Dalam
tulisan beberapa bulan lalu......aku sadari bahwa masalah yang silih
ganti dan bertubi ini karena sebuah ujian gusti allah. Ujian karena
kurangnya rasa bersyukur atas segala rahmat yang pernah di berikan oleh
Nya. Ujian atas segala hal kesenangan yang tak pernah saya syukuri atas
rahmatnya selama ini.....
Dalam proses mencapai kesadaran
ini ternyata saya berjalan di jalan kegelapan menuju jalan yang terang
benderang atau bahasa lainnya “hidjrah”
Semuanya penuh dengan keraguan hingga saya bertanya dan meragukan NYA
”
hai Tuhan dimana kamu ? jika engkau memang ada tunjukan jalannmu
padaku, jika memang engkau maha pengampun berikan apunanmu atas segala
dosa hambamu ini, ketika aku berdoa, ketika aku kembali membuka
kitab-kitabmu.....tetap saja silih berganti kau berikan musibah, hingga
aku sangsi atas kepercayaan dan keyakinan ini Tuhan ! dan semuanya
mejadi abu-abu tersamar. Aku percaya engkau ada TUHAN !, tapi aku tak
yakin akan kebesaranmu, karena engkau tak pernah menjawab pertannyaku
(doa), engkau tak pernah meringgan bebanku! Dimana dan bagaimana aku
dapat yakin atas perintahmu. ?
Sebuah Proses jalan Pembelajaran
Itulah
pertanyaan saya mengenai sebuah kepercayaan dan keyakinan. Sederhana
sebenarnya memaknainya, sebagai manusia kita menggunakan akal dan
pikiran untuk memaknai hal yang logis maupun yang tak logis, hingga
makna tersebut menjadi sebuah hal yang kita percaya, ketika membaca
kitab, maka mau tidak mau akal dan pikiran kita membawa pada sebuah
kepercayaan untuk mempercayai adanya tuhan, apapun kitabnya apapun agama
yang diajarkan dalam kitab2 tersebut mengarah pada sebuah ajaran
tentang kepercayaan dan keyakinan. Ajaran-ajaran tersebut mengarahkan
pada kepercayaan untuk mempercayai adanya kitab-kitab yang diturunkan
Nya, adanya pimpinan di setiap umat , adanya hari akhir baik tentang
kematian atau hari akhir.
Itulah kepercayaan kita
terhadapNya, akal dan pikiran tersebut akan hanya menjadi sebuah
kepercayaan saja dan tidak menjadi sebuah keyakinan jika kita tidak
mengajak turut “hati “ kita ikut berpkir, karena menurut saya sebuah
kepercayaan hanya ada pada konteks akal dan pikiran sementara keyakinan
itu adanya di “hati”. Kepercayaan pada sebuah doa yang kita panjatkan
tak akan membuahkan hasil jika kita tak pernah yakin akan kebesaran doa.
Sebuah
iktiar yang kita lakukan merupakan sebuah kepercayaan akan hal yang
kita lakukan tapi jika kita tak pernah yakin apa yang diinginkan akan
harus tercapai maka iktiar tersebut akan menjadi sia-sia, begitupun
kepercayaan kita kepadaNya, ketika kita percaya maka kita menjalankan
ajaranya menjalankan perintahnya, jika hanya percaya maka kitapun hanya
menjalankan saja menjadi rutinnitas semu, namun tidak memaknai secara
mendalam akan ketetapan (takdir ) yang sudah di berikannya.
Sebuah
kisah tentang kepercayaan dan keyakinan tentang gal Gaib, sayapun
percaya akan hal yang berbau gaib, itu juga di ajarkan dalam ajaran-Nya,
gaib dalam bentuk apapun, baik yang nyata maupun tidak, (walaupun yang
namanya gaib pastilah tak nyata)lalu gaib yang nyata itu apa? Dalam
kepercayaan saya dan keyakinan saya gaib yang nyata adalah adalanya sang
pencipta yang tak beranak dan kekal, adanya malaikat malaikat, adanya
syaitan dan iblis adanya hari akhir, itulah Gaib yang nyata dan saya
membpercayainya serta meyakininnya.
