Sunday, September 25, 2016

KyaiTanpaNama | Awas Penyakit Hati Menyebabkan Kematian batin !























Hati adalah organ penting sebagai sistem pencernaan untuk mengeluarkan racun dalam tubuh, menyimpan vitamin tertentu, mengontrol kolesterol serta metabolisme lemak dan mengatur hormon.

Penyakit hati secara ilmu kedokteran berkaitan dengan kerusakan jaringan sel-sel hati. salah satu penyebab adalah infeksi  virus hepatitis B atau hepatitis C.Penderita hepatitis B atau C mengalami peradangan hati yang berisiko memicu kerusakan serta timbulnya jaringan parut di organ hati. Kondisi ini kemudian dapat berkembang menjadi kanker hati.Beberapa kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi faktor risiko kanker hati.

Fungsi Penting Organ Hati

Dengan ratusan fungsi yang dijalankan, hati menjadi salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia. Kanker hati dikategorikan sebagai penyakit serius akibat terhambatnya fungsi-fungsi hati tersebut, bahkan benar-benar menghentikannya.  salah satu fungsi terpenting dari hati adalah Menghilangkan racun dari tubuh.

Secara tersirat dalam sebuah kitab, hati di sebut juga qalbu (Baca : Arab). Merupakan bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita, dan jika di hubungkan dengan ilmu kedokteran sebagai mana di sebut di atas, bahwa fungsi hati sebagai penetralisir racun, nah artinya jika fungsi hati kita baik maka racun-racun dari apa yang kita makan maka dapat di netralkan secara alami, namun jika asupan hati yaitu makanan di dapat dari sumber yang tidak baik, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi fungsi hati.

Rasulullah saw. bersabda, “….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)

Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.

“Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]

Oleh karena itu penyakit hati *jiwa jauh lebih berbahaya daripada penyakit hati secara fisik karena bisa mengakibatkan kesengsaraan di neraka yang abadi.

Jika di atas di sebut penyakit hati secara ilmu kedokteran, maka secara agama di sebutkan bahwa penyakit hati diantaranya adalah sombong, ujub, iri dan dengki, ini lebih bahaya dari pada penyakit hati yang di diaknosa secara kedokteran. "Astagfirullah"

Seorang kyai menegur saya, dalam percakapan via BBM, " nak, penyakit hati yang lebih berbahaya adalah rasa sombong, iri, dengki dan ujub, karenanya semua maka dapat menyebabkan penyakit hati secara fisik, baik yang menyebabkan kangker hati maupun penyakit lainnya". "Naudzubillah Min Dzalik dalam euy" balasku pada pak kyai.

"Nak, ingat pesan lalu ? "

"Bila kamu dizalimi berulang kali, apalagi dengan cara pola yang sama, kamu akan menemukan sendiri cara menyikapinya... Itu saja!

Saat banyak orang membicarakan "keburukan" sikapmu, tidak usah melawan dengan pembenaran, sikapilah dengan kemuliaan sikapmu... Itu saja!"

"enggih kyai", jawabku

" Ingat pelajaran dulu-kan ?, lakoni uripmu sing sederhana, ojo keakehan polah, sepertinya kamu kurang beryukur, walaupun ikhtiarmu sudah lebih dari cukup namun tanpa topo dan seserah diri itu belum cukup, nak."

"Nak ingat ingatlah penyakit hati yang menyebabkan kematian bathinmu, menatap yang tak terbatas."

Sombong

Sering orang karena jabatan, kekayaan, atau pun kepintaran akhirnya menjadi sombong dan menganggap rendah orang lain. Bahkan Fir’aun yang takabbur sampai-sampai menganggap rendah Allah dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. Kenyataannya Fir’aun adalah manusia yang akhirnya bisa mati karena tenggelam di laut.

