dalam Perencanaan Pembangunan. Pada banyak prakteknya MASYARAKAT/PUBLIK suatu wilayah akan jauh lebih expert menilai wilayahnya dibanding ahli dari mananpun.
Mari kita nikmati bencana ekologi, salah perencanaan, tambah sulam RTRW, taruhannya cuama tuhan yang bisa memberikan azab.

Sumber Jaringan program GIS

Monday, September 12, 2016

Peta TopoGrafi 3D untuk Pendaki Gunung | Edisi 1

Gunung Rinjani


























Bagi sebagian orang mendaki gunung merupakan sebuah hobi bahkan ada pula yang menjadi pekerjaan.Tapi sebagian besar orang menganggap mendaki merupakan suatu hal yang berat dan mungkin sia-sia. Padahal tidak selamanya bahwa mendaki gunung adalah hal yang tidak bermanfaat. Justru banyak hal yang bisa didapat ketika kita mendaki gunung.

Informasi penting diperlukan. Seluk beluk seperti lokasi, transportasi, basecamp, jarak pendakian, medan pendakian, kemungkinan-kemungkinan yang tidak diharapkan seperti badai, jalur yang rusak dan sebagainya mutlak harus diketahui. Hal ini berguna agar memudahkan kita di dalam menyiapkan diri dan bekal.Lebih bagus lagi jika kita punya peta pendakian sehingga kita punya perkiraan sekilas tentang medan. 

Sebagaimana sebuah aktifitas [baik yang biasa maupun tidak biasa] mendaki gunung butuh persiapan baik persiapan bekal maupun fisik. Nah sebagai seorang Pemula (Pendaki Gunung Mula lama), saya akan memaparkan Pentingnya Peta dalam perjalanan Pendakian, terutama bagi Newbie, kenapa harus bawa peta dan alat Navigasi.

Dibawah ini ada beberapa Peta 3d beberapa gunung di indonesia sudah ada di dalamnya waypoint dan track log nya, barang kali bisa dijadikan bekal adventure mountainers semua, tapi sebelumnya, kita bahas urusan garis kontur dulu, barang kali ada yang belom paham. Thanks atas sharingnyaIndomapimages 

Sifat-sifat garis kontur

  1. Garis kontur dengan ketinggian yang lebih rendah mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi, kecuali bila disebut secara khusus untuk hal-hal tertentu seperti kawah.
  2. Garis kontur tidak akan pernah berpotongan
  3. Beda ketinggian antara dua garis kontur adalah tetap, walaupun kerapatan dua garis kontur tersebut berubah-ubah.
  4. Daerah datar mempunyai kontur yang jarang-jarang, sedangkan daerah terjal atau curam mempunyai garis kontur yang rapat.
  5. Garis kontur tidak akan pernah bercabang.
  6. Punggung gunung atau bukit terlihat di peta sebagai rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf “U” yang ujung melengkungnya menjauhi puncak.
  7. Lembah terlihat di peta sebagai rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf “V” yang ujungnya tajam dan menjorok ke arah puncak.
  8. Garis kontur berbentuk kurva tertutup.
  9. Garis ketinggian pembantu, menyatakan ketinggian antara (tengah-tengah) antara dua garis yang berurutan

Nah, setelah mengetahui sifat-sifatnya, secara umum membaca garis kontur di peta adalah sebagai berikut :


  • Di peta yang ane bikin, garis kontur yang tebal menandakan kontur kelipatan 100. Jadi antara garis kontur yang tebal dengan garis kontur tebal lainnya memiliki beda ketinggian 100 meter. Contoh : Garis kontur tebal pertama menunjukkan ketinggian 1200 mdpl. garis kontur tebal setelahnya pasti 1100/1300 mdpl tergantung medan.
  • Garis kontur tipis yang ada di peta menunjukkan perbedaan ketinggian 20 meter. Jadi di antara 2 garis kontur tebal pasti ada 4 garis kontur tipis. Contoh : Di antara 2 garis kontur tebal yang masing-masing memiliki ketinggian 1100 mdpl dan 1200 mdpl pasti terselip 4 garis kontur tipis, dengan masing-masing ketinggian 1120, 1140, 1160, 1180 mdpl.
  • Makin rapat garis kontur, artinya makin terjal/curam medannya. sedangkan makin renggang garis kontur artinya makin landai medannya.
  • Perhatikan koordinat yang ada di sisi peta (atas bawah kiri kanan) di situ ada koordinat kan? di bagian atas dan kiri itu koordinat geografis, sedangkan koordinat di kanan dan bawah itu koordinat UTM. koordinat itu menunjukkan lokasi absolut dari suatu lokasi. 