Kali ini saya ingin
menceritakan tentang gaib yang nyata dan tak nyata dalam konteks budaya
jawa serta pengalaman yang saya lokoni, gusti allah menetapkan sebuah
takdir baik itu bencana atau kenikmatan , jika sebuah bencana di berikan
gusti allah maka kita mengamin merupakan sebuah ujian atau penghapusan
dosa-dosa bagi manusia yang terkena bencana.
Ada banyak
Kisah-kisah dalam kitab yang menceritakan tentang sebuah bencana yang
diberikan Allah kepada suatu kaum, di tanah kelahiran saya jawa, hal-hal
yang berbau gaib sering disebut klenik, yang membawa orang percaya pada
benda-benda yang dikeramatkan pada hari-hari yang disucikan,
serat-serat yang menjadi aji-aji ketangguhan, pada
penerawangan-penerawangan ahli yang dapat membaca suatu kejadian yang
belum terjadi disuatu masa, penerawang-penerawang tersebut, sering
disebut dukun atau paranormal, bahkan ada juga yang menyebut mereka kyai
atau syekh dijaman modern ini, walaupun sebenarnya beda antar dukun
paranormal dengan kyai ataupun syekh namun dijaman ini sebutan atas
nama-nama panggilan itu beda tipis.
Di jawa sebagian orang
masih mempercayai kebiasaan yang telah menjadi budaya bagi kehidupan
masyarakat jawa , mereka melakoni (menjalani ritual-ritual yang mereka
anggap sebagai rasa syukur kepada leluhur), bahkan mbah saya dan orang
tua sayapun melakoninya sebagai orang jawa, seperti membuang kue apem ke
atas genting saat masuk bulan romadhan, menggantungkan ketupat di atap
pintu rumah, syukuran dengan bubur merah bubur puth atau dengan nasi
tumpeng, dan sayapun sebagai turunannya mempercayainya dan melakoni,
dahulu saat kecil sering bertanya kok begini kog begitu, ya dari pada
dibuang ke atas genting mending tak makan apemnya mbah hihihi, itu salah
satu hal gaib yang saya sendiri tak tahu maksudnya waktu kecil, tapi
menurut akal yang membaca tentang budaya bahwa leluhur saya mengajarkan
tentang rasa syukur, rasa berbagi, kepada mahluk atau roh leluhur atas
rahmat dan rezeky yang telah diberikan.
Sebagai orang jawa
saya sangat mempercayai hal gaib tersebut baik yang bau klenik maupun
cerita-cerita orang-orang yang disebut dukun , paranormal, kyai atau
syekh, ya karena saya memang orang jawa, namun saya hanya mempercayai
karena itu yang diajarkan oleh leluhur saya sebagai orang jawa, namun
apakah saya meyakini hingga saya melakoni ( menjalankan) ? tergantung
pada konteks nalar logis dalam akal dan pikiran karena saya juga percaya
adanya gusti allah dan saya lebih meyakiniNya di banding konteks
klenik-klenik dalam hal gaib.
Saya percaya sebuah filsafat
jawa yang menyebutkan “ weruh sakdurunge winarah” (bahasa indonesianya
mengetahui sebelum terjadi) karena dalam beberapa serat mengajarkannya “
llmune
weruh sakdurunge winarah ( mengetahui sebelum terjadi) yang dimaksudnya
berdasarkan pergertian saya adalah, “bacalah kitabmu maka semua yang
terjadi akan kamu ketahui ! karena semua kejadian di muka bumi ini sudah
digariskan dan di iling (ingat) oleh gusti allah.
Seperti status FB saya saat merapi jeblluk yang kemudian saya rangkum dama notes di (
gusti-allah-dan-telaah-mitologi-jawa ) kira-kira seperti ini.
Penerawangan
mbah saya dan hitungan statistik tanggalan jawa:
erupsi tgl 26-10-10 jatuh pada hari PAHING, erupsi tgl 5-11-10 jatuh
pada PAHING juga, erupsi lainnya seperti tgl 2-11-10 jatuh pada pahing
juga, ada apa ini? mbah lagi buka primbon mengartikan dengan akal sehat,
agama dan mitologi jawa...nek percaya gusti allah, ilmune weruh
sakdurunge winarah, inilah kebesaran gusti allah.