Allah melarang kita untuk menjadi sombong:

“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [Al Israa’ 37]

“Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman 18]

Allah menyediakan neraka jahannam bagi orang yang sombong:

“Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .” [Al Mu’min 76]

Kita tidak boleh sombong karena saat kita lahir kita tidak punya kekuasaan apa-apa. Kita tidak punya kekayaan apa-apa. Bahkan pakaian pun tidak. Kecerdasan pun kita tidak punya. Namun karena kasih-sayang orang tua-lah kita akhirnya jadi dewasa.

Begitu pula saat kita mati, segala jabatan dan kekayaan kita lepas dari kita. Kita dikubur dalam lubang yang sempit dengan pakaian seadanya yang nanti akan lapuk dimakan zaman.

Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ “Uluumuddiin menyatakan bahwa manusia janganlah sombong karena sesungguhnya manusia diciptakan dari air mani yang hina dan dari tempat yang sama dengan tempat keluarnya kotoran. Bukankah Allah mengatakan pada kita bahwa kita diciptakan dari air mani yang hina:

“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina?” [Al Mursalaat 20]

Saat hidup pun kita membawa beberapa kilogram kotoran di badan kita. Jadi bagaimana mungkin kita masih bersikap sombong?

‘Ujub (Kagum akan diri sendiri)

Ini mirip dengan sombong. Kita merasa bangga atau kagum akan diri kita sendiri. Padahal seharusnya kita tahu bahwa semua nikmat yang kita dapat itu berasal dari Allah.

Jika kita mendapat keberhasilan atau pujian dari orang, janganlah ‘ujub. Sebaliknya ucapkan “Alhamdulillah” karena segala puji itu hanya untuk Allah.

Iri dan Dengki

Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’ 32]

Iri hanya boleh dalam 2 hal. Yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu.

Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari) [HR Bukhari]

Jika kita mengagumi milik orang lain, agar terhindar dari iri hendaknya mendoakan agar yang bersangkutan dilimpahi berkah.

Apabila seorang melihat dirinya, harta miliknya atau saudaranya sesuatu yang menarik hatinya (dikaguminya) maka hendaklah dia mendoakannya dengan limpahan barokah. Sesungguhnya pengaruh iri adalah benar. (HR. Abu Ya’la)

Dengki lebih parah dari iri. Orang yang dengki ini merasa susah jika melihat orang lain senang. Dan merasa senang jika orang lain susah. Tak jarang dia berusaha mencelakakan orang yang dia dengki baik dengan lisan, tulisan, atau pun perbuatan. Oleh karena itu Allah menyuruh kita berlindung dari kejahatan orang yang dengki:

“Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” [Al Falaq 5]

Kedengkian bisa menghancurkan pahala-pahala kita.

Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu. (HR. Abu Dawud)

"Nak, semua penyakit hati itu hanya sekejap saja, dan itu datang dari apa yang kamu makan, yang meneybabkan keracunan hati dan pikiran mata bathinmu, ingat "Kehilangan duniawi hanya sebuah jeda dalam kehidupan,supaya sadar akan hebatnya skenario Tuhan... Itu saja!

"Susun ranselmu, berkelanalah. "

" Terkadang, engkau harus menyepi diantara keramaian yg memekakkan telinga. Mungkin naik gunung, atau menepi dalam senyap, Menyendiri dari sesak yg bikin muak. Melangit untuk menjemput pemberian gusti allah.. Itu saja!"

Tak mengapa engkau merasa lelah, terima saja lelahmu dengan damai, maka dengan segera engkau akan dikuatkan... Itu saja!

Tekanan itu, apapun bentuknya, bila dikreasikan dengan ramuan sabar dan syukur, hasilnya selalu dapat dipastikan penuh keindahan... Itu saja.

Wejangan dari  sebuah percakapan BBM, dari seorang senopati yang telah membumi menjadi kyai disebuah pesantren pada pojok ibukota.
๑۞๑kyaitanpanama๑۞๑
Lentera Merah My web Lenteramerah https://pojoklenteramerah.blogspot.co.id/