Gunung Merapi
Gunung Semeru

Gunung Merbabu
File source Cetak A4

Saturday, September 3, 2016

Peta SHP Kontur Bengkulu

Peta kontur adalah peta yang menggambarkan ketinggian tempat dengan menggunakan garis kontur. Garis kontur adalah garis pada peta yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama. Sifat dan ketentuan garis kontur:

a. Semakin rapat garis kontur lereng semakin curam, dan begitu juga sebaliknya
b. Garis kontur tidak bercabang
c. Garis kontur yang berimpit menunjukkan lereng yang tegak
d. Perbedaan tinggi antara 2 garis ketinggian adalah setengah angka ribuan skala dinyatakan dalam meter
e. Garis ketinggian yang pertama adalah setengah dari ribuan skala dinyatakan dalam meter
f. Jika yang digambar gunung yang mempunyai kawah maka posisi kawah cukup diberi titik dan ditandai ketinggian.
g. Peta kontur adalah bagian dari peta topografi atau RBI sehingga mempunyai skala yang besar, wilayah yang tergambar tidak luas.
h. Kontur tertutup, terbuka, lembah, igir.

Berikut, sebuah SHP Peta kontur Provinsi Bengkulu, untuk mendowload silahkan buka DISINI.

TUTORIAL ARCGIS

Buat pemula yang ingin belajar ArcGis dekstop secara mandiri, dapat menggunakan tutorial yang ada dibawah ini, sampai sekarang pun saya sangat terbantu dengan tutorial ini karena sifat manusia yang mudah lupa. jika para mapper mau belajar dengan sabar dan continue, insyallah akan lancar dalam penggunaanya,

Secara umum, arcGis hampir sama penggunaanya dengan arcview, namun jelas lebih komplit dan memiliki banyak kemudahan, namun kekuranganya adalah, anda harus memiliki komputer yang cukup memadai untuk menggunakan software ini, karena tergolong software berat, saya menggunakan AMD Phenom dengan RAM 2GB saja kadang ngerasa belum cepat, bagi anda yang menggunakan komputer low end, sabar ya,

Tutorial ArcGis Dekstopnya, silahkan didownload dengan baik, klik DISINI untuk mendownload

PETA RBI DARI INA-GEOPORTAL

Ina-Geoportal merupakan portal Geospasial Indonesia yang resmi diluncurkan oleh BIG (Badan Informasi Geospasial) pada tanggal 17 oktober 2011. Ina-Geoportal dibangun dengan partisipasi berbagai kementrian, lembaga, serta pemerintah daerah di indonesia, sebagai bukti apresiasi terhadap kebutuhan data geospasial di tanah air ini. Portal ini merupakan gerbang utama akses informasi geospasial yang menghubungkan berbagai Kementerian, Lembaga, Provinsi, dan Daerah yang menjadi mitra penghubung simpul Jaringan Data Spasial Nasional (JDSN).

Dengan adanya Ina-Geoportal ini telah menjawab berbagai permasalahan akibat perbedaan data tentang wilayah yang menjadi dasar berbagai pengambilan keputusan serta untuk mengkonsolidasi data dan informasi geospasial indonesia dalam satu platform yang terintegrasi.

Website resmi Ina-Geoportal dapat di akses di tanahair.indonesia.go.id atau dapat langsung mengakses portalnya di portal.ina-sdi.or.id. Data dari Ina-Geoportal dapat di unduh dengan gratis bagi masyarakat umum maupun bagi instansi lainnya.
Silahkan buka portalnya, kemudian masuk pada menu Download Peta.
2015-11-03_143757
Ina-Geoportal
Pada menu Download Peta, pilih jenis data yang di inginkan, dalam contoh ini, data yang di pilih adalah Peta Penutupan Lahan Skala 1:25.000. 
2015-11-03_143934
Pengisian Data Ina-Geoportal
Setelah memilih jenis data yang di inginkan, anda akan di minta untuk memasukan nama, email, serta memilih kategori jenis pengguna. Seperti gambar di atas.
2015-11-05_172357
Tampilan Untuk Memilih Area
Gambar di atas merupakan tampilan layar Ina-Geoportal untuk memilih area yang akan di unduh. Pada tampilan layer peta yang tersedia, terdapat kotak/Frame yang menutupi sebagian wilayah pada peta, hal tersebut menunjukan bahwa area tersebut sudah tersedia datanya, sedangkan untuk wilayah yang tidak terdapat kotak/Frame berarti data dari wilayah tersebut belum tersedia atau wilayah tersebut tersedia namun bukan dalam ukuran skala 1:25.000. Dan pada samping kanan layar Ina-Geoportal terdapat beberapa komponen atau satuan layer dari peta Tutupan Lahan yang akan di unduh.
Untuk memilih area dapat dilakukan dengan melakukan zoom pada area yang di inginkan, kemudian drag dengan menggunakan Rectangle, Polygon, atau dengan Freehand. Kurang lebih seperti gambar berikut :
2015-11-03_150410
Drag Area
Daerah yang dipilih dapat langsung di unduh dengan berbagai format, seperti SHP, GDB, DXF, DWG, dan DGN. Ukuran area yang di pilih, menentukan besaran data yang di unduh. Dalam contoh ini, data di unduh dalam format SHP (Shapefile), Untuk memulai proses unduh, klik pada pilihan Proses Data.
2015-11-05_190423
Hasil di dalam ArcGIS
Setelah data di unduh kemudian di tampilkan di dalam software ArcGIS, kurang lebih hasilnya seperti gambar di atas. Selanjutnya layer-layer penyusun peta tersebut bisa di susun dengan benar dan di buat layoutnya.
Peta dapat di unduh juga melalui website tanahair.indonesia.go.id cara nya sama seperti penjelasan di atas. Lebih jelasnya seperti berikut :
Video_2015-12-22_200607
Cara Unduh Peta RBI

PETA INDONESIA TERBARU 2015

Peta merupakan gambaran dari permukaan bumi yang diperkecil berdasarkan skala tertentu yang digambarkan dalam suatu bidang datar dengan menggunakan sistem proyeksi tertentu. Begitulah pengertian peta secara sederhana.

Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Terbitan terbaru , tepatnya diterbitkan bulan Mei 2015 oleh BIG (Badan Informasi Geospasial) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bakosurtanal. Peta ini dapat diunduh secar gratis di website resmi BIG yaitu di BAKOSURTANAL . Namun kalian juga dapat mengunduh nya pada link berikut ini :

- Peta NKRI Skala 1:2.500.000 ukuran 10MB. Unduh Peta.
- Peta NKRI Skala 1:5.000.000 ukuran 7MB. Unduh Peta.

Semoga dapat bermanfaat dan dapat membuat kita semakin mencintai negara kita Indonesia.
( Sumber : Http://Bakosurtanal.go.id )

PETA Army Map Service INDONESIA

Map AMS Bangkahulu (Bengkulu)
Peta AMS (Army Map Service) adalah peta topografi yang dikembangkan oleh Pemerintah Amerika sekitar tahun 1950-1960. Peta ini merupakan peta yang dijadikan acuan dalam pembuatan peta RBI (Rupa Bumi Indonesia) yang dikeluarkan oleh Bakosurtanal sekitar tahun 1990-2002, ataupun Peta Geologi Indonesia yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi sekitar tahun 1970-1990. Untuk mengunduh peta AMS dapat mengunjungi link berikut :
Peta AMS Series T503 mencakup peta untuk wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTT, NTB, dan daerah lain di sekitarnya. Sedangkan Peta AMS Series T504 hanya mencakup wilayah Papua.

PETA SHP (SHAPEFILE) SELURUH INDONESIA

Data berikut ini merupakan data yang menunjukan suatu objek di permukaan bumi seperti bentuk pulau, batas administrasi, sungai, jalan, dll. Dalam bahasan ini akan diberikan suatu data berformat SHP (ArcGIS) yang dapat di unduh dengan gratis. Untuk mengunduh data format SHP dapat mengunjungi link berikut
Dari link di atas merupakan link penyedia data format SHP yang mencakup wilayah global. Secara singkat pengertian dari data yang disediakan oleh situs di atas adalah sebagai berikut:

DIVA-GIS menyediakan 8 macam data yang bisa diunduh, diantaranya : Administrative areas, Inland water, Roads, Railroads, Elevation, Land cover, Population, and Gazetteer. Untuk menggunduh data dari DIVA-GIS cukup memasukan negara tujuan yang akan di unduh data Shp nya, kemudian pilih jenis data yang di inginkan.

GADM merupakan situs yang menyediakan data batas administrasi dalam format Shp, Esri Geodatabse, Kmz, dan lain sebagainya yang hampir mencakup seluruh negara.


GEOFABRIK berisikan data dari OpenStreetMaps (OSM), terdapat beberapa macam format data yang dapat dipilih. Data OSM sendiri merupakan data yang dihasilkan oleh masyarakat umum yang melakukan pengukuran atau survey dengan menggunakan alat-alat SIG seperti GPS, dan kemudian data tersebut di unggah di webgis OSM oleh orang-orang yang telah terdaftar sebagai anggota. Sehingga data dari OSM selalu diperbaharui setiap saat.

OSM Boundaries pada dasarnya sama dengan GEOFABRIK, karena masih merupakan produk dari OSM (Open Street Map), akan tetapi di dalam situs ini, kita dapat mengunduh data adminsitrasi dalam tingkatan yang berbeda. Kita dapat menentukan cakupan area yang akan di unduh berdasarkan pilihan daerah yang sudah tersedia, mulai dari administrasi negara, provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, bahkan cakupan wilayah per RT. Akan tetapi batas administrasi yang tersedia tidak seluruhnya ada. Tergantung ada tidaknya anggota OSM yang membuat datanya.

Kumpulan  Peta  RBI (Rupabumi Indonesia)dalam format shapefile keluaran BAKOSURTANAL dengan sistem proyeksi peta Geographic datum WGS 1984, maka dapat mengunjungi link berikut :

Selain itu terdapat Peta Dasar Indonesia, yang berisi berbagai layer penyusun dengan format Shp. Diantaranya sungai, jalan, perbatasan, kota, batimetri, dll
Berikut link unduhnya : Peta Dasar Indonesia.rar
Lentera Merah My web Lenteramerah https://pojoklenteramerah.blogspot.co.id/