Paragraf
diatas adalah status saya beberapa hari, setelah primbon di buka dan
begitupun al quran, ternyata ada banyak hal tentang kejadian di muka
bumi yang memang sudah di gariskan oleh gusti allah, walaupun ada
ramalan, namun ramalan itu belum pasti, kepastian yang ada hanyalah dari
gusti allah yang diturunkan ke dalam kitab suci.
Kepercayaan saya yang lain dalam mitologi jawa adalah ramalan Sabda palon & Noyo gengong
SABDO
PALON & NOYO GENGONG kalo di dunia pewayangan adalah SEMAR dan
Togog ... yang merupakan pamomong raja raja seluruh jawa ... jawa bukan
berarti hanya pulau jawa ... jawa disini adalah kekuasaan majapahit ...
sampai ke negeri Siam atau yang kita kenal sebagai NUSANTARA. pada masa
itu majapahit mencapai puncak kejayaannya.
Dalam
ramalan tersebut SABDO PALON NOYO GENGGON yang merupakan penasihat
prabu Brawijaya V mengatakan "Bila kelak Gunung Merapi meletus dan
memuntahkan laharnya. Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Baunya
tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan
agama Buda (budhi pekerti). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah
menjadi takdir Hyang Widhi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat
bila diubah lagi.
Kelak waktunya paling sengsara di tanah
Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang
menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya
banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang
meninggal dunia.
Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh
tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi.
Sebab dunia ini ada ditanganNya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa
sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.
Bermacam-macam
bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang bekerja hasilnya tidak
mencukupi. Para priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu
menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun
demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan.
Bumi
sudah berkurang hasilnya. Banyak hama yang menyerang. Kayupun banyak
yang hilang dicuri. Timbullah kerusakan hebat sebab orang berebutan.
Benar-benar rusak moral manusia. Bila hujan gerimis banyak maling tapi
siang hari banyak begal.
Manusia bingung dengan sendirinya
sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab
tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul
datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di
tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.
Bahaya
penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat
waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya.
Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang.
Seperti
lautan meluap airnya naik ke daratan. Merusakkan kanan kiri. Kayu-kayu
banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut.
Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh suaranya.
Gunung-gunung
besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri
sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal
sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada yang
tertinggal sedikitpun.
Gempa bumi tujuh kali sehari,
sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah
brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. Manusia-manusia
mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak
yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia.
Ini
hanya sekedar kupasan dan tambahan wawasan, dan ini ramalan ini asli
jawa dan ada lontar aslinya yaitu kitab negarakertagama yang tersmpan
dalam arsip nasional. dan jelas semuanya bahwa bencana, yang terjadi
merupakan kehendah gusti allah agar kita khalifah di muka bumi untuk
terus kembali ke jalanNya, Menghargai alam dengan baiknya, sehingga
harmonisasi kehidupan berjalan dengan indah. Bila kita merubah diri maka
di balik bencana ini ada kebahagaian yang akan diberikan oleh Gusti
allah
Ramalan itu merupakan merupakan
penerawangan sabdapalon yang mengkisahkan sebuah ketetapan yang akan
terjadi disuatu masa di bumi nusantara. (Baca :
gusti-allah-dan-telaah-mitologi-jawa) 19 November 2010 dan baca juga
Membaca Kejadian Alam (Perspektif Spiritual Agama) & Ramalan “SABDO PALON NOYO GENGGONG” tentang NUSANTARA
Dan
saya mempercayainnya karena pada kenyataan silih berganti bencana hadir
di negeri ini, dengan menggunakan akal dan logis kita, sayapun
menyakini atas ramalan itu bukan saya tidak percaya gusti allah, atau
saya syirik, keyakinan ini didasarkan tidak saja dari logis dan akal,
tapi berdasarkan surat-surat dalam alquran, yang mana disebutkan “57:22
Tiada suatu
bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak
pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab
(Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu
adalah mudah bagi Allah.
Entah darimana sabdopalon bisa
mendapat wangsit seperti itu padahal dalam negara kertagama, ramalan
tersebut keluar sebelum saat hayam wuruk hijrah dan majapahit runtuh
sebagian keturunan majapahit ikut hijrah memeluk agama islam dan
sebagian lagi hijrah ke bali dwipa dan tengger dan tetap mempercayaain
keyakinanan dari lelehurunya. Artinya ramalan tersebut sama halnya
dengan isi kandungan alquran 57;22 di atas .
Masih dalam
konteks mitologi jawa dan perkembangan budaya jawa dijaman sunan-sunan,
ada sebuah tembang yang merupakan karya sunan kalijaga, dan beliau
sering menembangkan sehabis sembahyang malam, kidung ini sudah terkenal
di wilayah Nusantara dan sering dilantunkan di pedesaan pada
pertunjukkan ketoprak, wayang kulit dll atau peronda di malam hari yang
sunyi ”Kidung Rumekso Ing Wengi”(KRIW). Bait yang utama dari KRIW itu
sangat dikenal karena berisi mantra tolak balak, sedangkan bait
selanjutnya yang berjumlah delapan jarang dinyanyikan karena dianggap
terlalu panjang.
Laku kidung ini mengingatkan manusia agar
mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga terhindar dari
kutukan dan malapetaka yang lebih dahsyat. Dengan demikian kita dituntut
untuk senantiasa berbakti, beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
Sedangkan fungsi kidung secara eksplisit tersurat
dalam kalimat kidung itu, yang antara lain; Penolak balak di malam hari,
seperti teluh, santet, duduk, ngama, maling, penggawe ala dan semua
malapetaka. Pembebas semua benda . Pemyembuh penyakit, termasuk gila.
Pembebas pageblug. Pemercepat jodoh bagi perawan tua. Menang dalam
perang . Memperlancar cita-cita luhur dan mulia.
Dan sayapun percaya akan kekuatan kidung ini, dalam MP3 di HP sering kali saya putar, yang sungguh menentramkan hati ( Baca :
Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Karya Sunan Kalijaga TOLAK BALAK)
Dalam
ilmu bumi yang sempat saya baca bahwa pergerakan lempeng bumi, dan
aktivitas vulkanolgi merupakan aktivitas yang bisa di prediksi dengan
perhitungan statistik, walapun prediksi tersebut tak bisa menyebutkan
waktu kapan bulan tanggal dan waktunya, setidaknya hitungan statistik
memprediksi berapa kali dalam 100 tahun, atau berapa kali dalam suatu
periode terjadinya aktivitas vulkanoogi atau gerakan lempeng yang
mengakibatkan bencana.
Seperti hitungan primbon yang saya
tulis di atas ( hitungan statistik tanggalan jawa: erupsi merapi tgl
26-10-10 jatuh pada hari PAHING, erupsi tgl 5-11-10 jatuh pada PAHING
juga, erupsi lainnya seperti tgl 2-11-10 jatuh pada WAGE) hehehe
walaupun hitungan saya belum di uji keilmuan secara akademik, ya namanya
prediksi dan ramalan, yang mau percaya musti pegang Alquran, yang
enggak juga gak apa-apa. Inti ajinya yang menetapkan takdir adalah gusti
allah jadinya yang punya ketetapan hanyalah allah, manusia hanyalah
berusaha mengurangi kerugian yang ditumbulkan dari bencana.
Dijelaskan
dalam surat Asy-Syuara 26:5 Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka
suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka
selalu berpaling daripadanya.
Bencana yang ada merupakan pengingat dan peringatan gusti allah agar kita kembali ke jalan yang benar.
Di
bawah ini kisah perjalanan hidup saya ketika kejadian bencana merapi di
jogja, banyak rumor dari paranormal meyakini bahwa jebluknya merapi
2010 karena kurang bersyukurnya sang raja kepada lelehur yang menunggu
merapi, dan saya mempercayai hal tersebut tidak saja dalam konteks saya
sebagai orang jawa tapi saya sebagai orang yang percaya gusti allah,
karena saya meyakini bahwa ketika kita tak bersyukur nikmat dari allah,
maka gusti allah memberikan ketetapan berupa ujian, artinya bencana itu
tidak saja kesalahan sang sultan namun kesalahan bangsa ini sendiri yang
tidak bersyukur, sama halnya bencana tsunami di aceh 2004 ataupun
bencana gempa di jogja di tahun 2006.
Di dalam Alquran
9:22. Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada
orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu
tiada melihatnya, dan Allah menimpakan
bencana kepada
orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang
yang kafir. Pada ayat berikutnya, dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab
suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi
jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat
berbicara, (tentu Al Qur'an itulah dia).
Sebenarnya segala
itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu
mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman),
tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang
yang kafir senantiasa ditimpa
bencana disebabkan
perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman
mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak
menyalahi janji.
Yang kadang menjadi sebuah pertanyaan
adalah kita yang di berikan akal dan pikiran di berikan mata untuk dapat
membaca loh kok lebih percaya pada rumor atau penerawangan paranormal
yang membawa pada ketakutan-ketakutan yang tidak logis dan di masuk akal
sehingga akal dan pikiran menjadi sebuah paranoid dan melangkahi
ketetapan gusti allah.
MERAPI 2010
Detail
waktunya saat jebluknya merapi 2010 masih tersimpan jelas di memori
kepala, banyak penerawan yang mengatakan bahwa semburan merapi akan
mengarah ke keraton. Karena sang leluhur ngamuk kepada sang raja. Sore
itu saya berada di lereng merapi kira-kira 6-10 km darri puncak merapi
bersama rekan-rekan tim sukarelawan penyelamat sapi warga, desa-desa
yang saya lewati semua sudah kosong, semua tertutup debu abu, kantor
koramil kosong, kantor polsek-pun kosong , kalau SPBU tutup dan kosong
mungkin wajar, karena pasoskan tidak ada, tapi ini benar-benar sepi,
seperti memasuki kota mati, yang sedang tertimpa perang sipil.
Masyarakat
penduduk rata-rata mengungsi ke prambanan atau ke alun-aun klaten,
sementara kami harus menurunkan sapi2 warga menuju kandang penampungan.
Dari raut wajah rekan-rekan tim saya membaca sebuah ketakutan sebuah
kecemasan, sayapun cemas, sayapun takut pada kematian saat itu. Hanya
dua benda hitam yang menjadi juru penyelamat saya saat itu dan dua benda
hitam itulah yang menjadi petunjuk menuju jalan yang terang benderang,
selain percaya dan yakin akan doa dan bantuan gusti allah, tapi benda
itulah juru penyelamat kami yaitu HT (handy talky), 1 hT pada frekwensi
Seismograf yang memberikan sinyal jika ada thremor dan satu HT pada
posisi frekwensi Posko komunikasi sabuk merapi, para pengamat
vulkanologi,
“mungkin banyak orang bilang apa yang kami
lakukan ini gila dan nekad, bahkan sempat wartawan CNN yang tadinya ikut
dalam 1 kendaraan minta diturunkan di posko terakhir, namun bagi saya
inilah jihad” berjuang di jalan allah, saat pandangan mata hanya
berjarak 5 meter, jika wedus gembel (awan panas) datang kamipun tak tahu
dari mana arahnya karena melihat langitpun dan memandang merapi tak
terlihat semuanya abu-abu, ya rumah, ya pohon, ya segalanya abu-abu
tertutup abu merapi. Apa yang kami lakukanpun berjalan dengan baik tak
ada kepanikan tak ada ketakutan semua wajah-wajah cemas menjadi
wajah-wajah para pemberani, sapi-sapipun tak stres mengamuk ketika kami
giring ke dalam truk, bahkan supir truk yang kami sewa tersenyum dan
menepuk bahu saya, saya sebenarnya takut mas, tapi sampean berhasil
meyakinkan saya, dan bukan karena bayarannya sewa truknya tapi saya
melihat niat sampean saya beranikan ikut mas.
Sebuah
dering sms masuk, dering panggilanpun masuk, yang mengabarkan jangan
lewat ringrout utara, lewat ringrout selatan aja,hati-hati..
waduh.....badan dah cape, dari prambanan ke sleman harus muter lewat
selatan atas dasar rumor yang tak jelas, penerawang yang sungguh tak
mempercayaai gusti allah, walaupun 5 waktu saya bolong-bolong dan lebih
banyak bolongnya, tapi saya tetep masih percaya gusti allah di banding
penerawangan para dukun-dukun atau rumor yang tidak dapat dipertanggung
jawabkan.
Saya yakin mau ngumpet kemanapun,
membangun benteng setinggi apapaun kalau dah takdirnya mati ya mati,
walaun mati gak kena wedus gembel, mungkin aja mati ke srempet motor
atau mati di seruduk sapi karena sudah ditakdirkan allah mati. Itulah
ajaran yang pernah saya pelajari dalam alquran. Dan saya percaya
kekuatan doa pasti gusti allah memberikan kami perlindungan.
Dan
syukur alhamdulilah sayapun menyetir mobil tetap lewat ring rout utara,
bahkan sempat naik ke jalan kaliurang KM 20 di posko lama kami yan
sudah di pagar betis tentara, alhamdulilah kami selamat, hingga malam
harinya kamipun melihat panggelaran mengamuknya merapi, percikan lahar
yang meleleh dari kepundennya hempasan wedus gembel yang menyapu posko
keswan kami, ada hal yang saya heran saat malam hari genting penggusian
serempak itu, dimana semua ambulan –ambulan milik partai ataupun
ormas-ormas, tak satupun nonggol di jalan kemana ya mereka?
Yah
itulah cerita mengenai keyakinan saya tentang hal gaib yang dapat di
logikan dan yang tak dapat diterima oleh akal dan semuanya adalah proses
hidup mungkin inilah yang disebut karunia ilahi.
PROSES KEJADIAN TAHUN LALU
Di
tahun 2012 lalu tepatnya 1 tahun lalu pas di bulan puasa juga saya
terkena sebuah bencana sebuah tabrakan yang mengakibatkan mobil saya
terbalik, alhamdulilah, puji syukur sayapun selamat dan saya benar-benar
menyadari yang namanya kematian dan takdir kapanpun bisa terjadi jika
allah berkehendak maka terjadilah, mungkin saja hari itu saya sudah mati
dan tak bisa menulis liar seperti ini, tapi allah memberikan saya waktu
untuk hidup memberikan kesempatan saya untuk masih merasakan nikmat
duniawi, memberikan kesempatan atas pengampunan dosa-dosa saya,
memberikan saya waktu untuk membayar hutang-piutang yang saya miliki,
memberikan waktu untuk sebuah pertobatan.
Coba mengenang kembali catatat tahun lalu Renungan malam : Baca :
kita tidak tahu kapan akan mati, tapi harus tetap hati-hati dijalan
Beberapa
hari lalu saya mengalami kecelakaan saat perjalanan berkendaraan, mobil
yang saya bawa di serempet kemudian terbalik , alhamdulilah puji tuhan
saya tidak lecet sedikitpun, Saya jadi ingat kalau Allah berfirman: Di
manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu
berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh (QS An Nisa 4:78)
Kita
tahu benar, bahwa kalau saatnya dipanggil Tuhan, itu takkan meleset
sedikitpun. Namun bukan berarti kita lantas tidak berhati-hati dijalan,
atau tidak memakai alat safety untuk keselamatan..
Berhati-hati,
menaati peraturan lalu lintas, memakai alat pengamanan adalah termasuk
ikhtiar kita Melengkapi doa sebelum berkendara.. Setelah itu barulah
kita berpasrah kepada Allah, apa yang menjadi kehendakNya.
Alhamdulilah
mungkin saat itu ikhtiar sudah dilakukan, semua penumpang menggunakan
safety belt, laju kecepatan 80km/jam di jalan lurus , sebab musabab
tergelincir dan terbalik, bukan karena sang penyalip, namun jalan yang
bergelombang, sehingga ketika di rem, maka laju roda. Akan berkelok
(ngepot) sehingga tidak seimbang. Saya tidak menyalahkan PU yang
aspalnya bergelombang. Tapi itu sudah garis tuhan memberikan cobaan,
untungnya ada pohon di pinggir jalan yang menghentikan mobil kami,
sehingga berhenti.dan seluruh penumpang tak satupun celaka.
Memang
kematian kita telah ditulis, kita takkan mampu lari.. namun alangkah
baiknya untuk tetap berihtiar menjaga keselamatan sembari berdoa..
Kalaupun ketetapan berkata lain, paling tidak kita sudah berupaya..
Semoga diberi kekuatan dan kesabaran..
Di
tahun yang sama di akhir ramadhan tahun lalu juga saya ditipu mengenai
usaha yang saya jalani, walaupun uangnya bukan milik saya sepenuhnya
namun sebuah amanah yang telah mempercayai saya dan rekan kerja saya
untuk menjalaninya saya tetap salah. Kerugian uang tak seberapa tapi
saya kehilangan pelangan bahkan mitra kerja yang lainya. Urusan
pelaporan polisi terpaksa saya lakukan, agar dikemudian hari jika ada
pihak-pihak yang mengkambing hitamkan saya, saya punya kekuatan hukum,
Walaupun jalur hukum tidak saya lakukan, karena saya berpikir beliau
sudah cukup umur, dan tau akibat yang dia perbuatan atas ke ambisusannya
ya, entah saya tak tega untuk menghabisinya, saya percaya gusti allah
akan memberikan pembalasannya mungkin bukan melalui saya tapi carannya
sendiri.
Dari perjalan 1 tahun ini juga saya dikejar-kejar
masalah yang terpaksa saya harus selasaikan karena saya menjadi
pimpinan project, walaupun yang menggelapan bukan saya, dan tidak
jalanya komunikasi tim work, saya tetap bertanggung jawab dan telah
mengembalikan dana yang diberikan kepada kami. Yah silih berganti
masalah tiba, hujatan orang-orang yang membenci saya silih berganti
datang, bahkan saya terpaksa diam seribu bahasa dan kehilangan
orang-orang yang saya cintai, kehilangan orang-orang yang pernah bersama
mengajak saya bermimpi, namun itulah hidup, itulah pilihan gusti allah
yang di berikan untuk saya jalani, saya tak pernah menyalahkan keadaan,
saya menerima semua atas kesalahan saya. Toh saat ini gusti allah
memberikan kesempatan waktu untuk saya bertobat, untuk saya bangkit
mengejar mimpi dan mengejar cinta saya kembali.
HIKMAH dari syukur
Alhamdulilah
Gusti allah masih mempertemukan saya pada Romadhan ini, Alhamdulilah
saya selamat, alhamdulilah saya di berikan kesempatan untuk hidup
kembali.
Dan itulah mati suri saya drop down.....selamat 1
tahun ini. Walaupun telah berjalan 1 tahun beberapa hal masih dalam
proses pembenahan, masih dalam proses pencarian sumber-sumber produktif.
Tapi saya percaya dan yakin jika saya berjalan di jalan yang gelap ini
dengan penggangan niat baik, doa baik kerja keras yang baik, allah pasti
memberikan jalan yang terang benderang.
Dalam diam,
saya hanya bisa bersyukur, “ya Allah yang maha pengampun pengasih dan
penyayang, berikanlah ampunan kepada orang-orang yang telah memfitnah
saya, membenci saya, dan jadikan mereka orang-orang yang mencintai saya
seutuhnya sebagai manusia bukakan-lah dan bersihkan-lah hati mereka atas
keirian dan kedengkiannya. Dan mohon maaf kepada seluruh sahabat,
rekan-rekan yang terlibat maupun ikut menjadi imbas atas masalah ini
saya mohon maaf dan mohon ampun saya panjatkan kepada gusti allah atas
dosa besar yang telah saya lakukan,dan Mudahkanlah segala urusan
ini”amin”
Perjalanan hidup
adalah sebuah cerita yang tak terbantahkan, kadang pahit, atau menjadi
buah bibir, baik buah bibir itu rasanya manis ataupun buah yang pahit.
Diam punya cerita kata zarra zettira, dan sayapun punya cerita dalam
diam saya. Saya ingin memuluai hidup saya kembali dengan sebuah
kepercayan dan keyakinan saya atas kebesaran gusti allah, bahwa saya
punya mimpi yang musti saya wujudkan..
Thanks to my sister, my family, my love, my best friends and all of them
“Hidup
hanyalah soal keberanian, keberanian memilih dan keberanian mengambil
keputusan” saya pernah mundur dan menjadi orang gagal hingga cinta dan
cita-cita berakhir tapi ini hanyalah mati suri (kegagalan sementara) dan
ini adalah proses hidup yang harus saya lakoni.
Di Bulan
yang suci ini, saya mencoba intropeksi dari pengalaman,ppengalaman saya,
hal-hal kejadian disekitar, Jujur ini semua karena keresahan saya,
ketakutan saya dalam bangkitnya saya dari mati suri. Jika saya berbuat
dosa mungkin sangat muda memohon ampunan kepada Gusti Allah, dan
dipastikan dengan keyakinan allah akan mengampuni, karena saya percaya
allah adalah maha pengampun dan mengasihi, Namun kesalahan dalam konteks
Hubungan manusia secara horizontal, manusia dengan manusia sangat sulit
memohon maaf, atas kesalahan yang pernah di buat, karena manusia
bukanlan mahluk maha pengampun, karena manusia adalah mahluk yang
mempunyai ego dan rasa dendam,
Perteman, sahabat, kawan
atau apapun namanya adalah orang-orang terdekat yang selalu ada dalam
hidup kita.Selalu ada kealpaan, selalu ada amarah, kesalahan uyang
terjadi, ya itulah konteks hubungan manusia
Semua orang
pernah dalam posisi mengambil sebuah keputusan yang salah, bahkan
bertindak yang salah, dan seringkali berucap yang salah.. ! "itulah
saya" terlintas dalam keterpurukan saya mengangap bahwa saya menjadi
orang yang gagal ! namun ada banyak hal pelajaran dan pembelajaran dari
kesalahan yang saya lakukan " Nrimo, menghadapi dan belajar memaafkan..
:)
Semua orang memang pernah salah, karena memang tidak
ada manusia yang sempurna baiknya. Namun, juga tidak ada seseorang yang
sempurna buruknya.
Semua orang diciptakan seimbang oleh
Allah. Memiliki kelebihan juga kelemahan. Memiliki sisi baik juga sisi
buruk. Manusia terkadang memilih sebuah jalan abu-abu. kadang tanpa
sadar memilih jalan hitam sampai akhirnya disadarkan dengan sebuah
teguran sehingga kembali ke jalan putih. mungkin saya salah satu orang
yang berjalang di jalan kegelapan menuju jalan yg putih
Yah...
itulah manusia, tempat salah dan dosa. Tapi, kesalahan pulalah yang
membuat manusia belajar . Kesalahan jugalah yang membuat manusia naik
level dalam kebijaksanaan dan dalam menilai serta memandang hidup ini.
"kata orang pintar agama"
Pergaulan yang asli adalah
pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah akan
terasa sangat indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh rekayasa dan
tipu daya demi kepentingan Pribadi yang nilaiinya tentunya rendah tidak
akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah di suatu saat nanti!
Mari
kita jaga pikiran, jaga mulut, jaga hati, jaga lisan kita yang Kerap
kali disaat saya menyadari ternyata mulut singaku kadang membuat
beberapa teman menjadi marah, kecewa, atau sedih. dan Tak Terasa
ramadahan akan berakhir , aktivitas TRADISI MUDIK (MULIH DISIK) sudah
terpantau di media ' detik-detik Takbir akan berkumandang, pertemuan
dengan sanak famili, sobat lama, ataupun kekasih lama di kampung halaman
akan membawa kita kesebuah suasana romantisme.
Sudah tiba
saatnya untuk mere-intropeksi diri kita ….sudah saatnya kita tunduk
sejenak,bersujud,berserah diri,..mengatakan sejujurnya dari lubuk
terdalam, atas segala dosa dan kesalahan, agar segala pikiran, segala
prasangka tersucika kembali.
Saya mengucapkan Mohon Maaf kebada sahabat saudaraku, dan mohon ampunan
kepada Gusti allah selamat merayakan kemenangan, dan selamat mejalani
tantangan di 11 bulan kedepan hingga kita bertemu ramadhon kembali.
Semoga tahun depan saya bertemu romadhanmu, tahun depan mimpi menjar cinta dan cita dapat terwujud.
RAHAYU